Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Meta-analisis Efek Suplementasi Camu Camu (Myrciaria dubia) terhadap Faktor Risiko Kardiometabolik

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-analisis
    Sampel:
    7 uji acak terkendali, 412 partisipan dewasa dengan overweight/obesitas atau dislipidemia
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 150-500 mL jus/hari atau 500-1000 mg ekstrak/hari selama 4-12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi camu camu secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik, kolesterol total, dan LDL, serta meningkatkan kapasitas antioksidan. Tidak ada efek signifikan pada glukosa darah puasa.
  2. Efek Camu Camu (Myrciaria dubia) terhadap Tekanan Darah dan Stres Oksidatif pada Dewasa Overweight: Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji acak terkendali (RCT) double-blind placebo-controlled
    Sampel:
    40 orang dewasa overweight/obesitas, usia 30-60 tahun
    Dosis/Durasi:
    300 mL jus camu camu/hari selama 6 minggu.
    Temuan:
    Konsumsi camu camu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, serta menurunkan penanda stres oksidatif (MDA) dibandingkan plasebo. Efek lebih besar pada partisipan dengan hipertensi tahap 1.
  3. Pengaruh Jus Camu Camu (Myrciaria dubia) terhadap Profil Lipid dan Status Antioksidan pada Pasien Dislipidemia: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji acak terkendali (RCT)
    Sampel:
    50 pasien dislipidemia, usia 40-65 tahun
    Dosis/Durasi:
    200 mL jus/hari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Jus camu camu menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan HDL dan vitamin C plasma. Tidak ada efek samping serius.
  4. Vitamin C dari Camu Camu (Myrciaria dubia) Meningkatkan Fungsi Endotel pada Pria Overweight: Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji acak terkendali (RCT) crossover
    Sampel:
    25 pria overweight, usia 25-50 tahun
    Dosis/Durasi:
    150 mL jus camu camu/hari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Konsumsi camu camu meningkatkan pelebaran arteri brachialis yang dimediasi aliran (FMD) dan menurunkan adhesi monosit. Efek terkait dengan peningkatan kadar vitamin C plasma.
  5. Konsumsi Camu Camu (Myrciaria dubia) Mengurangi Stres Oksidatif Postprandial pada Dewasa Sehat: Uji Crossover Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji acak terkendali (RCT) crossover
    Sampel:
    20 dewasa sehat, usia 20-40 tahun
    Dosis/Durasi:
    150 mL jus camu camu setelah makan tinggi lemak.
    Temuan:
    Jus camu camu setelah makan menurunkan kadar MDA dan meningkatkan kapasitas antioksidan plasma postprandial dibandingkan minuman kontrol. Efek bertahan hingga 4 jam.
  6. Ekstrak Buah Camu Camu (Myrciaria dubia) Mengurangi Stres Oksidatif dan Inflamasi pada Tikus Zucker Obes

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental hewan
    Sampel:
    30 tikus Zucker obese dan 15 tikus lean
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg BB/hari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak camu camu menurunkan kadar MDA, TNF-α, dan IL-6 di hati dan jaringan adiposa, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan (SOD, CAT). Tidak mengubah berat badan secara signifikan.
  7. Keamanan dan Khasiat Ekstrak Camu Camu (Myrciaria dubia) pada Relawan Sehat: Uji Fase I Acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji klinis fase I, acak, double-blind, placebo-controlled
    Sampel:
    30 relawan sehat, usia 18-45 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg atau 1000 mg ekstrak/hari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak camu camu ditoleransi baik tanpa efek samping serius. Terjadi peningkatan kadar vitamin C plasma dan penurunan penanda inflamasi (CRP) pada dosis tinggi.
  8. Fitokimia dan Aktivitas Biologis Myrciaria dubia (Camu Camu): Tinjauan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Tinjauan (Review)
    Sampel:
    Tidak berlaku (analisis literatur)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku.
    Temuan:
    Camu camu kaya akan vitamin C, antosianin, dan ellagitannin, dengan aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, antimikroba, dan antidiabetes yang kuat. Bukti klinis masih terbatas pada studi kecil.

Advertisement


Cari: