Advertisement
Flat-leaf Parsley (Petroselinum crispum var. neapolitanum), juga dikenal sebagai peterseli Italia atau peterseli daun datar, adalah varietas dari spesies Petroselinum crispum yang berasal dari kawasan Mediterania. Berbeda dengan peterseli keriting yang lebih umum dijadikan hiasan, peterseli daun datar memiliki daun yang lebar, rata, dan berwarna hijau cerah dengan tepi bergerigi halus. Tumbuhan ini merupakan herba dwimusim (biennial) yang tumbuh tegak hingga sekitar 30–60 cm, dengan batang beralur dan daun majemuk menyirip yang tersusun rapat. Karena kandungan minyak atsirinya lebih tinggi dan aromanya lebih kuat dibanding varietas keriting, jenis ini sangat disukai dalam masakan, terutama sebagai bumbu segar yang ditambahkan di akhir proses memasak.
Tanaman ini suka banget sama tanah yang subur, lembap, dan punya drainase yang baik. Biasanya tumbuh optimal di tempat yang kena sinar matahari penuh sampai teduh parsial, serta lebih suka suhu yang sejuk (tidak terlalu terik). Karakteristik/ciri-ciri Flat-leaf Parsley (Petroselinum crispum var. neapolitanum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Daun | Bentuknya rata, lebar, dan bergerigi di bagian pinggir. Warnanya hijau tua yang cerah dan aromanya jauh lebih kuat dibanding parsley yang keriting. |
| Batang | Tumbuh tegak, teksturnya agak lunak atau berongga, dan bercabang banyak dari pangkalnya. |
| Akar | Punya akar tunggang yang cukup kuat, yang membantunya bertahan hidup di tanah. |
| Bunga | Kalau sudah waktunya berbunga (biasanya di tahun kedua), bakal muncul bunga kecil-kecil berwarna putih atau kekuningan yang tersusun dalam kelompok berbentuk payung (umbel). |
| Tinggi Tanaman | Biasanya bisa tumbuh sampai sekitar 30-60 cm, tergantung seberapa subur tempat dia tinggal. |
8 Manfaat Flat-leaf Parsley untuk kesehatan.
Polifenol apigenin dan luteolin mendonorkan elektron, mengaktivasi faktor transkripsi Nrf2, serta meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase (CAT), dan glutation peroksidase. Myristicin turut berkontribusi pada peredaman radikal bebas dan penghambatan peroksidasi lipid.
Apigenin dan luteolin menghambat fosforilasi IκBα, sehingga menekan translokasi NF-κB dan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, serta menurunkan sintesis prostaglandin E2. Efek ini meredam respons inflamasi dan nyeri perifer.
Minyak atsiri kaya monoterpen dan fenilpropanoid seperti myristicin, apiol, dan β-phellandrene merusak integritas membran sel mikroorganisme, mengganggu homeostatis ion, dan menyebabkan kebocoran sitoplasma.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Flat-leaf Parsley.
Interaksi & Kontraindikasi Flat-leaf Parsley dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Flat-leaf parsley (Petroselinum crispum var. neapolitanum) umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan. Namun, konsumsi dalam jumlah besar, terutama dalam bentuk ekstrak pekat, suplemen, atau minyak atsiri, dapat menimbulkan berbagai efek samping serius. Senyawa aktif seperti apiol dan miristisin yang terkandung di dalamnya memiliki efek stimulan pada uterus dan dapat bertindak sebagai agen abortifasien, sehingga konsumsi berlebihan sangat berbahaya bagi ibu hamil karena berisiko memicu kontraksi uterus dan keguguran.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Flat-leaf Parsley.