Advertisement
Coltsfoot (Tussilago farfara) adalah tumbuhan berbunga tahunan dari famili Asteraceae yang mudah dikenali dari bunganya yang berwarna kuning cerah, menyerupai dandelion, dan muncul lebih dahulu sebelum daunnya berkembang. Nama genus Tussilago berasal dari bahasa Latin tussis (batuk) dan agere (mengusir), merujuk pada tradisi penggunaannya sebagai obat herbal untuk meredakan gangguan pernapasan. Daunnya yang berbentuk bulat menyerupai tapak kuda muncul setelah bunga layu, dengan permukaan atas hijau dan permukaan bawah berbulu halus keputihan—ciri khas yang menjadi asal usul nama umumnya.
Advertisement
Tumbuhan ini banyak ditemukan di Eropa, Asia, dan sebagian Afrika Utara, serta dinaturalisasi di Amerika Utara. Coltsfoot (Tussilago farfara) menyukai tanah lembap, tanah liat, serta area terbuka seperti tepi sungai, pinggir jalan, dan lahan bekas gangguan. Karena sifatnya yang kolonial dan rimpangnya yang menyebar luas, tumbuhan ini sering dianggap invasif di beberapa wilayah. Meskipun demikian, secara ekologis ia berperan sebagai tumbuhan perintis yang membantu stabilisasi tanah dan menyediakan nektar bagi serangga penyerbuk pada awal musim semi.
Dalam pengobatan tradisional, daun dan bunga coltsfoot digunakan sebagai ekspektoran, anti-inflamasi, dan pelunak tenggorokan, terutama untuk mengatasi batuk, bronkitis, dan asma ringan. Namun, perlu diingat bahwa tumbuhan ini mengandung alkaloid pirolizidin, seperti senkirkin, yang bersifat hepatotoksik bila dikonsumsi dalam jumlah besar atau dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan Tussilago farfara sebagai herbal modern umumnya dibatasi atau diolah untuk mengurangi kadar senyawa berbahaya tersebut, dan konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan sebelum digunakan.
Manfaat Coltsfoot untuk kesehatan.
Mukilago/polisakarida membentuk lapisan pelindung pada mukosa faring sehingga mengurangi rangsangan iritatif; flavonoid dan tussilagone bekerja sebagai anti-inflamasi lokal dengan menekan mediator seperti TNF-α dan IL-6.
Tussilagone menghambat aktivasi NF-κB melalui penurunan fosforilasi IκB-α dan translokasi p65 ke inti, sehingga menekan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Secara bersamaan, aktivasi Nrf2/HO-1 meningkatkan pertahanan antioksidan seluler.
Klorogenat dan flavonoid seperti kaempferol/quercetin berinteraksi dengan membran sel bakteri, menghambat enzim DNA gyrase, serta mengganggu pembentukan biofilm. Aktivitas antijamur diduga terkait permeabilisasi membran sel jamur.
Asam kafeoilkuinat dan flavonoid menangkap radikal bebas, mengkhelat logam transisi, dan meningkatkan regulasi Nrf2 yang mengaktivasi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan HO-1.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Coltsfoot.