Ashoka Tree

Saraca asoca
Nama
Ashoka Tree
Nama Latin/Ilmiah
Saraca asoca
Famili
Bagian Digunakan
Kulit Kayu, Bunga
Rasa
Pahit, kelat
Nama Lain
Sorrowless tree (Inggris), Asok (Thailand), Vô ưu (Vietnam), Wuyou shu (Tiongkok), Asoka (Indonesia)
Asal
India, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, Thailand, dan wilayah Asia Tenggara.
Kandungan Utama
Flavonoid, tanin, saponin, alkaloid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ashoka Tree

Pohon Ashoka (Saraca asoca) adalah tanaman berbunga dari famili Fabaceae yang tersebar di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dalam budaya dan ritual, pohon ini memiliki makna sakral, sering dikaitkan dengan cinta, kesuburan, dan simbol kebangkitan. Secara ekologis, Saraca asoca tumbuh sebagai pohon kecil hingga sedang dengan tajuk rindang, daun majemuk menyirip, serta bunga berwarna oranye hingga kuning menyala yang muncul langsung dari batang tua—fenomena yang disebut kauliflori.

Baca Lebih Lanjut
Update: 02 Sep 2026 - 21:41:31
 

II. Ciri-ciri Ashoka Tree

Pohon ini asli dari wilayah Asia Selatan seperti India dan Sri Lanka. Mereka suka tumbuh di tempat yang agak teduh, tanah yang lembap, dan biasanya ditemukan di sepanjang tepi sungai atau di hutan hujan tropis yang rimbun. Karakteristik/ciri-ciri Ashoka Tree (Saraca asoca):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Pohon Pohon yang selalu hijau (evergreen) dengan tajuk yang lebat dan berbentuk seperti payung.
Batang Kulit batangnya cenderung halus dengan warna abu-abu kehitaman.
Daun Daunnya majemuk menyirip (pinnate), bentuknya lonjong memanjang, bertekstur kaku, dan kalau masih muda warnanya kemerahan lalu berubah jadi hijau tua.
Bunga Ini bagian paling ikoniknya; bunganya tumbuh dalam kelompok (perbungaan) yang padat, warnanya cantik dari oranye terang sampai merah, dan aromanya sangat wangi, terutama di malam hari.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk polong yang lebar dan pipih, berwarna ungu tua atau hitam saat sudah benar-benar matang, di dalamnya terdapat beberapa biji.

III. Manfaat Ashoka Tree

8 Manfaat Ashoka Tree untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri (model inflamasi akut/kronik)

    Senyawa flavonoid dan katekin menghambat enzim COX-2/LOX serta produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6), dan menurunkan aktivasi NF-κB sehingga menekan ekspresi mediator nyeri dan inflamasi.

    Tampilkan
  2. Antimikroba (antibakteri dan antijamur)

    Polifenol dan saponin merusak integritas membran sel mikroba, berikatan dengan protein permukaan, serta menghambat pembentukan biofilm. Katekin dan asam galat menunjukkan aktivitas terhadap bakteri Gram-positif, Gram-negatif, dan jamur.

    Senyawa Aktif: Asam Galat, Epikatekin, Saponin
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan pencegahan stres oksidatif

    Menangkap radikal bebas (DPPH/ABTS), meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx, serta mengaktifkan jalur Nrf2. Polifenol procyanidin dan epikatekin berperan besar dalam efek ini.

    Senyawa Aktif: procyanidin B2, Epikatekin, Asam Galat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Ashoka Tree

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ashoka Tree.

  1. (-)-Epicatechin

    Golongan: Flavonoid (flavan-3-ol)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Memodulasi Tonus Otot Polos Uterus Pada Hewan Laboratorium (efek Estrogenik/uterotonik Lemah)..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Bunga, daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Antiproliferatif; Imunomodulator; Menghambat Enzim Inflamasi Secara In Vitro..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Bunga, daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Antikanker In Vitro; Fitoestrogenik Lemah..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Ashoka Tree

Interaksi & Kontraindikasi Ashoka Tree dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi (Fe)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi Ashoka dan suplemen zat besi dengan jarak minimal 2-3 jam. Tanin di dalam kulit batang Ashoka dapat mengikat zat besi dan menurunkan penyerapannya.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan/antiplatelet (warfarin, heparin, aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi tanpa pengawasan dokter. Ashoka mengandung tannin dan flavonoid yang secara teoritis dapat memengaruhi hemostasis. Hentikan 2 minggu sebelum prosedur operasi jika digunakan dalam waktu lama.

  3. Kontrasepsi hormonal / terapi pengganti hormon (KB, HRT)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kandungan fitosterol/fitoestrogen pada Ashoka secara teoritis dapat mengganggu keseimbangan hormon dari pil KB atau HRT. Gunakan hanya setelah berkonsultasi dengan dokter.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Ashoka Tree

Pohon Ashoka (Saraca asoca) merupakan tanaman herbal yang secara tradisional banyak digunakan dalam sistem pengobatan Ayurveda, terutama untuk kesehatan reproduksi wanita. Meskipun demikian, penggunaan ekstrak tanaman ini dapat menimbulkan beberapa efek samping apabila tidak digunakan secara bijak atau dikonsumsi dalam dosis yang tidak tepat. Beberapa keluhan gastrointestinal ringan seperti mual, muntah, dan rasa tidak nyaman pada perut sering dilaporkan oleh individu yang sensitif terhadap kandungan fitokimia di dalamnya. Selain itu, reaksi alergi pada kulit seperti gatal-gatal atau ruam juga dapat terjadi pada beberapa orang.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Ashoka Tree

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ashoka Tree.

Apa kandungan fitokimia utama dari Saraca asoca?
Kulit batang Saraca asoca mengandung golongan flavonoid seperti katekin, epikatekin, dan kuersetin, serta tanin, saponin, glikosida, steroid, dan alkaloid. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan astringen. Referensi: Rastogi & Mehrotra, Compendium of Indian Medicinal Plants; Khandelwal, Practical Pharmacognosy.
Apakah rebusan kulit Ashoka aman diminum setiap hari?
Tidak dianjurkan. Belum ada bukti keamanan untuk penggunaan harian jangka panjang. Kandungan tanin yang tinggi dapat mengiritasi lambung dan mengganggu penyerapan zat besi jika digunakan terus-menerus. Penggunaan sebaiknya dilakukan untuk tujuan terapi tertentu dalam waktu singkat dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: The Ayurvedic Pharmacopoeia of India; Khandelwal, Practical Pharmacognosy.
Apakah Saraca asoca bermanfaat untuk mengatasi nyeri haid atau menstruasi berlebihan?
Secara tradisional, kulit Ashoka digunakan sebagai tonik uterus untuk membantu gangguan menstruasi seperti menorrhagia dan dismenore. Efeknya diduga berkaitan dengan aktivitas kontraktil uterus dan efek antiinflamasi, tetapi bukti klinis pada manusia masih terbatas. Penggunaan harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggantikan penanganan medis. Referensi: Nadkarni, Indian Materia Medica; The Ayurvedic Pharmacopoeia of India.
Apakah Saraca asoca aman digunakan oleh ibu hamil?
Tidak aman dan sebaiknya dihindari. Kulit Ashoka memiliki aktivitas stimulan pada otot polos uterus dan secara tradisional tergolong emmenagogue, sehingga berisiko memicu kontraksi rahim dan dapat mengancam kehamilan. Wanita hamil tidak boleh mengonsumsi sediaan Ashoka oral tanpa pengawasan dokter. Referensi: Nadkarni, Indian Materia Medica.
Bolehkah Saraca asoca diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak direkomendasikan. Belum ada penelitian klinis yang memadai untuk memastikan dosis aman dan manfaat Saraca asoca pada bayi atau anak-anak. Kandungan tanin dan senyawa aktif lainnya dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau reaksi yang tidak diinginkan. Penggunaan pada anak sebaiknya dihindari kecuali atas rekomendasi dokter anak. Referensi: The Ayurvedic Pharmacopoeia of India; Nadkarni, Indian Materia Medica.
Apakah aman mengonsumsi Ashoka saat menyusui?
Belum ada data keamanan yang cukup mengenai penggunaan Saraca asoca pada ibu menyusui. Karena efek farmakologisnya terhadap hormon dan uterus belum dipahami sepenuhnya, ibu menyusui sebaiknya menghindari konsumsi herbal ini sampai tersedia bukti keamanan yang lebih kuat. Referensi: Khandelwal, Practical Pharmacognosy; Nadkarni, Indian Materia Medica.
Apa efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan Saraca asoca?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, tetapi dapat berupa mual, rasa tidak nyaman di lambung, konstipasi, atau iritasi mukosa saluran cerna karena kandungan tanin. Pada dosis tinggi dan pada wanita yang sensitif, risiko stimulasi kontraksi uterus juga perlu diwaspadai. Jika muncul gejala yang mengganggu, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Referensi: Nadkarni, Indian Materia Medica; Khandelwal, Practical Pharmacognosy.
Apakah Saraca asoca dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Potensi interaksi belum banyak diteliti, tetapi karena kandungan taninnya Ashoka dapat mengurangi penyerapan zat besi dan beberapa obat yang diberikan bersamaan. Karena efeknya terhadap kontraksi uterus, kombinasi dengan obat seperti oksitosin atau hormon reproduksi harus dihindari. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mencampur herbal ini dengan obat modern. Referensi: Khandelwal, Practical Pharmacognosy; The Ayurvedic Pharmacopoeia of India.
Bagaimana bentuk olahan Saraca asoca yang biasa digunakan?
Secara tradisional, kulit batang Aspokha dikeringkan dan direbus menjadi air seduhan, atau digiling menjadi serbuk untuk kapsul. Produk herbal modern juga tersedia dalam bentuk ekstrak cair seperti Ashokarishta. Dosis harus mengikuti label produk dan anjuran tenaga kesehatan, karena tidak ada dosis standar yang aman untuk penggunaan mandiri jangka panjang. Referensi: The Ayurvedic Pharmacopoeia of India; Nadkarni, Indian Materia Medica.

Chandan / Sandalwood

Santalum album

Palash / Flame of Forest

Butea monosperma

Cari: