Kaki Kuda

Coltsfoot | Tussilago farfara
Nama
Kaki Kuda (Coltsfoot)
Nama Latin/Ilmiah
Tussilago farfara
Bagian Digunakan
Daun, Bunga
Rasa
Pahit, manis
Nama Lain
Huflattich (Germany), Pas-d'âne (France), Farfara (Italy), Klein hoefblad (Netherlands)
Asal
Eropa, Asia, Afrika Utara
Kandungan Utama
Mukus, tanin, minyak atsiri, flavonoid, alkaloid pirolizidin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kaki Kuda

Coltsfoot (Tussilago farfara) adalah tumbuhan berbunga tahunan dari famili Asteraceae yang mudah dikenali dari bunganya yang berwarna kuning cerah, menyerupai dandelion, dan muncul lebih dahulu sebelum daunnya berkembang. Nama genus Tussilago berasal dari bahasa Latin tussis (batuk) dan agere (mengusir), merujuk pada tradisi penggunaannya sebagai obat herbal untuk meredakan gangguan pernapasan. Daunnya yang berbentuk bulat menyerupai tapak kuda muncul setelah bunga layu, dengan permukaan atas hijau dan permukaan bawah berbulu halus keputihan—ciri khas yang menjadi asal usul nama umumnya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 07 Sep 2026 - 18:42:57
 

II. Ciri-ciri Kaki Kuda

Tanaman ini suka banget sama tempat yang agak lembap, tanah berpasir, atau area bekas galian. Sering ditemukan di pinggiran sungai, lereng, atau lahan kosong yang baru saja terganggu tanahnya. Karakteristik/ciri-ciri Kaki Kuda (Tussilago farfara):

Bagian Ciri-Ciri
Bunga Mirip bunga matahari versi mini dengan warna kuning cerah. Uniknya, bunganya muncul duluan di awal musim semi sebelum daunnya sempat tumbuh.
Daun Bentuknya lebar kayak telapak kaki kuda (makanya namanya Kaki Kuda). Bagian atas daun warnanya hijau, sedangkan bagian bawahnya tertutup bulu halus putih seperti kapas.
Batang Tumbuh tegak, diselimuti sisik-sisik kemerahan atau kecokelatan, dan biasanya punya tekstur berbulu halus.
Akar Punya sistem perakaran rimpang (rhizome) yang menjalar cukup panjang di bawah tanah, bikin tanaman ini gampang banget menyebar dan koloni di satu area.
Buah Berbentuk silindris dengan rambut-rambut halus (pappus) yang bikin bijinya gampang terbang terbawa angin.

III. Manfaat Kaki Kuda

5 Manfaat Kaki Kuda untuk kesehatan.

  1. Batuk kering dan iritasi saluran pernapasan atas (penggunaan tradisional)

    Mukilago/polisakarida membentuk lapisan pelindung pada mukosa faring sehingga mengurangi rangsangan iritatif; flavonoid dan tussilagone bekerja sebagai anti-inflamasi lokal dengan menekan mediator seperti TNF-α dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Mucilage/polisakarida, Tussilagone, Kaempferol
    Tampilkan
  2. Inflamasi saluran napas / bronkitis akut (data praklinis)

    Tussilagone menghambat aktivasi NF-κB melalui penurunan fosforilasi IκB-α dan translokasi p65 ke inti, sehingga menekan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Secara bersamaan, aktivasi Nrf2/HO-1 meningkatkan pertahanan antioksidan seluler.

    Senyawa Aktif: Tussilagone, Kaempferol, 3,5-Dicaffeoylquinic acid
    Tampilkan
  3. Antimikroba untuk infeksi oral dan respiratorik

    Klorogenat dan flavonoid seperti kaempferol/quercetin berinteraksi dengan membran sel bakteri, menghambat enzim DNA gyrase, serta mengganggu pembentukan biofilm. Aktivitas antijamur diduga terkait permeabilisasi membran sel jamur.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Kaki Kuda

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kaki Kuda.

  1. Tussilagone

    Golongan: Seskuiterpenoid
    Bagian Tanaman: Kuncup bunga (Farfarae Flos)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Melalui Penghambatan NF-κB, INOS, Dan COX-2; Efek Vasorelaksan Dan Kardioprotektif Pada Model Hewan..
    Tampilkan
  2. Golongan: Alkaloid pirolizidina
    Bagian Tanaman: Daun dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Tidak Memiliki Aktivitas Terapeutik Yang Bermanfaat; Bersifat Hepatotoksik Dan Diduga Karsinogenik Melalui Pembentukan DNA-adduct..
    Tampilkan
  3. Golongan: Alkaloid pirolizidina
    Bagian Tanaman: Daun dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Toksisitas Hepatik; Merusak Endotel Sinusoidal Hati Dan Dapat Menyebabkan Sirosis Hati Pada Studi Hewan..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kaki Kuda

Interaksi & Kontraindikasi Kaki Kuda dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan insidental pada dewasa sehat tanpa penyakit hati dan tanpa obat hepatotoksik

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan rutin dan jangka panjang. Meskipun sekali pakai pada orang sehat berisiko rendah, Tussilago farfara mengandung pyrrolizidine alkaloids (PA) yang bersifat hepatotoksik dan dapat terakumulasi. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum digunakan.

  2. Riwayat alergi terhadap tumbuhan famili Asteraceae (misalnya ragweed, krisan, marigold, bunga matahari)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan. Dapat memicu reaksi hipersensitivitas seperti dermatitis kontak, rinitis alergi, atau memperburuk asma.

  3. Konsumsi bersamaan dengan alkohol

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi ini. Alkohol dan kandungan PA dalam Tussilago farfara sama-sama meningkatkan beban metabolik hati, sehingga memperbesar risiko kerusakan hati.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Kaki Kuda

Kaki Kuda (Tussilago farfara) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan untuk meredakan batuk dan masalah pernapasan, namun mengandung senyawa kimia berbahaya bernama alkaloid pirolizidin (PA). Senyawa ini dikenal bersifat hepatotoksik, yang berarti dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi. Alkaloid pirolizidin dimetabolisme di dalam hati menjadi zat perantara reaktif yang dapat merusak sel-sel hati, memicu kondisi seperti penyakit oklusi pembuluh darah hati (veno-occlusive disease), sirosis, hingga gagal hati fatal.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Kaki Kuda

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kaki Kuda.

  1. Tinjauan fitokimia dan farmakologi tanaman Kaki Kuda sebagai antiinflamasi bronkial

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Kaki Kuda menunjukkan efek antiinflamasi dan antitusif melalui penghambatan NF-κB, TNF-α, dan IL-6. Kandungan tussilagon dan flavonoid merupakan senyawa yang paling berperan dalam efek farmakologisnya.
    Tampilkan
  2. Tussilagone melindungi cedera paru akut pada mencit melalui jalur Nrf2/NF-κB

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian tussilagone mengurangi edema paru serta menurunkan sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-6. Efek ini berkaitan dengan peningkatan ekspresi HO-1 dan penghambatan fosforilasi NF-κB p65.
    Tampilkan
  3. Efek pencegahan tussilagone terhadap perubahan seperti PPOK yang diinduksi asap rokok pada tikus

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Tussilagone menekan inflamasi saluran napas, mencegah remodeling saluran napas, dan mengurangi apoptosis sel epitel bronkial. Efek ini menunjukkan potensi perlindungan terhadap penyakit paru obstruktif kronis.
    Tampilkan

VIII. FAQ Kaki Kuda

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kaki Kuda.

Apa kandungan fitokimia utama pada Kaki Kuda (Tussilago farfara)?
Tussilago farfara mengandung mucilage (polisakarida), flavonoid (rutin, kaempferol), tanin, minyak atsiri, dan alkaloid pirrolizidina (PA) seperti senkirkin yang bersifat hepatotoksik. Menurut European Medicines Agency (EMA), PA menjadi senyawa pembatas keamanan penggunaan herbal ini.
Apakah Kaki Kuda aman dikonsumsi setiap hari sebagai teh herbal?
Tidak aman. Konsumsi harian atau jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan hati karena akumulasi alkaloid pirrolizidina. Bundesinstitut für Arzneimittel und Medizinprodukte (BfArM) menyatakan bahwa paparan PA harus dibatasi seminimal mungkin, dan produk dengan kandungan PA tidak boleh digunakan terus-menerus.
Apakah Kaki Kuda boleh digunakan oleh ibu hamil atau menyusui?
Tidak boleh. European Medicines Agency (EMA) dan BfArM mengategorikan Tussilago farfara sebagai kontraindikasi pada kehamilan dan laktasi karena alkaloid pirrolizidina dapat menembus plasenta serta masuk ke dalam ASI, sehingga berisiko menyebabkan toksisitas hati pada janin atau bayi.
Bolehkah Kaki Kuda diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Anak-anak lebih rentan terhadap toksisitas alkaloid pirrolizidina; beberapa laporan kasus menghubungkan konsumsi herbal mengandung PA dengan sindrom veno-oklusi hepatik (VOD) pada bayi dan anak. World Health Organization (WHO) mengingatkan bahwa herbal dengan PA tidak aman untuk pediatri.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan Kaki Kuda?
Efek samping utama adalah hepatotoksisitas, termasuk perlemakan hati, fibrosis, dan veno-oklusi hepatik. Gejala awal bisa berupa mual, muntah, nyeri perut, dan jaundice. International Agency for Research on Cancer (IARC) mencatat bahwa beberapa alkaloid pirrolizidina bersifat karsinogenik pada hewan coba, sehingga penggunaannya harus dihindari.
Apakah Kaki Kuda terbukti efektif untuk mengobati batuk?
Secara tradisional digunakan untuk batuk kering karena efek emolien dari mucilage. EMA mengakui penggunaan jangka pendek untuk batuk tidak produktif, namun bukti klinis pada manusia masih terbatas. Mengingat risiko PA yang signifikan, penggunaannya tidak disarankan sebagai pilihan utama; obat alternatif yang lebih aman lebih dianjurkan.
Bagaimana interaksi Kaki Kuda dengan obat-obatan atau kondisi kesehatan tertentu?
Belum banyak penelitian mengenai interaksi obat. Karena alkaloid pirrolizidina dimetabolisme di hati, ada potensi perubahan metabolisme obat yang diproses oleh enzim CYP450. EMA menyarankan kewaspadaan pada pasien dengan gangguan hati; hindari pula konsumsi alkohol atau obat hepatotoksik lain.
Bagian mana dari Kaki Kuda yang lebih aman untuk digunakan, bunga atau daun?
Tidak ada bagian yang dapat dianggap aman tanpa analisis kadar alkaloid pirrolizidina. Meskipun konsentrasi PA dapat bervariasi antara bunga dan daun, EMA menetapkan batas maksimum PA yang sama untuk produk jadi. Oleh karena itu, yang terpenting adalah memastikan produk yang digunakan telah diuji untuk memenuhi batas tersebut.
Bagaimana status hukum dan regulasi Kaki Kuda di berbagai negara?
Beberapa negara, seperti Jerman dan Kanada, telah membatasi atau melarang produk Tussilago farfara karena mengandung alkaloid pirrolizidina. Di Uni Eropa terdapat regulasi ketat terkait batas PA pada bahan baku herbal. BfArM telah menyatakan bahwa sebagian besar produk Tussilago di pasaran tidak memenuhi syarat keamanan. Di Indonesia belum ada regulasi spesifik, sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati.

Wortel Liar

Daucus carota

Blessed Thistle

Cnicus benedictus

Cari: