Beringin

Banyan | Ficus benghalensis
Nama
Beringin (Banyan)
Nama Latin/Ilmiah
Ficus benghalensis
Famili
Bagian Digunakan
Buah
Rasa
Pahit
Nama Lain
Banyan (India), Bargad (India), Bot (Bangladesh), Nuga (Sri Lanka), Aalamaram (India/Sri Lanka)
Asal
Anak benua India (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal)
Kandungan Utama
Tanin, flavonoid, saponin, alkaloid, fenol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Beringin

Beringin (Ficus benghalensis) adalah pohon besar yang termasuk dalam famili Moraceae dan dikenal sebagai pohon nasional India. Ciri khasnya yang paling menonjol adalah akar gantung (akar udara) yang tumbuh dari cabang dan batang, lalu menjalar ke tanah hingga membentuk batang-batang tambahan yang kokoh. Seiring waktu, struktur akar ini membuat tajuk pohon melebar sangat luas, bahkan satu pohon dapat terlihat seperti hutan kecil yang utuh. Daunnya berbentuk oval dengan ujung meruncing, berwarna hijau tua mengilap, dan menghasilkan getah putih yang khas.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 10:50:21
 

II. Ciri-ciri Beringin

Beringin India ini asli dari wilayah tropis Asia. Mereka punya gaya hidup yang unik, sering jadi tanaman epifit (menumpang) di awal hidupnya sebelum akhirnya akar gantungnya menyentuh tanah dan tumbuh jadi pohon raksasa yang kokoh. Biasanya ditemukan di hutan tropis atau area terbuka yang cukup lembap. Karakteristik/ciri-ciri Beringin (Ficus benghalensis):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Punya akar gantung (akar udara) yang khas, menjuntai dari dahan ke tanah dan lama-kelamaan bakal menebal jadi 'batang tambahan' yang menyokong pohon.
Batang Batangnya besar, kuat, dan mengeluarkan getah putih lengket kalau tergores. Kulit batangnya cenderung berwarna abu-abu kecokelatan.
Daun Daunnya lebar, berbentuk oval, dan punya tekstur yang agak kasar. Bagian atas daun warnanya hijau mengkilap, sedangkan bagian bawahnya agak lebih pucat dan berbulu halus.
Bunga Bunganya tersembunyi di dalam struktur berdaging yang disebut syconium (buah semu). Jadi, kita nggak bakal lihat bunga beringin yang mekar seperti mawar.
Buah Buahnya kecil, bulat, dan warnanya berubah dari hijau jadi merah tua kalau sudah matang. Ini jadi camilan favorit buat burung-burung di hutan.

III. Manfaat Beringin

8 Manfaat Beringin untuk kesehatan.

  1. Diabetes melitus tipe 2 (adjuvan)

    Ekstrak aktif menghambat α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat absorpsi glukosa; meningkatkan sensitivitas insulin melalui PPAR-γ dan translokasi GLUT4; melindungi sel β-pankreas melalui aktivitas antioksidan.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, β-Sitosterol
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi dan nyeri sendi

    Menghambat COX-2 dan 5-LOX, menurunkan produksi TNF-α, IL-6, dan PGE2, serta menghambat aktivasi NF-κB; flavonoid dan triterpenoid juga menstabilkan membran sel mast dan mengurangi pelepasan histamin.

    Senyawa Aktif: Lupeol, β-Sitosterol, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Stres oksidatif dan kerusakan akibat radikal bebas

    Senyawa polifenol menyumbang elektron kepada radikal bebas, mengkhelat logam transisi, dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan intraseluler melalui jalur Nrf2/ARE; menurunkan kadar MDA serta meningkatkan SOD, katalase, dan GSH.

    Senyawa Aktif: Rutin, Kuersetin, Katekin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Beringin

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Beringin.

  1. Leucopelargonidin

    Golongan: Flavonoid (leukoanthosianidin)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Hipoglikemik Dan Hipolipidemik Pada Model Diabetes; Meningkatkan Sekresi Insulin Dan Pemakaian Glukosa Perifer..
    Tampilkan
  2. Leucocyanidin

    Golongan: Flavonoid (leukoanthosianidin)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Dan Hipoglikemik; Diduga Melindungi Sel Beta Pankreas Terhadap Stres Oksidatif..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun dan kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Antidiabetik; Menghambat α-glukosidase Dan Lipoksigenase..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Efek Samping Beringin

Pohon beringin (Ficus benghalensis) dikenal dalam pengobatan tradisional, namun bagian-bagian tanamannya seperti lateks, kulit kayu, dan daunnya dapat menimbulkan efek samping tertentu jika tidak digunakan dengan benar. Kontak langsung dengan getah putih (lateks) dari tanaman ini sering kali menyebabkan dermatitis kontak iritan atau alergi pada kulit yang sensitif, ditandai dengan kemerahan, rasa gatal, dan pembengkakan lokal. Reaksi ini dipicu oleh senyawa kimia aktif dan enzim proteolitik yang terkandung di dalam getah tersebut, yang dapat merusak lapisan pelindung kulit luar.

Baca Semua Efek Samping

VI. FAQ Beringin

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Beringin.

Bagian tanaman beringin apa saja yang umum digunakan dan senyawa fitokimia apa yang terkandung di dalamnya?
Bagian yang umum digunakan meliputi daun, akar, kulit batang, dan buah. Ekstraknya mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, fenolik, dan glikosida yang berperan dalam aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetes. Referensi: Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry (2017).
Bagaimana cara konsumsi beringin yang aman untuk kesehatan sehari-hari?
Cara tradisional adalah dengan merebus 5–10 gram daun atau kulit batang kering dalam 200 ml air selama 15 menit, lalu diminum 1–2 kali sehari. Namun dosis standar belum ditetapkan secara resmi dan penelitian pada manusia masih terbatas, sehingga penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan. Referensi: Ayurvedic Pharmacopoeia of India.
Apakah beringin efektif untuk membantu pengobatan diabetes?
Ekstrak kulit batang Ficus benghalensis menunjukkan efek hipoglikemik pada penelitian hewan dengan meningkatkan sekresi insulin dan sensitivitas sel terhadap insulin. Meski demikian, bukti klinis pada manusia masih sangat terbatas, sehingga tidak dapat direkomendasikan sebagai pengganti obat antidiabetes. Referensi: Journal of Ethnopharmacology (2004).
Apakah beringin aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan beringin pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai. Kandungan alkaloid dan tanin berpotensi menyebabkan iritasi saluran cerna serta efek pada kontraktilitas uterus. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan herbal ini. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database.
Apakah beringin boleh digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Penggunaan beringin untuk bayi dan anak-anak tidak dianjurkan karena belum ada data keamanan dan dosis yang jelas. Efek samping seperti gangguan pencernaan, mual, atau diare lebih mungkin terjadi pada anak. Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan herbal apa pun kepada anak. Referensi: Pediatric Herbal Medicine (Gardner & McGuffin, 2013).
Apa saja efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi beringin?
Efek samping yang dilaporkan meliputi gangguan pencernaan seperti mual dan diare, reaksi alergi, serta iritasi kulit bila terkena getah segar. Pada dosis tinggi, beringin dapat menyebabkan penurunan gula darah berlebihan, terutama bila dikombinasikan dengan obat antidiabetes. Referensi: Phytotherapy Research (2012).
Apakah beringin berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Beringin berpotensi meningkatkan efek obat antidiabetes dan obat antihipertensi, sehingga dapat menyebabkan hipoglikemia atau hipotensi berlebihan. Jika Anda sedang menjalani pengobatan rutin, terutama untuk diabetes atau tekanan darah tinggi, konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi herbal ini. Referensi: Herbal-Drug Interactions (Mills & Bone, 2005).
Apakah beringin memiliki efek toksik pada tubuh?
Uji toksisitas akut pada hewan menunjukkan ekstrak metanol kulit batang Ficus benghalensis memiliki LD50 lebih dari 2000 mg/kg berat badan, yang berarti relatif aman dalam dosis tunggal. Namun, efek toksik akibat penggunaan jangka panjang belum diketahui, sehingga tetap perlu kehati-hatian. Referensi: BMC Complementary and Alternative Medicine (2012).

Awar-awar

Ficus septica

Ara

Ficus carica

Cari: