Kasifikasi ilmiah Awar-awar (Ficus septica)
Author: Burm. f.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Rosales |
| Famili: | Moraceae |
| Subfamili: | Ficoideae |
| Tribus: | Ficeae |
| Genus: | Ficus |
| Spesies: | Ficus septica |
Ficus septica, atau yang lebih dikenal dengan sebutan pohon awar-awar, adalah tumbuhan perdu atau pohon kecil yang sering kita jumpai tumbuh liar di pinggir jalan, hutan sekunder, atau tepi sungai. Tanaman ini punya daun yang lebar dan buah berwarna hijau dengan bintik-bintik putih yang khas. Meskipun sering dianggap tanaman pengganggu, awar-awar sebenarnya punya tempat istimewa dalam pengobatan tradisional karena getahnya yang dipercaya bisa mengatasi masalah kulit hingga meredakan nyeri.
Selain manfaat medisnya, tanaman ini juga punya peran ekologis yang sangat penting bagi lingkungan sekitar. Buah-buahnya menjadi sumber makanan favorit bagi berbagai jenis burung dan serangga, yang membantu menjaga keseimbangan hayati di habitatnya. Jadi, jangan heran kalau melihat pohon ini, ia bukan sekadar tanaman liar biasa, melainkan bagian penting dari ekosistem yang menopang kehidupan banyak satwa kecil di alam terbuka.
Advertisement