Gravel Root

Eutrochium purpureum
Nama
Gravel Root
Nama Latin/Ilmiah
Eutrochium purpureum
Bagian Digunakan
Akar dan Rimpang.
Rasa
Pahit
Nama Lain
Joe-Pye weed (Amerika Serikat), sweet Joe-Pye weed (Kanada), kidney-root (Britania Raya), purpur-wasserdost (Jerman), eupatoire pourpre (Prancis)
Asal
Amerika Utara bagian timur dan tengah.
Kandungan Utama
euparin, flavonoid, tanin, resin, dan minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Gravel Root

Gravel Root (Eutrochium purpureum), yang juga dikenal sebagai purple joe-pye weed, adalah tumbuhan herbal tahunan yang termasuk dalam keluarga Asteraceae. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Utara bagian timur, biasanya tumbuh liar di padang rumput basah, tepi hutan, dan sepanjang aliran sungai. Ciri khasnya adalah batang yang kokoh dengan warna keunguan, daun yang tersusun dalam lingkaran (whorls), serta kepala bunga majemuk berwarna ungu muda hingga merah muda yang muncul di puncak batang pada akhir musim panas hingga awal musim gugur.

Baca Lebih Lanjut
Update: 13 Sep 2026 - 06:40:35
 

II. Ciri-ciri Gravel Root

Tanaman ini suka banget sama tempat yang lembap dan agak teduh, kayak di pinggiran hutan, padang rumput basah, atau di sepanjang bantaran sungai. Asalnya dari Amerika Utara dan cukup tangguh hidup di tanah yang subur. Karakteristik/ciri-ciri Gravel Root (Eutrochium purpureum):

Bagian Ciri-Ciri
Tinggi Tanaman Bisa tumbuh tinggi banget, antara 1,5 sampai 2,5 meter.
Batang Batangnya tegap, bertekstur halus, dan biasanya punya bercak warna ungu tua terutama di bagian buku-bukunya (tempat daun menempel).
Daun Daunnya lebar, berbentuk oval memanjang dengan ujung meruncing, dan tumbuh secara melingkar (whorled) di sekeliling batang, biasanya ada 3 sampai 5 helai per tingkat.
Bunga Bunganya kecil-kecil, ngumpul membentuk tandan besar (mirip payung) di ujung batang dengan warna merah muda keunguan yang cantik.
Akar Sesuai namanya 'Gravel Root', akarnya berserat kuat dan punya aroma yang agak unik mirip vanila kalau dikeringkan.
Masa Mekar Biasanya mekar di pertengahan sampai akhir musim panas.

III. Manfaat Gravel Root

5 Manfaat Gravel Root untuk kesehatan.

  1. Diuretik (retensi cairan/edema)

    Belum ada mekanisme klinis yang terkonfirmasi. Secara fitokimia, flavonoid seperti kuersetin dan kaempferol dapat menghambat fosfodiesterase dan meningkatkan cAMP di sel tubulus ginjal, sehingga pada teori meningkatkan diuresis. Data ini berasal dari penelitian konstituen, bukan dari uji terhadap Eutrochium purpureum secara utuh.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, euparin
    Tampilkan
  2. Antilitik dan pembantu ekskresi batu ginjal ("gravel")

    Hipotesis utama adalah kombinasi efek diuretik dan penghambatan kristalisasi kalsium oksalat. Kuersetin diketahui menghambat agregasi kristal kalsium oksalat pada model biokimia; asam klorogenat juga membentuk kelat dengan ion kalsium. Efek pada Eutrochium purpureum belum diuji secara langsung.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Asam Klorogenat, euparin
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (nyeri sendi dan rematik)

    Euparin dan senyawa flavonoid dalam Eutrochium purpureum dilaporkan menghambat jalur NF-κB serta ekspresi COX-2 dan iNOS pada kultur sel, sehingga menurunkan mediator prostaglandin dan sitokin proinflamasi. Namun penelitian ini dilakukan pada konstituen terisolasi, bukan pada ekstrak utuh yang diberikan kepada manusia.

    Senyawa Aktif: euparin, Kuersetin, Asam Klorogenat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Gravel Root

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Gravel Root.

  1. Euparin

    Golongan: Benzofuran
    Bagian Tanaman: Akar (radix)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba Dan Antijamur Pada Studi In Vitro; Diduga Berkontribusi Pada Efek Diuretik Tradisional, Tetapi Bukan Indikasi Medis Yang Terbukti..
    Tampilkan
  2. Eupatorin

    Golongan: Flavonoid (flavon)
    Bagian Tanaman: Daun dan herba berbunga (bagian aerial)
    Aktivitas Farmakologis:
    Studi In Vitro Menunjukkan Efek Antiproliferatif Dan Apoptosis Pada Beberapa Lini Sel Tumor; Dilaporkan Pula Aktivitas Antiangiogenik Dan Antiinflamasi..
    Tampilkan
  3. Golongan: Asam fenolat (asam kafeoilquinat)
    Bagian Tanaman: Daun dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Dan Antiinflamasi; Pada Model Hewan Dilaporkan Efek Diuretik Dan Penurunan Tekanan Darah, Sehingga Relevan Dengan Penggunaan Tradisional Gravel Root Sebagai Peluruh Batu Ginjal..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Gravel Root

Interaksi & Kontraindikasi Gravel Root dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Riwayat alergi terhadap tumbuhan famili Asteraceae (mis. ragweed, krisan, marigold)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan atau lakukan uji alergi terlebih dahulu karena dapat terjadi reaksi hipersensitivitas silang.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau tekanan darah secara berkala; efek diuretik gravel root dapat meningkatkan efek obat antihipertensi dan menyebabkan hipotensi.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi atau gunakan dengan pengawasan dokter karena OAINS dapat mengurangi efek diuretik dan meningkatkan risiko gangguan ginjal.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Gravel Root

Gravel root (Eutrochium purpureum), yang juga dikenal sebagai Joe-Pye weed, adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan untuk mengatasi masalah saluran kemih dan batu ginjal. Namun, bagian tanaman ini, terutama akarnya, mengandung senyawa kimia beracun yang disebut pyrrolizidine alkaloids (PAs). Konsumsi PAs dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius, termasuk kondisi fatal seperti penyakitveno-oklusif hati (hepatic veno-occlusive disease). Kerusakan ini terjadi karena alkaloid tersebut dimetabolisme di hati menjadi senyawa reaktif yang merusak jaringan sel hati.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Gravel Root

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Gravel Root.

Apa saja kandungan fitokimia utama Gravel Root (Eutrochium purpureum) yang berpotensi mendukung kesehatan?
Akar Gravel Root mengandung minyak atsiri, flavonoid (seperti kuersetin dan kaempferol), tanin, resin, dan seskuiterpen lakton. Kandungan tersebut diduga memberikan efek diuretik, antiinflamasi, dan sedikit antimikroba, tetapi belum ada bukti klinis kuat pada manusia. Barnes J, Anderson LA, Phillipson JD. Herbal Medicines. 3rd ed. Pharmaceutical Press; 2007.
Apakah Gravel Root dapat digunakan untuk mengobati batu ginjal?
Nama 'gravel root' berasal dari penggunaan tradisionalnya untuk membantu mengeluarkan 'kerikil' (batu) ginjal. Efek diuretiknya dapat meningkatkan produksi urin, sehingga mungkin membantu aliran urin pada batu kecil. Namun, tidak ada uji klinis terkontrol yang membuktikan kemampuannya menghancurkan atau melarutkan batu ginjal. Penggunaannya hanya dapat menjadi terapi pendukung dan tidak menggantikan penanganan medis. Barnes J, Anderson LA, Phillipson JD. Herbal Medicines. 3rd ed. Pharmaceutical Press; 2007.
Bagaimana cara pemakaian dan dosis Gravel Root yang dianjurkan?
Tidak ada dosis standar dari lembaga pengawas obat modern. Monografi herbal tradisional menggambarkan pemakaian akar kering sebagai seduhan dengan cara merebus sekitar 1–2 gram akar dalam 150 ml air selama 10–15 menit, diminum 2–3 kali sehari. Karena risiko iritasi lambung dan kemungkinan interaksi, pemakaian sebaiknya dibatasi, misalnya maksimal 2 minggu dan hanya di bawah pengawasan praktisi kesehatan. Bisset NG. Herbal Drugs and Phytopharmaceuticals. 2nd ed. CRC Press; 2001.
Apakah Gravel Root aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan. Tidak ada penelitian keamanan yang memadai pada kehamilan dan laktasi. Efek diuretik yang cukup kuat serta kandungan resin/minyak atsiri dikhawatirkan dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit, serta merangsang otot polos sehingga berisiko pada kehamilan. American Herbal Products Association. Botanical Safety Handbook. 2nd ed. CRC Press; 2013.
Bolehkah Gravel Root diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak boleh. Belum ada bukti keamanan maupun dosis yang tepat untuk populasi anak. Pada bayi dan anak, efek diuretik dapat berisiko menyebabkan dehidrasi dan gangguan elektrolit; selain itu potensi hepatotoksisitas jika sediaan terkontaminasi alkaloid pirolizidin dianggap tidak dapat diterima. Fetrow CW, Avila JR. Professional's Handbook of Complementary & Alternative Medicines. 3rd ed. Lippincott Williams & Wilkins; 2004.
Apa saja efek samping dan risiko interaksi obat Gravel Root?
Efek samping yang dilaporkan meliputi gangguan pencernaan (mual, nyeri lambung) dan reaksi alergi kulit. Ekstrak/akar yang tidak murni berisiko mengandung alkaloid pirolizidin yang dapat merusak hati jika digunakan lama. Gravel Root dapat berinteraksi dengan obat diuretik, obat tekanan darah, dan lithium karena efeknya pada keseimbangan cairan/elektrolit; penggunaan bersamaan dengan antikoagulan juga perlu diwaspadai karena adanya kumarin pada beberapa tumbuhan genus Eupatorium, meski data spesifik masih terbatas. European Medicines Agency. Public statement on the use of herbal medicinal products containing pyrrolizidine alkaloids. EMA/HMPC/893108/2011; 2014.
Apakah Gravel Root bisa dikonsumsi setiap hari sebagai teh kesehatan?
Tidak dianjurkan. Konsumsi harian jangka panjang tanpa indikasi dan pengawasan tidak didukung bukti. Pemakaian herbal diuretik terus-menerus dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, dehidrasi, dan beban pada ginjal. Selain itu, paparan kumulatif terhadap senyawa berpotensi toksik dari sediaan yang tidak terstandarisasi menjadikan risikonya lebih besar daripada manfaatnya. Gunakan hanya jika diperlukan, dalam waktu pendek, dan setelah berkonsultasi. Röder E. Medicinal plants in Europe containing pyrrolizidine alkaloids. Pharmazie. 1995;50(2):83-98.

Yerba Santa

Eriodictyon californicum

Culver's Root

Veronicastrum virginicum

Cari: