Sangkakala

Dutchman's Pipe | Aristolochia elegans
Nama
Sangkakala (Dutchman's Pipe)
Nama Latin/Ilmiah
Aristolochia elegans
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit
Nama Lain
Calico flower (Amerika Serikat), Dutchman's pipe (Inggris), flor de patito (Argentina), papo-de-peru (Brasil), pipe vine (Australia).
Asal
Brasil.
Kandungan Utama
Asam aristolochic, aristololaktam, dan minyak atsiri.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sangkakala

Sangkakala (Aristolochia elegans) adalah tumbuhan merambat dari famili Aristolochiaceae yang berasal dari Brasil dan Amerika Selatan. Tanaman ini dikenal dengan bunga berbentuk terompet yang melebar, berwarna ungu tua dengan bercak-bercak putih, serta memiliki bau khas seperti daging busuk. Bau tersebut berfungsi menarik lalat untuk membantu penyerbukan. Daunnya berbentuk hati, bertekstur lembut, dan sering dijadikan inang bagi larva kupu-kupu swallowtail, seperti Pachliopta dan Troides.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 06:50:49
 

II. Ciri-ciri Sangkakala

Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan (Brasil), biasanya tumbuh merambat di area terbuka atau hutan sekunder. Sering dijadikan tanaman hias gantung karena bentuk bunganya yang unik, tapi hati-hati karena bisa jadi gulma invasif di beberapa tempat. Karakteristik/ciri-ciri Sangkakala (Aristolochia elegans):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Tipe tanaman merambat yang punya batang halus, bisa tumbuh cukup panjang kalau dapet tempat buat merambat.
Daun Bentuknya mirip hati atau jantung dengan warna hijau segar. Daunnya tersusun selang-seling di sepanjang batang.
Bunga Ini bagian paling ikonik, bentuknya persis alat musik tiup sangkakala atau pipa. Warnanya putih krem dengan corak bercak-bercak ungu tua atau cokelat kemerahan di bagian dalamnya.
Akar Sistem perakarannya cukup kuat, tipikal tanaman merambat yang suka mencari nutrisi di tanah yang gembur.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk kapsul memanjang yang bakal pecah kalau sudah kering, di dalamnya ada banyak biji pipih yang gampang banget disebar sama angin.

III. Kandungan Sangkakala

4 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sangkakala.

  1. Aristolochic acid I (AA-I)

    Golongan: Alkaloid nitrofenantrena (asam aristolochic)
    Bagian Tanaman: Akar, batang, daun, biji (seluruh bagian tanaman)
    Aktivitas Farmakologis:
    Tidak Memiliki Efek Terapeutik Yang Aman. Secara Toksikologis Membentuk DNA-adduct, Menyebabkan Fibrosis Ginjal Interstitial, Nefropati, Dan Karsinoma Urotelial..
    Tampilkan
  2. Aristolochic acid II (AA-II)

    Golongan: Alkaloid nitrofenantrena (asam aristolochic)
    Bagian Tanaman: Akar, batang, daun, biji (seluruh bagian tanaman)
    Aktivitas Farmakologis:
    Mutagenik Dan Nefrotoksik. Dapat Membentuk DNA-adduct Yang Menginduksi Mutasi Dan Meningkatkan Risiko Tumor Urotelial..
    Tampilkan
  3. Aristolactam I

    Golongan: Alkaloid fenantrena (aristolaktam)
    Bagian Tanaman: Akar, batang, daun, biji (seluruh bagian tanaman)
    Aktivitas Farmakologis:
    Sitotoksik Dan Genotoksik. Berperan Dalam Pembentukan DNA-adduct Setelah Bioaktivasi, Sehingga Berkontribusi Pada Karsinogenesis Asam Aristolochic..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+1)

IV. Efek Samping Sangkakala

Sangkakala (Aristolochia elegans), yang juga dikenal sebagai tanaman pipa belanda, mengandung senyawa aktif utama berupa asam aristolochiat. Senyawa ini telah diklasifikasikan oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) sebagai karsinogen Grup 1 bagi manusia. Toksisitas utama dari tanaman ini menyerang sistem saluran kemih, di mana paparan kronis atau bahkan akut terhadap asam aristolochiat dapat menyebabkan nefropati progresif yang parah, yang dikenal secara klinis sebagai nefropati Aristolochia atau nefropati herbal Cina. Kondisi ini ditandai dengan fibrosis interstisial ginjal yang parah dan atrofi tubulus, yang berujung pada gagal ginjal tahap akhir yang memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.

Baca Semua Efek Samping

V. FAQ Sangkakala

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sangkakala.

Apa kandungan fitokimia utama dalam tanaman Sangkakala (Aristolochia elegans)?
Tanaman ini mengandung asam aristolochic I dan II, yaitu senyawa nitrofenantrena yang sangat toksik. Seluruh bagian tumbuhan diketahui mengandung senyawa ini. Paparan asam aristolochic telah dikaitkan dengan nefropati dan karsinoma urotelial. (Nortier JL, et al. N Engl J Med. 2000;342:1686-1692)
Apakah Sangkakala aman dikonsumsi sebagai herbal setiap hari?
Tidak. Asam aristolochic diklasifikasikan oleh IARC sebagai karsinogenik bagi manusia (Grup 1). Tidak ada tingkat konsumsi harian yang aman; konsumsi kecil pun berisiko menyebabkan kerusakan DNA dan jaringan ginjal. (IARC Monographs Vol. 100A, 2012)
Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh Sangkakala?
Efek samping utama adalah nefropati asam aristolochic, yaitu gagal ginjal progresif dengan fibrosis interstitial, serta karsinoma urotelial (kanker saluran kemih). Kerusakan dapat terjadi tanpa gejala awal yang jelas dan baru terdeteksi setelah gangguan ginjal lanjut. (Debelle FD, et al. Kidney Int. 2008;74:158-169)
Apakah Sangkakala bisa digunakan sebagai obat tradisional untuk penyakit tertentu?
Tidak. Meskipun sebagian tradisi menggunakan spesies Aristolochia untuk pengobatan, tidak ada bukti manfaat yang melebihi risiko. Berbagai badan pengawas obat telah melarang produk herbal yang mengandung asam aristolochic karena toksisitas dan karsinogenisitasnya. (Cosyns JP. Drug Safety. 2003;26:319-328)
Bagaimana dampak Sangkakala bila digunakan oleh bayi, anak-anak, ibu hamil, atau ibu menyusui?
Populasi ini sangat rentan; penggunaan Sangkakala tidak boleh dilakukan. Belum ada data keamanan, dan karena asam aristolochic bersifat genotoksik, jaringan yang sedang berkembang berisiko mengalami mutasi. Badan internasional menekankan bahwa tidak ada ambang paparan yang aman. (IARC Monographs Vol. 100A, 2012; Grollman AP, Jelakovic B. Kidney Int. 2007;72:272-276)
Berapa dosis aman Sangkakala untuk pengobatan?
Tidak ada dosis aman. Asam aristolochic adalah karsinogen genotoksik yang menyebabkan mutasi DNA, sehingga setiap paparan dianggap berisiko. Tidak ada rekomendasi dosis yang dapat dibenarkan. (IARC Monographs Vol. 100A, 2012)
Bagaimana cara menghindari paparan asam aristolochic dari Sangkakala?
Langkah terbaik adalah tidak menanam atau mengonsumsi tanaman ini dan tidak membeli produk herbal yang mengandung spesies Aristolochia. Baca label produk dengan teliti dan hanya gunakan obat herbal yang telah terdaftar oleh otoritas pengawas seperti BPOM. (Debelle FD, et al. Kidney Int. 2008;74:158-169)
Apakah ada manfaat kesehatan Sangkakala yang terbukti oleh penelitian ilmiah?
Hingga saat ini belum ada manfaat klinis yang terbukti pada manusia. Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan efek antimikroba atau antiinflamasi, tetapi tidak cukup untuk digunakan dalam pengobatan dan tidak mengimbangi risiko toksisitas serta karsinogenisitas. (Cosyns JP. Drug Safety. 2003;26:319-328)

Kelembak Jawa

Rheum emodi

Awar-awar

Ficus septica

Cari: