Kasifikasi ilmiah Camu Camu (Myrciaria dubia)
Author: (Kunth) McVaugh
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Myrtales |
| Famili: | Myrtaceae |
| Subfamili: | Myrtoideae |
| Tribus: | Myrteae |
| Genus: | Myrciaria |
| Spesies: | Myrciaria dubia |
Myrciaria dubia, atau yang lebih akrab dikenal dengan nama Camu Camu, adalah tanaman perdu asli dari hutan hujan tropis Amazon, khususnya di daerah rawa-rawa yang sering terendam air. Tanaman ini sangat populer belakangan ini karena buahnya yang berbentuk bulat kecil berwarna merah keunguan dikenal sebagai salah satu sumber vitamin C alami terkaya di dunia, jauh melampaui buah jeruk atau lemon pada umumnya.
Selain kandungan vitamin C yang luar biasa, buah camu-camu juga sarat dengan antioksidan seperti flavonoid dan antosianin yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Karena rasanya yang sangat asam dan cenderung getir, buah ini jarang dikonsumsi langsung, melainkan lebih sering diolah menjadi bubuk, suplemen, atau bahan campuran minuman jus untuk meningkatkan sistem imun dan melawan peradangan.
Advertisement