Advertisement
African Wormwood atau apsintus Afrika adalah tanaman perdu tahunan yang berasal dari kawasan selatan dan timur Afrika. Nama ilmiahnya Artemisia afra dan termasuk dalam famili Asteraceae. Tanaman ini tumbuh liar di lereng bukit, tepi sungai, serta area terbuka yang terkena sinar matahari penuh. Cirinya berupa batang tegak, daun berbulu halus dengan warna hijau keperakan, dan aroma kuat yang berasal dari senyawa terpenoid.
8 Manfaat African Wormwood untuk kesehatan.
Menghambat aktivitas enzim COX-1/COX-2 dan 5-lipoksigenase sehingga menurunkan sintesis prostaglandin dan leukotrien; senyawa fenolik dan seskuiterpen lakton juga menekan jalur NF-κB dan produksi sitokin proinflamasi seperti TNF-α dan IL-6.
Komponen minyak atsiri yang lipofilik berinteraksi dengan membran lipid mikroba, menyebabkan kebocoran ion, disrupsi membran, dan lisis sel. Asam fenolat dan flavonoid dapat menghambat enzim mikroba dan menunjukkan efek sinergis dengan antibiotik.
Polifenol dan flavonoid mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas, mengkelat ion logam transisi, serta menghambat peroksidasi lipid. Beberapa senyawa juga dapat meningkatkan kapasitas antioksidan endogen melalui jalur Nrf2, meskipun bukti pada A. afra masih awal.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) African Wormwood.
African Wormwood (Artemisia afra) adalah tanaman obat tradisional yang banyak digunakan di Afrika Selatan untuk mengobati berbagai kondisi seperti demam, batuk, pilek, dan gangguan pencernaan. Meskipun memiliki potensi terapeutik, penggunaan tanaman ini tidak bebas dari efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang. Efek samping ringan yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, kram perut, pusing, dan sakit kepala. Senyawa aktif utama dalam genus Artemisia, seperti thujone, diketahui bersifat neurotoksik dalam konsentrasi tinggi dan dapat memicu tremor, kejang, serta kerusakan saraf jika terakumulasi dalam tubuh.