Advertisement
Buchu merupakan tumbuhan perdu endemik dari wilayah Cape Floristic Region di Afrika Selatan, tepatnya tumbuh liar di lereng-lereng berbatu dan tanah berpasir yang lembap secara musiman. Tanaman ini memiliki daun kecil berbentuk bundar telur hingga lanset dengan kelenjar minyak yang terlihat sebagai titik-titik transparan saat terkena cahaya. Ketika daun diremas, bau khas yang tajam dan aromatik langsung terlepas, menyerupai campuran buah blackcurrant, mint, dan rempah. Dalam sistem klasifikasi botani, Agathosma betulina termasuk keluarga Rutaceae, sehingga masih berkerabat dekat dengan jeruk dan tanaman citrus lainnya. Nama "buchu" sendiri berasal dari bahasa Khoikhoi yang merujuk pada tanaman berkhasiat obat, dan telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat asli Afrika Selatan sebagai tonik kesehatan.
Tumbuhan ini aslinya berasal dari lereng pegunungan di Afrika Selatan. Dia suka banget sama tanah yang berpasir, drainase air yang lancar, dan iklim yang cerah tapi sejuk di musim dingin. Karakteristik/ciri-ciri Buchu (Agathosma betulina):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Semak yang selalu hijau dan bisa tumbuh sampai setinggi 2 meter. |
| Daun |
|
| Bunga |
|
| Batang | Batangnya berkayu dan cabangnya banyak, kalau udah tua kulit batangnya cenderung agak pecah-pecah atau kasar. |
| Buah | Buahnya berbentuk kapsul kecil yang terbagi jadi lima bagian, bakal pecah kalau sudah matang buat nyebarin bijinya. |
8 Manfaat Buchu untuk kesehatan.
Minyak atsiri buchu yang mengandung diosphenol, pulegone, dan limonene memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri uropatogen dengan mengganggu integritas membran lipid sel bakteri. Flavonoid seperti diosmin dan quercetin membantu mengurangi adhesi bakteri pada epitel uroepitel dan memodulasi respons inflamasi lokal.
Flavonoid utama buchu, yaitu quercetin, hesperidin, dan diosmin, menghambat aktivitas COX-2 dan 5-LOX, sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Ekstrak daun juga menghambat produksi nitrit oksida melalui regulasi ekspresi iNOS dan jalur NF-κB.
Flavonoid dan senyawa fenolik dalam buchu menyumbangkan elektron untuk menetralkan radikal bebas seperti anion superoksida dan radikal hidroksil, serta menghambat peroksidasi lipid. Efek ini diperkuat oleh kemampuan flavonoid mengkelat ion logam pro-oksidan.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Buchu.
Buchu (Agathosma betulina) adalah tanaman herbal yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi infeksi saluran kemih ringan dan sebagai diuretik. Namun, penggunaan tanaman ini tidak lepas dari risiko efek samping, terutama karena kandungan minyak atsiri di dalamnya, seperti diosfenol dan pulegon. Konsumsi buchu dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat mengiritasi selaput lendir pada saluran pencernaan dan saluran kemih. Efek samping umum yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, sakit perut, dan iritasi lambung akibat sifat poten dari senyawa volatil yang dikandungnya.