Advertisement
Coltsfoot (Tussilago farfara) adalah tumbuhan berbunga tahunan dari famili Asteraceae yang mudah dikenali dari bunganya yang berwarna kuning cerah, menyerupai dandelion, dan muncul lebih dahulu sebelum daunnya berkembang. Nama genus Tussilago berasal dari bahasa Latin tussis (batuk) dan agere (mengusir), merujuk pada tradisi penggunaannya sebagai obat herbal untuk meredakan gangguan pernapasan. Daunnya yang berbentuk bulat menyerupai tapak kuda muncul setelah bunga layu, dengan permukaan atas hijau dan permukaan bawah berbulu halus keputihan—ciri khas yang menjadi asal usul nama umumnya.
Tanaman ini suka banget sama tempat yang agak lembap, tanah berpasir, atau area bekas galian. Sering ditemukan di pinggiran sungai, lereng, atau lahan kosong yang baru saja terganggu tanahnya. Karakteristik/ciri-ciri Kaki Kuda (Tussilago farfara):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Bunga | Mirip bunga matahari versi mini dengan warna kuning cerah. Uniknya, bunganya muncul duluan di awal musim semi sebelum daunnya sempat tumbuh. |
| Daun | Bentuknya lebar kayak telapak kaki kuda (makanya namanya Kaki Kuda). Bagian atas daun warnanya hijau, sedangkan bagian bawahnya tertutup bulu halus putih seperti kapas. |
| Batang | Tumbuh tegak, diselimuti sisik-sisik kemerahan atau kecokelatan, dan biasanya punya tekstur berbulu halus. |
| Akar | Punya sistem perakaran rimpang (rhizome) yang menjalar cukup panjang di bawah tanah, bikin tanaman ini gampang banget menyebar dan koloni di satu area. |
| Buah | Berbentuk silindris dengan rambut-rambut halus (pappus) yang bikin bijinya gampang terbang terbawa angin. |
5 Manfaat Kaki Kuda untuk kesehatan.
Mukilago/polisakarida membentuk lapisan pelindung pada mukosa faring sehingga mengurangi rangsangan iritatif; flavonoid dan tussilagone bekerja sebagai anti-inflamasi lokal dengan menekan mediator seperti TNF-α dan IL-6.
Tussilagone menghambat aktivasi NF-κB melalui penurunan fosforilasi IκB-α dan translokasi p65 ke inti, sehingga menekan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Secara bersamaan, aktivasi Nrf2/HO-1 meningkatkan pertahanan antioksidan seluler.
Klorogenat dan flavonoid seperti kaempferol/quercetin berinteraksi dengan membran sel bakteri, menghambat enzim DNA gyrase, serta mengganggu pembentukan biofilm. Aktivitas antijamur diduga terkait permeabilisasi membran sel jamur.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kaki Kuda.
Interaksi & Kontraindikasi Kaki Kuda dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Kaki Kuda (Tussilago farfara) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan untuk meredakan batuk dan masalah pernapasan, namun mengandung senyawa kimia berbahaya bernama alkaloid pirolizidin (PA). Senyawa ini dikenal bersifat hepatotoksik, yang berarti dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi. Alkaloid pirolizidin dimetabolisme di dalam hati menjadi zat perantara reaktif yang dapat merusak sel-sel hati, memicu kondisi seperti penyakit oklusi pembuluh darah hati (veno-occlusive disease), sirosis, hingga gagal hati fatal.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kaki Kuda.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kaki Kuda.