Buchu

Agathosma betulina
Nama
Buchu
Nama Latin/Ilmiah
Agathosma betulina
Famili
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit, aromatik
Nama Lain
Boegoe (Afrikaans, Afrika Selatan), ibuchu (Xhosa, Afrika Selatan), buku (Khoekhoegowab, Namibia), round-leaf buchu (Inggris, Britania Raya), short buchu (Inggris, Britania Raya)
Asal
Daerah Cape Barat, Afrika Selatan.
Kandungan Utama
Diosphenol (kamper buchu), limonene, menton, pulegone, dan flavonoid.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Buchu

Buchu merupakan tumbuhan perdu endemik dari wilayah Cape Floristic Region di Afrika Selatan, tepatnya tumbuh liar di lereng-lereng berbatu dan tanah berpasir yang lembap secara musiman. Tanaman ini memiliki daun kecil berbentuk bundar telur hingga lanset dengan kelenjar minyak yang terlihat sebagai titik-titik transparan saat terkena cahaya. Ketika daun diremas, bau khas yang tajam dan aromatik langsung terlepas, menyerupai campuran buah blackcurrant, mint, dan rempah. Dalam sistem klasifikasi botani, Agathosma betulina termasuk keluarga Rutaceae, sehingga masih berkerabat dekat dengan jeruk dan tanaman citrus lainnya. Nama "buchu" sendiri berasal dari bahasa Khoikhoi yang merujuk pada tanaman berkhasiat obat, dan telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat asli Afrika Selatan sebagai tonik kesehatan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 17:00:05
 

II. Ciri-ciri Buchu

Tumbuhan ini aslinya berasal dari lereng pegunungan di Afrika Selatan. Dia suka banget sama tanah yang berpasir, drainase air yang lancar, dan iklim yang cerah tapi sejuk di musim dingin. Karakteristik/ciri-ciri Buchu (Agathosma betulina):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Semak yang selalu hijau dan bisa tumbuh sampai setinggi 2 meter.
Daun
  • Bentuk: Kecil, berbentuk bulat telur atau agak lonjong dengan tepi yang bergerigi.
  • Tekstur: Permukaannya punya bintik-bintik kelenjar minyak yang kalau diremas bakal ngeluarin bau khas yang tajam mirip mint atau blackcurrant.
  • Posisi: Tumbuh berlawanan arah di sepanjang batang.
Bunga
  • Warna: Warnanya cantik, mulai dari putih sampai merah muda pucat.
  • Bentuk: Berukuran kecil dengan lima kelopak yang mekar di ujung ranting.
Batang Batangnya berkayu dan cabangnya banyak, kalau udah tua kulit batangnya cenderung agak pecah-pecah atau kasar.
Buah Buahnya berbentuk kapsul kecil yang terbagi jadi lima bagian, bakal pecah kalau sudah matang buat nyebarin bijinya.

III. Manfaat Buchu

8 Manfaat Buchu untuk kesehatan.

  1. Infeksi saluran kemih (uroseptik)

    Minyak atsiri buchu yang mengandung diosphenol, pulegone, dan limonene memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri uropatogen dengan mengganggu integritas membran lipid sel bakteri. Flavonoid seperti diosmin dan quercetin membantu mengurangi adhesi bakteri pada epitel uroepitel dan memodulasi respons inflamasi lokal.

    Senyawa Aktif: diosphenol, pulegone, diosmin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi (nyeri sendi, inflamasi urogenital)

    Flavonoid utama buchu, yaitu quercetin, hesperidin, dan diosmin, menghambat aktivitas COX-2 dan 5-LOX, sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Ekstrak daun juga menghambat produksi nitrit oksida melalui regulasi ekspresi iNOS dan jalur NF-κB.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, hesperidin, diosmin
    Tampilkan
  3. Stres oksidatif / perlindungan seluler

    Flavonoid dan senyawa fenolik dalam buchu menyumbangkan elektron untuk menetralkan radikal bebas seperti anion superoksida dan radikal hidroksil, serta menghambat peroksidasi lipid. Efek ini diperkuat oleh kemampuan flavonoid mengkelat ion logam pro-oksidan.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, hesperidin, diosphenol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Buchu

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Buchu.

  1. Diosphenol (buchu camphor)

    Golongan: Terpenoid (monoterpenoid enol-keton)
    Bagian Tanaman: Daun, termasuk minyak atsiri hasil distilasi uap
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba In Vitro; Diuretik Ringan Dan Antiseptik Saluran Kemih Secara Tradisional. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Indikasi Ini..
    Tampilkan
  2. Pulegone

    Golongan: Terpenoid (monoterpenoid keton)
    Bagian Tanaman: Daun dan minyak atsiri daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba Dan Insektisida Pada Studi In Vitro; Secara Tradisional Digunakan Sebagai Stimulan Uterus, Tetapi Efek Toksik Sistemik Lebih Dominan..
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (monoterpene hidrokarbon)
    Bagian Tanaman: Daun dan minyak atsiri daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Gastroprotektif Pada Studi Seluler Dan Hewan. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk A. Betulina..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Efek Samping Buchu

Buchu (Agathosma betulina) adalah tanaman herbal yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi infeksi saluran kemih ringan dan sebagai diuretik. Namun, penggunaan tanaman ini tidak lepas dari risiko efek samping, terutama karena kandungan minyak atsiri di dalamnya, seperti diosfenol dan pulegon. Konsumsi buchu dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat mengiritasi selaput lendir pada saluran pencernaan dan saluran kemih. Efek samping umum yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, sakit perut, dan iritasi lambung akibat sifat poten dari senyawa volatil yang dikandungnya.

Baca Semua Efek Samping

African Wormwood

Artemisia afra

African Potato

Hypoxis hemerocallidea

Cari: