Peterseli Daun Keriting

Curly Parsley | Petroselinum crispum var. crispum
Nama
Peterseli Daun Keriting (Curly Parsley)
Nama Latin/Ilmiah
Petroselinum crispum var. crispum
Famili
Bagian Digunakan
Daun, Batang
Rasa
Segar, sedikit pahit, & agak pedas
Nama Lain
Persil frisé (Prancis), krause Petersilie (Jerman), prezzemolo riccio (Italia), perejil rizado (Spanyol)
Asal
Berasal dari wilayah Mediterania.
Kandungan Utama
Vitamin K, vitamin C, flavonoid (apigenin, apiin), minyak atsiri (miristisin, apiol), klorofil, dan antioksidan

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Peterseli Daun Keriting

Peterseli Daun Keriting (Petroselinum crispum var. crispum) adalah salah satu varietas dari spesies Petroselinum crispum yang mudah dikenali dari daunnya yang berkeriting rapat dan teksturnya yang renyah. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Apiaceae dan berasal dari kawasan Mediterania, kemudian menyebar luas ke berbagai belahan dunia sebagai bumbu dapur maupun tanaman hias. Berbeda dengan peterseli daun datar (Italia), varietas keriting memiliki aroma yang sedikit lebih ringan dan rasa yang cenderung lebih lembut, menjadikannya pilihan populer untuk taburan hidangan agar tampilan makanan lebih menarik.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 18:00:04
 

II. Ciri-ciri Peterseli Daun Keriting

Tanaman ini suka banget sama tempat yang sejuk dengan tanah yang subur dan punya sistem drainase yang baik. Biasanya tumbuh optimal di dataran tinggi, tapi bisa juga hidup di dataran rendah asalkan nggak kena sinar matahari yang terlalu menyengat terus-menerus. Karakteristik/ciri-ciri Peterseli Daun Keriting (Petroselinum crispum var. crispum):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Punya akar tunggang yang cukup kuat dan bercabang, warnanya cenderung putih kekuningan.
Batang Batangnya pendek, lunak, berongga, dan bentuknya bersegi atau beralur, warnanya hijau segar.
Daun Ini nih ciri utamanya; bentuknya keriting, bergelombang rapat, dan teksturnya agak tebal. Warnanya hijau tua yang kelihatan cantik banget kalau buat hiasan makanan.
Bunga Bunganya kecil-kecil berwarna putih atau kuning kehijauan yang tumbuh bergerombol membentuk payung.
Biji Bijinya kecil, berbentuk oval, berwarna cokelat keabu-abuan, dan punya aroma khas yang tajam kalau digosok.

III. Manfaat Peterseli Daun Keriting

8 Manfaat Peterseli Daun Keriting untuk kesehatan.

  1. Antioksidan dan pencegahan stres oksidatif

    Flavonoid (apigenin, luteolin, quercetin) menangkap langsung radikal bebas ROS/RNS, mengkelat ion logam transisi, dan mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2 sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx; menghambat peroksidasi lipid membran sel.

    Senyawa Aktif: Apigenin, Luteolin, Kuersetin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi (artritis dan nyeri sendi)

    Apigenin dan luteolin menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, dan IL-1β; menghambat degranulasi neutrofil dan produksi prostaglandin E2 (PGE2) pada jaringan inflamasi.

    Senyawa Aktif: Apigenin, Luteolin, Kaempferol
    Tampilkan
  3. Antimikroba (antibakteri dan antifungi)

    Minyak atsiri (myristicin, apiol, alpha-pinene) merusak integritas membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas ion, menghambat pembentukan biofilm, dan mengganggu biosintesis ergosterol pada fungi; flavonoid menghambat DNA girase bakteri.

    Senyawa Aktif: Myristicin, apiol, α-Pinena
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Peterseli Daun Keriting

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Peterseli Daun Keriting.

  1. Golongan: Flavonoid (flavon)
    Bagian Tanaman: Daun keriting
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Dan Antiinflamasi; Menginduksi Apoptosis Sel Tumor; Modulasi Reseptor GABA-A Sehingga Berefek Ansiolitik Pada Model Hewan..
    Tampilkan
  2. Miristisin (myristicin)

    Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun, minyak atsiri daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Kemopreventif Terhadap Tumor Paru Pada Hewan Melalui Induksi Glutathione S-transferase; Antioksidan; Pada Dosis Tinggi Bersifat Psikoaktif..
    Tampilkan
  3. Apiol

    Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Biji (buah) dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Spasmolitik Pada Otot Polos; Stimulator Kontraksi Uterus; Diuretik Pada Studi Klasik; Toksik Pada Dosis Tinggi..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Peterseli Daun Keriting

Interaksi & Kontraindikasi Peterseli Daun Keriting dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan peterseli sebagai bumbu makanan dalam jumlah normal

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Umumnya aman untuk orang sehat. Tidak memerlukan tindakan khusus, tetapi hindari mengonsumsi ekstrak atau minyak esensial peterseli dalam dosis tinggi.

  2. Antikoagulan (warfarin, acenocoumarol)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Peterseli sangat kaya vitamin K yang dapat menurunkan efektivitas antikoagulan. Jaga asupan peterseli tetap konsisten dan pantau nilai INR secara teratur.

  3. Diuretik (furosemide, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek diuretik peterseli dapat bersifat tambahan, sehingga meningkatkan risiko kehilangan kalium dan ketidakseimbangan elektrolit. Gunakan dengan hati-hati dan pantau kadar elektrolit.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Peterseli Daun Keriting

Peterseli daun keriting (Petroselinum crispum var. crispum) umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan. Namun, konsumsi dalam jumlah besar, terutama dalam bentuk ekstrak pekat atau suplemen, dapat memicu berbagai efek samping yang signifikan secara klinis. Senyawa aktif seperti apiol dan miristisin yang terkandung di dalamnya diketahui memiliki efek uterotonik, yang dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi memicu keguguran atau persalinan prematur jika dikonsumsi oleh wanita hamil dalam dosis tinggi.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Peterseli Daun Keriting

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Peterseli Daun Keriting.

Apa saja kandungan fitokimia utama dari peterseli daun keriting dan bagaimana manfaatnya bagi kesehatan umum?
Peterseli daun keriting (Petroselinum crispum var. crispum) mengandung flavonoid seperti apiin, apigenin, dan luteolin, serta kumarin, furanokumarin, vitamin K, vitamin C, vitamin A, dan minyak atsiri yang kaya akan apiol dan miristisin. Kandungan flavonoid memberikan aktivitas antioksidan yang dapat membantu menangkal stres oksidatif (Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2000). Vitamin K berperan penting dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang (American Journal of Clinical Nutrition, 2006).
Bagaimana cara konsumsi peterseli sehari-hari yang aman dan berapa takaran yang dianjurkan?
Sebagai bumbu atau lalapan, konsumsi sekitar 10–20 gram daun peterseli segar per hari dianggap wajar dan aman. Untuk teh herbal, seduh sekitar 2–4 gram daun kering dalam 150 mL air panas selama 5–10 menit. Konsumsi dalam takaran rempah tidak umum menyebabkan efek toksik pada orang sehat (European Medicines Agency, Community Herbal Monograph on Petroselinum crispum, 2013). Namun, jangan mengonsumsi minyak esensial murni tanpa pengawasan profesional.
Apakah peterseli daun keriting dapat digunakan sebagai obat herbal, misalnya sebagai diuretik (peluruh kencing)?
Ekstrak daun peterseli memiliki efek diuretik yang telah diamati pada hewan uji. Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa ekstrak air daun peterseli dapat meningkatkan volume urin, diduga melalui inhibisi pompa Na+/K+-ATPase di ginjal (Journal of Ethnopharmacology, 2002). Pada manusia, data klinis masih terbatas, sehingga penggunaan sebagai diuretik sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggantikan obat diuretik yang diresepkan dokter.
Apa efek samping yang perlu diwaspadai dari peterseli?
Konsumsi peterseli dalam jumlah besar, terutama minyak atsiri atau ekstrak pekat, dapat menyebabkan mual, sakit kepala, gangguan ginjal, dan kerusakan hati karena kandungan apiol dan miristisin. Apiol pada dosis tinggi bersifat iritatif terhadap jaringan dan pernah digunakan secara tradisional sebagai abortifasien, sehingga dapat memicu toksisitas sistemik (Natural Medicines Comprehensive Database, 2021). Efek fotosensitivitas juga mungkin terjadi karena kandungan furanokumarin pada beberapa varietas peterseli.
Apakah peterseli aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak ada bukti keamanan yang memadai untuk penggunaan peterseli dalam dosis obat pada bayi dan anak-anak. Untuk anak di bawah 2 tahun, penggunaan herbal peterseli dosis tinggi tidak dianjurkan (British Herbal Compendium, 1992). Dalam jumlah kecil sebagai bumbu makanan biasanya tidak berbahaya, tetapi peterseli liar (Petroselinum crispum var. radicosum?) atau ekstrak pekat sebaiknya dihindari. Konsultasikan dengan dokter anak sebelum memberikan ramuan herbal.
Apakah peterseli aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman dikonsumsi dalam dosis obat atau minyak atsiri saat hamil karena apiol dapat merangsang kontraksi uterus dan berisiko menyebabkan keguguran. Penggunaan peterseli sebagai bumbu makanan dalam jumlah normal dianggap relatif aman, tetapi untuk ibu hamil sebaiknya menghindari suplementasi ekstrak atau teh kental (Natural Medicines Comprehensive Database, 2021). Pada ibu menyusui, data keamanan jangka panjang juga belum cukup kuat, sehingga hindari dosis di atas jumlah makanan.
Apakah peterseli dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya. Peterseli kaya akan vitamin K1 (filokuinon). Konsumsi berlebihan dapat mengurangi efek antikoagulan seperti warfarin (kumadin), sehingga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah. Interaksi juga dapat terjadi dengan obat diuretik, obat tekanan darah, dan obat yang dimetabolisme oleh enzim CYP450 melalui senyawa apiol dan miristisin (Natural Medicines Comprehensive Database, 2021). Jika Anda sedang menggunakan obat antikoagulan atau obat kronis, konsultasikan terlebih dahulu dengan apoteker atau dokter.
Apakah peterseli bermanfaat untuk ginjal atau justru berbahaya bagi penderita batu ginjal?
Efek diuretik peterseli secara tradisional dianggap membantu 'membersihkan' saluran kemih, tetapi peterseli juga mengandung oksalat, yaitu zat yang dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal tipe kalsium oksalat pada individu yang sensitif. Konsumsi peterseli dalam jumlah sangat besar dan rutin tidak dianjurkan bagi penderita riwayat batu ginjal kalsium oksalat (Journal of Urology, 1998). Jika ingin memanfaatkan efek diuretiknya, gunakan dalam jumlah sedang dan perbanyak minum air putih.

Prickly Pear / Nopal

Opuntia ficus-indica

Flat-leaf Parsley

Petroselinum crispum var. neapolitanum

Cari: