Advertisement
Awar-awar (Ficus septica) merupakan tumbuhan anggota suku Moraceae yang tersebar luas di kawasan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Secara morfologi, tumbuhan ini berupa pohon kecil atau perdu yang sering ditemui tumbuh liar di tepi hutan, lahan terganggu, hingga area perkampungan. Ciri khasnya terletak pada daunnya yang lebar, bertepi rata, dan memiliki tekstur agak kasar; jika dilipat atau diremas, daunnya mengeluarkan getah berwarna putih. Sebagai bagian dari genus *Ficus*, Ficus septica memiliki sistem reproduksi unik yang bergantung pada lebah penyerbuk khusus dari famili Agaonidae, yang menjadi simpul penting dalam ekologi tumbuhan ini di habitat alaminya.
Tanaman ini gampang banget ditemui di tempat terbuka, pinggir hutan, atau semak belukar. Biasanya suka tumbuh di tanah yang lembap dan bisa hidup dari dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Karakteristik/ciri-ciri Awar-awar (Ficus septica):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Berupa perdu atau pohon kecil yang tingginya bisa mencapai 5-10 meter, batangnya punya getah putih yang khas. |
| Daun | Daunnya tunggal, bentuknya oval atau lonjong memanjang, teksturnya agak kaku, warnanya hijau mengkilap, dan letaknya berhadapan. |
| Bunga | Bunganya tersembunyi di dalam wadah yang disebut syconium (seperti buah kecil), ciri khas pohon ara, dan penyerbukannya dibantu oleh tawon kecil. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat agak pipih, warnanya hijau berbintik putih saat masih muda, dan berubah jadi keunguan atau kecokelatan kalau sudah matang. |
| Akar | Memiliki sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang pohon. |
4 Manfaat Awar-awar untuk kesehatan.
Alkaloid fenantroindolizidina seperti antofine, septicine, dan 6-O-demethylantofine berinteraksi dengan DNA dan menghambat topoisomerase II, menyebabkan akumulasi kerusakan DNA dan apoptosis melalui jalur mitokondria dengan peningkatan rasio Bax/Bcl-2 serta aktivasi kaspase-3/9. Efek antiproliferatif juga diperantarai melalui penekanan sinyal NF-κB.
Senyawa alkaloid dan triterpenoid dalam Ficus septica menghambat aktivasi NF-κB dan fosforilasi MAPK (JNK/p38), sehingga menurunkan ekspresi iNOS dan COX-2. Akibatnya produksi nitrit oksida (NO), prostaglandin E2, TNF-α, dan IL-6 berkurang.
Alkaloid lipofilik kationik berinteraksi dengan membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas membran dan menyebabkan kebocoran sel. Pada beberapa alkaloid fenantroindolizidina diduga juga terjadi penghambatan pompa efluks; pada jamur terjadi gangguan integritas membran yang kaya ergosterol.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Awar-awar.
Tanaman Awar-awar (Ficus septica) secara tradisional sering digunakan oleh masyarakat sebagai obat herbal, namun berbagai penelitian toksikologi menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi toksik jika tidak digunakan dengan benar. Bagian akar, daun, dan getah dari tanaman ini mengandung alkaloid fitokemudia seperti fenantroindolizidin yang diketahui memiliki sitotoksisitas tinggi. Konsumsi ekstrak awar-awar dalam dosis yang tidak terkontrol dapat memicu efek samping gastrointestinal yang parah, termasuk mual, muntah hebat, nyeri abdomen, dan diare akibat iritasi langsung pada mukosa lambung dan saluran pencernaan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Awar-awar.