Flat-leaf Parsley

Petroselinum crispum var. neapolitanum
Nama
Flat-leaf Parsley
Nama Latin/Ilmiah
Petroselinum crispum var. neapolitanum
Famili
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Segar, sedikit pedas, earthy
Nama Lain
Peterseli Italia (Italia), persil plat (Prancis), glatte Petersilie (Jerman), perejil liso (Spanyol), düz maydanoz (Turki)
Asal
Flat-leaf parsley berasal dari kawasan Mediterania, terutama Italia.
Kandungan Utama
Minyak atsiri (miristisin, apiol), flavonoid (apigenin, luteolin, apiin), vitamin C, vitamin K, dan beta-karoten

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Flat-leaf Parsley

Flat-leaf Parsley (Petroselinum crispum var. neapolitanum), juga dikenal sebagai peterseli Italia atau peterseli daun datar, adalah varietas dari spesies Petroselinum crispum yang berasal dari kawasan Mediterania. Berbeda dengan peterseli keriting yang lebih umum dijadikan hiasan, peterseli daun datar memiliki daun yang lebar, rata, dan berwarna hijau cerah dengan tepi bergerigi halus. Tumbuhan ini merupakan herba dwimusim (biennial) yang tumbuh tegak hingga sekitar 30–60 cm, dengan batang beralur dan daun majemuk menyirip yang tersusun rapat. Karena kandungan minyak atsirinya lebih tinggi dan aromanya lebih kuat dibanding varietas keriting, jenis ini sangat disukai dalam masakan, terutama sebagai bumbu segar yang ditambahkan di akhir proses memasak.

Baca Lebih Lanjut
Update: 14 Agu 2026 - 07:20:06
 

II. Ciri-ciri Flat-leaf Parsley

Tanaman ini suka banget sama tanah yang subur, lembap, dan punya drainase yang baik. Biasanya tumbuh optimal di tempat yang kena sinar matahari penuh sampai teduh parsial, serta lebih suka suhu yang sejuk (tidak terlalu terik). Karakteristik/ciri-ciri Flat-leaf Parsley (Petroselinum crispum var. neapolitanum):

Bagian Ciri-Ciri
Daun Bentuknya rata, lebar, dan bergerigi di bagian pinggir. Warnanya hijau tua yang cerah dan aromanya jauh lebih kuat dibanding parsley yang keriting.
Batang Tumbuh tegak, teksturnya agak lunak atau berongga, dan bercabang banyak dari pangkalnya.
Akar Punya akar tunggang yang cukup kuat, yang membantunya bertahan hidup di tanah.
Bunga Kalau sudah waktunya berbunga (biasanya di tahun kedua), bakal muncul bunga kecil-kecil berwarna putih atau kekuningan yang tersusun dalam kelompok berbentuk payung (umbel).
Tinggi Tanaman Biasanya bisa tumbuh sampai sekitar 30-60 cm, tergantung seberapa subur tempat dia tinggal.

III. Manfaat Flat-leaf Parsley

8 Manfaat Flat-leaf Parsley untuk kesehatan.

  1. Antioksidan dan pengendalian stres oksidatif

    Polifenol apigenin dan luteolin mendonorkan elektron, mengaktivasi faktor transkripsi Nrf2, serta meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase (CAT), dan glutation peroksidase. Myristicin turut berkontribusi pada peredaman radikal bebas dan penghambatan peroksidasi lipid.

    Senyawa Aktif: Apigenin, Luteolin, Myristicin
    Tampilkan
  2. Peradangan dan nyeri sendi

    Apigenin dan luteolin menghambat fosforilasi IκBα, sehingga menekan translokasi NF-κB dan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, serta menurunkan sintesis prostaglandin E2. Efek ini meredam respons inflamasi dan nyeri perifer.

    Senyawa Aktif: Apigenin, Luteolin, Apiin
    Tampilkan
  3. Aktivitas antimikroba terhadap bakteri dan jamur

    Minyak atsiri kaya monoterpen dan fenilpropanoid seperti myristicin, apiol, dan β-phellandrene merusak integritas membran sel mikroorganisme, mengganggu homeostatis ion, dan menyebabkan kebocoran sitoplasma.

    Senyawa Aktif: Myristicin, Apiol, β-Phellandrene
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Flat-leaf Parsley

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Flat-leaf Parsley.

  1. Golongan: Flavonoid (subkelas Flavon)
    Bagian Tanaman: Daun segar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Ansiolitik, Dan Neuroprotektif Melalui Modulasi GABA-A Serta Inhibisi NF-kB Dan COX-2.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (Flavon)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Imunomodulator; Menghambat Produksi TNF-a Dan Aktivitas MMP-9.
    Tampilkan
  3. Apiin (apigenin-7-O-apioglucoside)

    Golongan: Flavonoid glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Diuretik, Hipotensi Ringan, Dan Antiinflamasi; Diduga Melepaskan Apigenin Secara Perlahan Setelah Hidrolisis Di Usus.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Flat-leaf Parsley

Interaksi & Kontraindikasi Flat-leaf Parsley dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Alergi famili Apiaceae (wortel, seledri, adas, jinten)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hentikan konsumsi jika muncul ruam, gatal, atau dermatitis kontak. Aman digunakan sebagai bumbu makanan pada sebagian besar orang.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Jumlah makanan normal aman. Hindari suplemen atau ekstrak pekat karena data keamanan kurang dan berisiko memengaruhi produksi ASI.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat fotosensitisasi (mis. tetrasiklin, griseofulvin, NSAID)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Konsumsi parsley dosis tinggi bersamaan dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV. Gunakan tabir surya dan batasi paparan matahari.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Flat-leaf Parsley

Flat-leaf parsley (Petroselinum crispum var. neapolitanum) umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan. Namun, konsumsi dalam jumlah besar, terutama dalam bentuk ekstrak pekat, suplemen, atau minyak atsiri, dapat menimbulkan berbagai efek samping serius. Senyawa aktif seperti apiol dan miristisin yang terkandung di dalamnya memiliki efek stimulan pada uterus dan dapat bertindak sebagai agen abortifasien, sehingga konsumsi berlebihan sangat berbahaya bagi ibu hamil karena berisiko memicu kontraksi uterus dan keguguran.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Flat-leaf Parsley

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Flat-leaf Parsley.

Apa kandungan nutrisi dan fitokimia utama dari flat-leaf parsley?
Flat-leaf parsley (Petroselinum crispum var. neapolitanum) kaya vitamin K, vitamin C, provitamin A (beta-karoten), folat, zat besi, dan kalium. Per 100 g daun segar, kandungan vitamin K sekitar 1640 mcg, vitamin C sekitar 133 mg, dan folat sekitar 152 mcg. Secara fitokimia, daunnya mengandung flavonoid (apigenin, luteolin, apiin), furanokumarin, serta minyak atsiri dengan komponen utama myristicin dan apiol. Kandungan ini yang mendasari efek antioksidan, diuretik, dan stimulan tradisional. (USDA FoodData Central; EMA assessment report on Petroselinum crispum herba/radix).
Apakah flat-leaf parsley aman dikonsumsi setiap hari dan berapa jumlah yang wajar?
Dalam jumlah kuliner, misalnya 1–2 genggam daun segar sebagai lalapan, bumbu, taburan, atau jus sayur, parsley aman untuk orang dewasa sehat. Tidak ada dosis harian baku karena parsley lebih diposisikan sebagai sayuran/bumbu, bukan obat. Untuk penggunaan herbal, preparat terstandar biasanya mengikuti label produk, dan infus daun kering sekitar 2–4 g per cangkir dapat digunakan seorang dewasa, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi untuk menggantikan pengobatan. Yang harus dihindari adalah minyak atsiri parsley dosis tinggi karena bersifat toksik. (European Medicines Agency monograph; McGuffin et al. Botanical Safety Handbook, 1997).
Apa efek samping dan risiko keracunan yang perlu diwaspadai?
Efek samping serius jarang terjadi jika parsley digunakan sebagai makanan. Risiko utama muncul dari ekstrak biji, minyak atsiri, atau suplemen dosis tinggi: apiol dan myristicin dapat menyebabkan mual, muntah, denyut jantung cepat, iritasi ginjal, dan bahkan kerusakan hati/gangguan metabolik. Daun juga mengandung oksalat, sehingga konsumsi sangat berlebihan pada orang dengan riwayat batu ginjal kalsium oksalat dapat memperburuk kondisi. Furanokumarin dalam parsley dapat memicu reaksi fotosensitivitas kulit pada sebagian orang. (McGuffin et al. Botanical Safety Handbook, 1997; EMA assessment report on Petroselinum crispum).
Bolehkah flat-leaf parsley digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Sebagai bumbu dan sayur dalam porsi normal, parsley aman dan bahkan sumber vitamin K/folat. Namun, bila dikonsumsi sebagai ekstrak, teh pekat, atau minyak atsiri, parsley tidak disarankan selama kehamilan: apiol dan myristicin dosis tinggi bersifat stimulan uterus dan dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai emmenagog/abortivum. Pada ibu menyusui, penggunaan sebagai makanan masih dianggap aman, tetapi data klinis mengenai suplemen dosis tinggi sangat terbatas, sehingga sebaiknya dihindari. (EMA community herbal monograph; National Library of Medicine, LactMed: Parsley).
Apakah parsley aman diberikan kepada bayi dan anak?
Daun parsley yang dicincang halus dapat diperkenalkan sebagai bahan MPASI setelah bayi berusia sekitar 6 bulan, dalam jumlah yang sangat kecil sebagai bumbu, dan bukan sebagai makanan utama. Namun, pemberian teh parsley, ekstrak, atau suplemen kepada bayi dan anak tidak dianjurkan karena belum ada data keamanan dan kandungan nitrat/minyak atsiri dapat membebani sistem metabolisme anak. Pastikan parsley dicuci dan dihaluskan sesuai tekstur usia anak. (EFSA. Nitrate in vegetables, 2008; EMA monograph: tidak ada indikasi pediatri).
Apakah flat-leaf parsley benar-benar berkhasiat sebagai obat peluruh kencing dan untuk infeksi saluran kemih?
Parsley digunakan secara tradisional untuk meningkatkan produksi urine dan meredakan rasa tidak nyaman saat berkemih. Monografi herbal tradisional EMA memang mencantumkan penggunaan herba parsley untuk keluhan saluran kemih ringan, dan penelitian pada tikus menunjukkan ekstrak air parsley meningkatkan volume urine serta ekskresi natrium. Namun, bukti klinis pada manusia untuk indikasi tersebut masih terbatas, jadi parsley tidak dapat menggantikan antibiotik atau penanganan medis pada infeksi saluran kemih. Penderita batu ginjal atau gangguan ginjal juga harus berhati-hati karena kadar oksalatnya. (EMA community herbal monograph; Kreydiyyeh SI, Usta J. Diuretic effect and mechanism of action of parsley. J Ethnopharmacol. 2002).
Apakah parsley berinteraksi dengan obat-obatan, seperti warfarin atau diuretik?
Ya. Karena sangat tinggi vitamin K, perubahan drastis dalam asupan parsley dapat melawan kerja warfarin dan memengaruhi nilai INR; yang paling aman adalah menjaga asupan parsley tetap konsisten dan memberi tahu dokter. Efek diuretik ringan parsley, jika dikonsumsi dalam jumlah besar, dapat memperkuat kerja obat diuretik/antihipertensi dan berinteraksi dengan preparat litium. Kandungan kalium yang tinggi juga perlu diperhatikan pada pasien yang memakai diuretik hemat kalium atau ACE inhibitor. (NIH Vitamin K Fact Sheet; Kreydiyyeh & Usta, 2002).
Bagaimana cara terbaik mengonsumsi flat-leaf parsley untuk kesehatan umum?
Untuk mendapatkan manfaat gizinya, gunakan parsley segar dalam salad, smoothie, sup, atau taburan tumisan. Mengonsumsi parsley bersama makanan yang mengandung vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi non-heme dari daunnya. Variasikan dengan sayuran lain, jangan mengandalkan parsley sebagai satu-satunya sumber vitamin, dan hindari memasak terlalu lama agar vitamin C tidak banyak hilang. Jika memiliki kondisi medis, gunakan parsley sebagai makanan, bukan sebagai obat tanpa pengawasan. (USDA FoodData Central; EFSA).

Peterseli Daun Keriting

Petroselinum crispum var. crispum

Garden Cress

Lepidium sativum

Cari: