Advertisement
Beringin (Ficus benghalensis) adalah pohon besar yang termasuk dalam famili Moraceae dan dikenal sebagai pohon nasional India. Ciri khasnya yang paling menonjol adalah akar gantung (akar udara) yang tumbuh dari cabang dan batang, lalu menjalar ke tanah hingga membentuk batang-batang tambahan yang kokoh. Seiring waktu, struktur akar ini membuat tajuk pohon melebar sangat luas, bahkan satu pohon dapat terlihat seperti hutan kecil yang utuh. Daunnya berbentuk oval dengan ujung meruncing, berwarna hijau tua mengilap, dan menghasilkan getah putih yang khas.
Beringin India ini asli dari wilayah tropis Asia. Mereka punya gaya hidup yang unik, sering jadi tanaman epifit (menumpang) di awal hidupnya sebelum akhirnya akar gantungnya menyentuh tanah dan tumbuh jadi pohon raksasa yang kokoh. Biasanya ditemukan di hutan tropis atau area terbuka yang cukup lembap. Karakteristik/ciri-ciri Beringin (Ficus benghalensis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Punya akar gantung (akar udara) yang khas, menjuntai dari dahan ke tanah dan lama-kelamaan bakal menebal jadi 'batang tambahan' yang menyokong pohon. |
| Batang | Batangnya besar, kuat, dan mengeluarkan getah putih lengket kalau tergores. Kulit batangnya cenderung berwarna abu-abu kecokelatan. |
| Daun | Daunnya lebar, berbentuk oval, dan punya tekstur yang agak kasar. Bagian atas daun warnanya hijau mengkilap, sedangkan bagian bawahnya agak lebih pucat dan berbulu halus. |
| Bunga | Bunganya tersembunyi di dalam struktur berdaging yang disebut syconium (buah semu). Jadi, kita nggak bakal lihat bunga beringin yang mekar seperti mawar. |
| Buah | Buahnya kecil, bulat, dan warnanya berubah dari hijau jadi merah tua kalau sudah matang. Ini jadi camilan favorit buat burung-burung di hutan. |
8 Manfaat Beringin untuk kesehatan.
Ekstrak aktif menghambat α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat absorpsi glukosa; meningkatkan sensitivitas insulin melalui PPAR-γ dan translokasi GLUT4; melindungi sel β-pankreas melalui aktivitas antioksidan.
Menghambat COX-2 dan 5-LOX, menurunkan produksi TNF-α, IL-6, dan PGE2, serta menghambat aktivasi NF-κB; flavonoid dan triterpenoid juga menstabilkan membran sel mast dan mengurangi pelepasan histamin.
Senyawa polifenol menyumbang elektron kepada radikal bebas, mengkhelat logam transisi, dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan intraseluler melalui jalur Nrf2/ARE; menurunkan kadar MDA serta meningkatkan SOD, katalase, dan GSH.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Beringin.
Pohon beringin (Ficus benghalensis) dikenal dalam pengobatan tradisional, namun bagian-bagian tanamannya seperti lateks, kulit kayu, dan daunnya dapat menimbulkan efek samping tertentu jika tidak digunakan dengan benar. Kontak langsung dengan getah putih (lateks) dari tanaman ini sering kali menyebabkan dermatitis kontak iritan atau alergi pada kulit yang sensitif, ditandai dengan kemerahan, rasa gatal, dan pembengkakan lokal. Reaksi ini dipicu oleh senyawa kimia aktif dan enzim proteolitik yang terkandung di dalam getah tersebut, yang dapat merusak lapisan pelindung kulit luar.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Beringin.