Awar-awar

Fig Leaf Ficus | Ficus septica
Nama
Awar-awar (Fig Leaf Ficus)
Nama Latin/Ilmiah
Ficus septica
Famili
Bagian Digunakan
Daun, Akar, dan Buah.
Rasa
Pahit
Nama Lain
Awar-awar (Indonesia), Hauili (Filipina), Septic fig (Inggris)
Asal
Awar-awar (Ficus septica) berasal dari Asia Tenggara dan Malesia, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini.
Kandungan Utama
Alkaloid, saponin, flavonoid, tanin.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Awar-awar

Awar-awar (Ficus septica) merupakan tumbuhan anggota suku Moraceae yang tersebar luas di kawasan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Secara morfologi, tumbuhan ini berupa pohon kecil atau perdu yang sering ditemui tumbuh liar di tepi hutan, lahan terganggu, hingga area perkampungan. Ciri khasnya terletak pada daunnya yang lebar, bertepi rata, dan memiliki tekstur agak kasar; jika dilipat atau diremas, daunnya mengeluarkan getah berwarna putih. Sebagai bagian dari genus *Ficus*, Ficus septica memiliki sistem reproduksi unik yang bergantung pada lebah penyerbuk khusus dari famili Agaonidae, yang menjadi simpul penting dalam ekologi tumbuhan ini di habitat alaminya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 08:51:44
 

II. Ciri-ciri Awar-awar

Tanaman ini gampang banget ditemui di tempat terbuka, pinggir hutan, atau semak belukar. Biasanya suka tumbuh di tanah yang lembap dan bisa hidup dari dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Karakteristik/ciri-ciri Awar-awar (Ficus septica):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Berupa perdu atau pohon kecil yang tingginya bisa mencapai 5-10 meter, batangnya punya getah putih yang khas.
Daun Daunnya tunggal, bentuknya oval atau lonjong memanjang, teksturnya agak kaku, warnanya hijau mengkilap, dan letaknya berhadapan.
Bunga Bunganya tersembunyi di dalam wadah yang disebut syconium (seperti buah kecil), ciri khas pohon ara, dan penyerbukannya dibantu oleh tawon kecil.
Buah Buahnya berbentuk bulat agak pipih, warnanya hijau berbintik putih saat masih muda, dan berubah jadi keunguan atau kecokelatan kalau sudah matang.
Akar Memiliki sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang pohon.

III. Manfaat Awar-awar

4 Manfaat Awar-awar untuk kesehatan.

  1. Aktivitas sitotoksik/antikanker (pra-klinis)

    Alkaloid fenantroindolizidina seperti antofine, septicine, dan 6-O-demethylantofine berinteraksi dengan DNA dan menghambat topoisomerase II, menyebabkan akumulasi kerusakan DNA dan apoptosis melalui jalur mitokondria dengan peningkatan rasio Bax/Bcl-2 serta aktivasi kaspase-3/9. Efek antiproliferatif juga diperantarai melalui penekanan sinyal NF-κB.

    Senyawa Aktif: antofine, septicine, 6-O-demethylantofine
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi (pra-klinis)

    Senyawa alkaloid dan triterpenoid dalam Ficus septica menghambat aktivasi NF-κB dan fosforilasi MAPK (JNK/p38), sehingga menurunkan ekspresi iNOS dan COX-2. Akibatnya produksi nitrit oksida (NO), prostaglandin E2, TNF-α, dan IL-6 berkurang.

    Senyawa Aktif: antofine, 6-O-demethylantofine, Lupeol
    Tampilkan
  3. Antimikroba dan antijamur (in vitro)

    Alkaloid lipofilik kationik berinteraksi dengan membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas membran dan menyebabkan kebocoran sel. Pada beberapa alkaloid fenantroindolizidina diduga juga terjadi penghambatan pompa efluks; pada jamur terjadi gangguan integritas membran yang kaya ergosterol.

    Senyawa Aktif: ficuseptine A, ficuseptine B, antofine
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+1)

Advertisement


IV. Kandungan Awar-awar

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Awar-awar.

  1. Antofine

    Golongan: Alkaloid fenantraindolizidin
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiproliferatif, Pro-apoptosis, Antiangiogenesis, Antiinflamasi, Dan Antifungal; Penghambat Tubulin Polimerisasi..
    Tampilkan
  2. Tylophorine

    Golongan: Alkaloid fenantraindolizidin
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Menghambat Proliferasi Sel Tumor, Imunosupresif, Antiinflamasi, Dan Antivirus Secara In Vitro..
    Tampilkan
  3. Septicine

    Golongan: Alkaloid fenantraindolizidin
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Sitotoksisitas Terhadap Beberapa Lini Sel Tumor Secara In Vitro; Aktivitas Biologis Lebih Rendah Dibandingkan Antofine..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Efek Samping Awar-awar

Tanaman Awar-awar (Ficus septica) secara tradisional sering digunakan oleh masyarakat sebagai obat herbal, namun berbagai penelitian toksikologi menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi toksik jika tidak digunakan dengan benar. Bagian akar, daun, dan getah dari tanaman ini mengandung alkaloid fitokemudia seperti fenantroindolizidin yang diketahui memiliki sitotoksisitas tinggi. Konsumsi ekstrak awar-awar dalam dosis yang tidak terkontrol dapat memicu efek samping gastrointestinal yang parah, termasuk mual, muntah hebat, nyeri abdomen, dan diare akibat iritasi langsung pada mukosa lambung dan saluran pencernaan.

Baca Semua Efek Samping

VI. FAQ Awar-awar

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Awar-awar.

Apa kandungan fitokimia utama dari awar-awar (Ficus septica)?
Berdasarkan analisis fitokimia oleh Damu dkk. (2005) dalam Journal of Natural Products, daun dan batang Ficus septica mengandung alkaloid fenantroindolizidina, terutama septisin dan tylophorin, serta flavonoid, tanin, dan saponin.
Bolehkah awar-awar dikonsumsi setiap hari sebagai teh herbal?
Tidak disarankan. Penelitian oleh Damu dkk. (2005) menunjukkan bahwa alkaloid fenantroindolizidina bersifat sitotoksik. Karena belum ada uji klinis untuk dosis harian, konsumsi berulang berisiko menyebabkan gangguan hati dan ginjal.
Apakah awar-awar aman digunakan untuk bayi dan anak?
Tidak dianjurkan. Menurut Kearns dkk. (2003) dalam New England Journal of Medicine, fungsi enzim dan ginjal anak belum matang sehingga eliminasi zat asing lebih lambat. Ditambah sifat sitotoksik alkaloid yang disebutkan Damu dkk. (2005), penggunaan awar-awar pada bayi dan anak harus dihindari.
Apakah awar-awar boleh digunakan oleh ibu hamil atau menyusui?
Tidak. Briggs dkk. (2011) dalam Drugs in Pregnancy and Lactation menekankan bahwa zat dengan potensi toksik tidak boleh digunakan tanpa data keamanan selama kehamilan dan menyusui. Alkaloid dalam Ficus septica berpotensi menembus plasenta atau masuk ke ASI.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan awar-awar?
Efek samping yang dapat muncul antara lain mual, muntah, sakit perut, diare, dan reaksi alergi kulit. WHO (2004) dalam Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines mengingatkan bahwa herbal dapat menimbulkan reaksi merugikan; jika muncul gejala berat, hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis.
Bagaimana cara pengolahan awar-awar yang lebih aman?
Belum ada standar baku. Perry (1980) dalam Medicinal Plants of East and Southeast Asia mencatat awar-awar lebih sering digunakan sebagai obat luar tradisional, misalnya tapal daun untuk luka dan bisul. Perebusan tidak dijamin menghilangkan alkaloid, sehingga air rebusan tidak boleh diminum sembarangan.
Apa saja aktivitas farmakologis awar-awar yang sudah diteliti di laboratorium?
Uji laboratorium terhadap ekstrak Ficus septica menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap beberapa sel tumor, sebagaimana dilaporkan dalam Damu dkk. (2005) di Journal of Natural Products. Namun hasil ini masih bersifat in vitro dan belum dapat dijadikan dasar pengobatan pada manusia.
Apakah awar-awar dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Potensi interaksi belum diteliti spesifik untuk Ficus septica. Secara umum, Fugh-Berman (2000) dalam Lancet menyatakan bahwa herbal dapat memengaruhi metabolisme obat. Alkaloid dari awar-awar secara teoretis dapat mengubah enzim sitokrom P450, sehingga hindari kombinasi dengan obat resep tanpa pengawasan.
Apakah awar-awar dapat dijadikan bahan makanan karena mengandung zat gizi?
Tidak. Perry (1980) dalam Medicinal Plants of East and Southeast Asia lebih banyak mencatat Ficus septica sebagai tumbuhan obat, bukan bahan pangan. Meskipun tanaman mengandung serat dan mineral, kandungan alkaloidnya membuat daun dan akarnya tidak layak dijadikan sumber gizi sehari-hari.

Sangkakala

Aristolochia elegans

Beringin

Ficus benghalensis

Cari: