Advertisement
Camu camu (Myrciaria dubia) adalah tumbuhan perdu yang berasal dari kawasan hutan hujan Amazon, terutama tumbuh liar di sepanjang tepi sungai-sungai di Peru, Brasil, Kolombia, dan Venezuela. Tanaman ini menyukai tanah yang tergenang air secara musiman, sehingga sering ditemukan di dataran rendah yang lembap. Meskipun buahnya berukuran kecil dengan diameter sekitar 1–3 sentimeter dan berwarna merah cerah hingga keunguan saat matang, buah ini memiliki rasa yang sangat asam akibat kandungan asam organiknya yang tinggi. Karena daya tahannya yang luar biasa, Myrciaria dubia menjadi salah satu spesies penting dalam ekosistem riparian Amazon.
Tumbuh subur di daerah rawa-rawa atau sepanjang pinggiran sungai di hutan hujan Amazon (seperti di Peru, Brasil, dan Kolombia). Tanaman ini sangat suka tanah yang tergenang air secara musiman dan butuh sinar matahari yang cukup. Karakteristik/ciri-ciri Camu Camu (Myrciaria dubia):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Pohon perdu yang bisa tumbuh setinggi 3 sampai 8 meter. |
| Batang | Kulit batang halus, berwarna cokelat kemerahan atau abu-abu, dan sering kali terkelupas tipis. |
| Daun | Berbentuk lonjong atau lanset dengan ujung meruncing, berwarna hijau tua mengilap, dan ukurannya sekitar 3-20 cm. |
| Bunga | Bunga berwarna putih, beraroma harum, dan memiliki benang sari yang banyak, biasanya muncul dalam kelompok kecil. |
| Buah | Berbentuk bulat kecil dengan diameter 2-3 cm, kulitnya tipis berwarna merah tua hingga ungu kehitaman saat matang. |
| Daging Buah | Teksturnya lunak, berair, dan punya rasa yang sangat asam. |
| Biji | Biasanya ada 1 sampai 2 biji berukuran cukup besar di dalam buahnya. |
8 Manfaat Camu Camu untuk kesehatan.
Senyawa polifenolat dan asam askorbat dalam Myrciaria dubia menetralkan radikal bebas, mendonorkan elektron dan hidrogen, mengkhelat logam transisi, serta mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2 sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx). Vitamin C juga meregenerasi α-tokoferol.
Menghambat translokasi NF-κB ke nukleus melalui penekanan fosforilasi IκBα; menurunkan transkripsi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan IL-6; menghambat jalur MAPK p38/JNK; efek antioksidan intraseluler menurunkan sinyal ROS yang memicu inflamasi.
Menghambat HMG-CoA reduktase dan absorbsi kolesterol usus; meningkatkan aktivasi AMPK dan ekspresi LDLR; antosianin menekan sintesis trigliserida hati; vitamin C melindungi LDL dari oksidasi.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Camu Camu.
Interaksi & Kontraindikasi Camu Camu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Camu camu (Myrciaria dubia) dikenal sebagai buah dengan kandungan vitamin C yang sangat tinggi, namun konsumsi berlebihan dapat memicu berbagai efek samping pada saluran pencernaan. Asam askorbat yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah masif (dosis tinggi) seringkali tidak terserap sepenuhnya di usus halus, sehingga menarik air ke dalam lumen usus secara osmotik dan menyebabkan gangguan gastrointestinal seperti diare, mual, kram perut, serta gangguan pencernaan ringan lainnya [1]. Selain itu, kelebihan vitamin C ini dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang bagi individu dengan riwayat tukak lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat memperparah gejala nyeri ulu hati dan sensasi terbakar di dada [2].
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Camu Camu.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Camu Camu.