Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Mitchella repens L.: Tinjauan penggunaan tradisional, fitokimia, dan farmakologi

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    45 studi in vitro, in vivo, dan etnobotani
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis standar; ekstrak 100–500 mg/kg BB pada hewan
    Temuan:
    Mitchella repens mengandung iridoid, flavonoid, dan kumarin yang menunjukkan aktivitas antioksidan, antimikroba, dan antispasmodik. Tanaman ini secara tradisional digunakan untuk gangguan menstruasi dan kehamilan, namun bukti klinis masih terbatas.
  2. Analisis UHPLC-MS/MS senyawa fenolik Mitchella repens dan aktivitas antioksidannya

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak daun dan batang dari 3 populasi Mitchella repens
    Dosis/Durasi:
    In vitro: 10–100 µg/mL
    Temuan:
    Teridentifikasi 18 senyawa fenolik, termasuk quercetin dan kaempferol glikosida. Ekstrak daun menunjukkan aktivitas antioksidan kuat dengan IC50 DPPH 12,4 µg/mL.
  3. Aktivitas antimikroba ekstrak Mitchella repens terhadap patogen oral

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    5 strain bakteri oral (Streptococcus mutans, Porphyromonas gingivalis, dll.)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0–500 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol Mitchella repens menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis. Nilai MIC berkisar 62,5–250 µg/mL.
  4. Potensi antidiabetes dan antioksidan Mitchella repens pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi in vivo (hewan)
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi diabetes
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg BB/hari selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Mitchella repens menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan superoksida dismutase. Efek ini diduga terkait dengan kandungan flavonoid dan iridoid.
  5. Studi network pharmacology dan molecular docking Mitchella repens untuk dismenorea

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi bioinformatika (in silico)
    Sampel:
    Database komputasi target protein dan senyawa aktif Mitchella repens
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (in silico)
    Temuan:
    Senyawa aktif Mitchella repens diprediksi berinteraksi dengan COX-2, reseptor estrogen, dan jalur inflamasi. Hasil docking menunjukkan potensi sebagai terapi dismenorea melalui modulasi prostaglandin.
  6. Efek kombinasi Mitchella repens dan Vitex agnus-castus pada sindrom pramenstruasi: uji acak terkendali

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    120 wanita dengan sindrom pramenstruasi
    Dosis/Durasi:
    1 kapsul/hari (mengandung 100 mg ekstrak Mitchella repens) selama 3 siklus menstruasi
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak Mitchella repens dan Vitex agnus-castus menurunkan skor total PMS secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  7. Komposisi dan aktivitas antibakteri minyak esensial Mitchella repens

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Minyak esensial dari daun Mitchella repens
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1–10 µL/mL
    Temuan:
    Komponen utama minyak esensial adalah linalool dan geraniol. Minyak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
  8. Efek sitotoksik dan apoptosis ekstrak Mitchella repens pada sel kanker payudara

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Sel kanker payudara manusia MCF-7 dan MDA-MB-231
    Dosis/Durasi:
    25–200 µg/mL selama 24–48 jam
    Temuan:
    Ekstrak Mitchella repens menghambat proliferasi sel kanker payudara dan menginduksi apoptosis melalui aktivasi kaspase-3. Efek sitotoksik lebih kuat pada sel MCF-7.

Advertisement


Cari: