Camu Camu

Myrciaria dubia
Nama
Camu Camu
Nama Latin/Ilmiah
Myrciaria dubia
Bagian Digunakan
Buah
Rasa
Asam
Nama Lain
Caçari (Brasil), araçá-d'água (Brasil), guayabara (Venezuela), guayabo de agua (Kolombia).
Asal
Asal usul Camu Camu (Myrciaria dubia) adalah hutan hujan Amazon, terutama di Peru, Brasil, Kolombia, dan Venezuela.
Kandungan Utama
Vitamin C, antosianin, flavonoid, karotenoid, asam amino, dan mineral (kalium, kalsium, zat besi)

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Camu Camu

Camu camu (Myrciaria dubia) adalah tumbuhan perdu yang berasal dari kawasan hutan hujan Amazon, terutama tumbuh liar di sepanjang tepi sungai-sungai di Peru, Brasil, Kolombia, dan Venezuela. Tanaman ini menyukai tanah yang tergenang air secara musiman, sehingga sering ditemukan di dataran rendah yang lembap. Meskipun buahnya berukuran kecil dengan diameter sekitar 1–3 sentimeter dan berwarna merah cerah hingga keunguan saat matang, buah ini memiliki rasa yang sangat asam akibat kandungan asam organiknya yang tinggi. Karena daya tahannya yang luar biasa, Myrciaria dubia menjadi salah satu spesies penting dalam ekosistem riparian Amazon.

Baca Lebih Lanjut
Update: 19 Sep 2026 - 00:40:41
 

II. Ciri-ciri Camu Camu

Tumbuh subur di daerah rawa-rawa atau sepanjang pinggiran sungai di hutan hujan Amazon (seperti di Peru, Brasil, dan Kolombia). Tanaman ini sangat suka tanah yang tergenang air secara musiman dan butuh sinar matahari yang cukup. Karakteristik/ciri-ciri Camu Camu (Myrciaria dubia):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Pohon perdu yang bisa tumbuh setinggi 3 sampai 8 meter.
Batang Kulit batang halus, berwarna cokelat kemerahan atau abu-abu, dan sering kali terkelupas tipis.
Daun Berbentuk lonjong atau lanset dengan ujung meruncing, berwarna hijau tua mengilap, dan ukurannya sekitar 3-20 cm.
Bunga Bunga berwarna putih, beraroma harum, dan memiliki benang sari yang banyak, biasanya muncul dalam kelompok kecil.
Buah Berbentuk bulat kecil dengan diameter 2-3 cm, kulitnya tipis berwarna merah tua hingga ungu kehitaman saat matang.
Daging Buah Teksturnya lunak, berair, dan punya rasa yang sangat asam.
Biji Biasanya ada 1 sampai 2 biji berukuran cukup besar di dalam buahnya.

III. Manfaat Camu Camu

8 Manfaat Camu Camu untuk kesehatan.

  1. Stres oksidatif / kebutuhan antioksidan sistemik

    Senyawa polifenolat dan asam askorbat dalam Myrciaria dubia menetralkan radikal bebas, mendonorkan elektron dan hidrogen, mengkhelat logam transisi, serta mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2 sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx). Vitamin C juga meregenerasi α-tokoferol.

    Senyawa Aktif: Asam Askorbat, Rutin, Proantosianidin tipe-B
    Tampilkan
  2. Inflamasi kronis dan inflamasi metabolik

    Menghambat translokasi NF-κB ke nukleus melalui penekanan fosforilasi IκBα; menurunkan transkripsi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan IL-6; menghambat jalur MAPK p38/JNK; efek antioksidan intraseluler menurunkan sinyal ROS yang memicu inflamasi.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Asam elagat, Ellagitannin
    Tampilkan
  3. Dislipidemia dan kesehatan kardiometabolik

    Menghambat HMG-CoA reduktase dan absorbsi kolesterol usus; meningkatkan aktivasi AMPK dan ekspresi LDLR; antosianin menekan sintesis trigliserida hati; vitamin C melindungi LDL dari oksidasi.

    Senyawa Aktif: Cyanidin-3-glukosida, Delphinidin-3-glukosida, Asam Galat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Camu Camu

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Camu Camu.

  1. Golongan: Vitamin / asam organik
    Bagian Tanaman: Buah (pulp dan kulit)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Kofaktor Biosintesis Kolagen; Meningkatkan Absorpsi Zat Besi Non-heme; Suplementasi Vitamin C Murni Terbukti Mengurangi Durasi Common Cold Pada Penggunaan Rutin..
    Tampilkan
  2. Quercetin dan quercetin-3-O-glukosida/ramnosida

    Golongan: Flavonoid (flavonol glikosida)
    Bagian Tanaman: Buah (pulp dan kulit)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Vasoprotektif; Suplemen Quercetin Murni Telah Dikaitkan Dengan Penurunan Tekanan Darah Pada Meta-analisis Uji Klinis, Tetapi Hal Ini Tidak Bisa Langsung Diatribusikan Pada Camu-camu..
    Tampilkan
  3. Golongan: Polifenol (asam fenolat / ellagitannin-derived)
    Bagian Tanaman: Buah (kulit dan pulp)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiproliferatif Pada Berbagai Lini Sel Tumor; Antimikroba; Menghambat Inflamasi Pada Model In Vitro Dan Hewan..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Camu Camu

Interaksi & Kontraindikasi Camu Camu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Gastritis atau GERD

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi dalam jumlah kecil bersama makanan; jika gejala asam lambung memburuk, hentikan penggunaan.

  2. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kombinasi ini meningkatkan penyerapan zat besi. Bermanfaat pada defisiensi besi, tetapi perlu dihindari bila kadar feritin sudah tinggi.

  3. Aspirin dosis tinggi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aspirin dosis tinggi dapat meningkatkan pengeluaran vitamin C melalui urine; pastikan asupan vitamin C tetap cukup.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+10)

VI. Efek Samping Camu Camu

Camu camu (Myrciaria dubia) dikenal sebagai buah dengan kandungan vitamin C yang sangat tinggi, namun konsumsi berlebihan dapat memicu berbagai efek samping pada saluran pencernaan. Asam askorbat yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah masif (dosis tinggi) seringkali tidak terserap sepenuhnya di usus halus, sehingga menarik air ke dalam lumen usus secara osmotik dan menyebabkan gangguan gastrointestinal seperti diare, mual, kram perut, serta gangguan pencernaan ringan lainnya [1]. Selain itu, kelebihan vitamin C ini dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang bagi individu dengan riwayat tukak lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat memperparah gejala nyeri ulu hati dan sensasi terbakar di dada [2].

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Camu Camu

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Camu Camu.

  1. Meta-analisis Efek Suplementasi Camu Camu (Myrciaria dubia) terhadap Faktor Risiko Kardiometabolik

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Suplementasi camu camu secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik, kolesterol total, dan LDL, serta meningkatkan kapasitas antioksidan. Tidak ada efek signifikan pada glukosa darah puasa.
    Tampilkan
  2. Efek Camu Camu (Myrciaria dubia) terhadap Tekanan Darah dan Stres Oksidatif pada Dewasa Overweight: Uji Acak Terkendali

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Konsumsi camu camu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, serta menurunkan penanda stres oksidatif (MDA) dibandingkan plasebo. Efek lebih besar pada partisipan dengan hipertensi tahap 1.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Jus Camu Camu (Myrciaria dubia) terhadap Profil Lipid dan Status Antioksidan pada Pasien Dislipidemia: Uji Klinis Acak

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Jus camu camu menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan HDL dan vitamin C plasma. Tidak ada efek samping serius.
    Tampilkan

VIII. FAQ Camu Camu

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Camu Camu.

Apa kandungan utama Camu Camu (Myrciaria dubia) dan mengapa bermanfaat bagi tubuh?
Camu camu merupakan salah satu sumber vitamin C alami tertinggi di dunia; setiap 100 g buah segar dapat mengandung sekitar 1.500–3.000 mg vitamin C. Buah ini juga kaya polifenol seperti ellagic acid, rutin, quercetin, antosianin, serta karotenoid. Kombinasi vitamin C dan polifenol menghasilkan efek antioksidan yang kuat dan saling mendukung. Rujukan: Fidelis et al., 2018, Food Research International; Yuyama et al., 2002.
Bagaimana cara mengonsumsi Camu Camu dalam kehidupan sehari-hari?
Camu camu dapat dikonsumsi sebagai jus dari buah atau pulp beku, dicampur smoothie, atau dalam bentuk bubuk kering yang dilarutkan dalam air, yogurt, atau sereal. Tidak ada dosis harian baku; uji klinis pada orang dewasa menggunakan 70–100 mL jus camu camu per hari atau sekitar 1–2 g bubuk, yang setara dengan 500–1.000 mg vitamin C. Mulailah dari porsi kecil, hindari pemanasan tinggi, dan batasi tambahan gula agar manfaat fitokimianya tetap optimal. Rujukan: Inoue et al., 2008, Journal of Nutritional Science and Vitaminology.
Apakah Camu Camu aman dikonsumsi setiap hari? Apa efek sampingnya?
Dalam jumlah normal sebagai makanan, camu camu aman untuk sebagian besar orang. Efek samping muncul terutama pada dosis vitamin C tinggi, umumnya di atas 1.000 mg per hari, berupa diare, mual, nyeri perut, dan perut kembung. Karena rasanya sangat asam, konsumsi jus pekat tanpa pengenceran secara rutin dapat mengikis enamel gigi. Individu dengan riwayat batu ginjal oksalat juga perlu berhati-hati karena kelebihan vitamin C dapat meningkatkan ekskresi oksalat. Rujukan: NIH Office of Dietary Supplements, Vitamin C Fact Sheet.
Bisakah Camu Camu digunakan sebagai obat untuk penyakit tertentu?
Camu camu tidak termasuk obat dan tidak dapat menggantikan terapi medis. Dalam literatur ilmiah ia disebut sebagai pangan fungsional: uji klinis kecil menunjukkan konsumsi jus camu camu dapat menurunkan stres oksidatif dan meningkatkan status antioksidan pada perokok, serta berpotensi membantu perbaikan profil lipid darah. Namun, bukti masih terbatas dan hasilnya sangat bergantung pada dosis serta kondisi individu. Rujukan: Inoue et al., 2008; Fidelis et al., 2018, Food Research International.
Apakah Camu Camu aman untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui?
Belum ada bukti keamanan yang cukup untuk suplemen camu camu pekat pada bayi, anak kecil, ibu hamil, dan ibu menyusui. Untuk ibu hamil dan menyusui, kebutuhan vitamin C sebaiknya dipenuhi dari makanan umum seperti jambu, jeruk, dan paprika, bukan dari ekstrak dosis tinggi. Bayi di bawah 1 tahun sebaiknya tidak diberikan camu camu karena keasamannya dan risiko gangguan pencernaan. Jika ingin diberikan pada anak, konsultasikan dulu kepada dokter anak dan mulai dari porsi sangat kecil. Rujukan: Natural Medicines, Camu Camu Professional Monograph.
Dapatkah Camu Camu meningkatkan penyerapan zat besi dan membantu mengatasi anemia?
Ya, vitamin C dalam camu camu dapat meningkatkan penyerapan zat besi non-heme dari makanan nabati dengan mempertahankan besi dalam bentuk ferro yang lebih mudah diserap di usus. Mengonsumsi camu camu bersama menu tinggi zat besi dari kacang-kacangan, tahu, atau sayuran hijau berdaun gelap dapat mendukung pencegahan anemia defisiensi besi. Namun, orang dengan penyakit kelebihan zat besi seperti hemokromatosis harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi vitamin C dosis tinggi. Rujukan: Collings et al., 2013, British Journal of Nutrition.
Apakah Camu Camu dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Potensi interaksi camu camu dengan obat belum banyak diteliti, tetapi kandungan vitamin C dan polifenolnya dapat memengaruhi obat tertentu. Vitamin C dosis tinggi dapat mengganggu pemeriksaan laboratorium, misalnya tes glukosa dalam urin, dan meningkatkan penyerapan zat besi. Polifenol camu camu juga berpotensi memengaruhi enzim CYP450 yang berperan dalam metabolisme banyak obat. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika Anda sedang menggunakan antikoagulan, obat kemoterapi, atau suplemen zat besi. Rujukan: Natural Medicines, Camu Camu Professional Monograph.
Apa manfaat Camu Camu untuk kesehatan umum dan daya tahan tubuh?
Vitamin C berperan penting dalam fungsi sel imun, pembentukan kolagen, dan perlindungan sel dari kerusakan oksidatif. Kandungan polifenol camu camu juga memberikan efek antioksidan yang dapat mengurangi peroksidasi lipid dan penanda stres oksidatif. Terkait flu, tinjauan Cochrane menyimpulkan bahwa suplementasi vitamin C secara rutin tidak mencegah pilek pada populasi umum, tetapi dapat memperpendek durasi pilek pada sebagian orang. Rujukan: Hemilä & Chalker, 2013, Cochrane Database of Systematic Reviews.

Palem Acai

Euterpe oleracea

Guarana

Paullinia cupana

Cari: