Advertisement
Sangkakala (Aristolochia elegans) adalah tumbuhan merambat dari famili Aristolochiaceae yang berasal dari Brasil dan Amerika Selatan. Tanaman ini dikenal dengan bunga berbentuk terompet yang melebar, berwarna ungu tua dengan bercak-bercak putih, serta memiliki bau khas seperti daging busuk. Bau tersebut berfungsi menarik lalat untuk membantu penyerbukan. Daunnya berbentuk hati, bertekstur lembut, dan sering dijadikan inang bagi larva kupu-kupu swallowtail, seperti Pachliopta dan Troides.
Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan (Brasil), biasanya tumbuh merambat di area terbuka atau hutan sekunder. Sering dijadikan tanaman hias gantung karena bentuk bunganya yang unik, tapi hati-hati karena bisa jadi gulma invasif di beberapa tempat. Karakteristik/ciri-ciri Sangkakala (Aristolochia elegans):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Tipe tanaman merambat yang punya batang halus, bisa tumbuh cukup panjang kalau dapet tempat buat merambat. |
| Daun | Bentuknya mirip hati atau jantung dengan warna hijau segar. Daunnya tersusun selang-seling di sepanjang batang. |
| Bunga | Ini bagian paling ikonik, bentuknya persis alat musik tiup sangkakala atau pipa. Warnanya putih krem dengan corak bercak-bercak ungu tua atau cokelat kemerahan di bagian dalamnya. |
| Akar | Sistem perakarannya cukup kuat, tipikal tanaman merambat yang suka mencari nutrisi di tanah yang gembur. |
| Buah Dan Biji | Buahnya berbentuk kapsul memanjang yang bakal pecah kalau sudah kering, di dalamnya ada banyak biji pipih yang gampang banget disebar sama angin. |
4 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sangkakala.
Sangkakala (Aristolochia elegans), yang juga dikenal sebagai tanaman pipa belanda, mengandung senyawa aktif utama berupa asam aristolochiat. Senyawa ini telah diklasifikasikan oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) sebagai karsinogen Grup 1 bagi manusia. Toksisitas utama dari tanaman ini menyerang sistem saluran kemih, di mana paparan kronis atau bahkan akut terhadap asam aristolochiat dapat menyebabkan nefropati progresif yang parah, yang dikenal secara klinis sebagai nefropati Aristolochia atau nefropati herbal Cina. Kondisi ini ditandai dengan fibrosis interstisial ginjal yang parah dan atrofi tubulus, yang berujung pada gagal ginjal tahap akhir yang memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sangkakala.