Advertisement
Butea monosperma, yang dikenal sebagai Palash atau Flame of Forest, adalah pohon gugur tropis dari famili Fabaceae yang tersebar luas di anak benua India, termasuk Indonesia. Pohon ini dapat tumbuh hingga 15 meter dengan batang bengkok dan cabang-cabang yang tidak teratur. Daunnya majemuk menyirip dengan tiga anak daun yang lebar, sedangkan bunga-bunganya yang berwarna oranye menyala seperti api muncul dalam tandan padat di ujung cabang, biasanya sebelum daun-daun baru tumbuh. Kemunculan bunga-bunga ini pada awal musim kemarau membuat lanskap tampak seperti terbakar, sehingga dijuluki Flame of the Forest.
Pohon ini asli dari kawasan Asia Selatan dan Tenggara. Mereka tangguh banget, bisa tumbuh subur di tanah yang kurang subur, lahan kering, sampai daerah yang tergenang air sekalipun. Sering dijuluki 'Flame of the Forest' karena saat musim kemarau, daunnya gugur dan pohonnya dipenuhi bunga oranye kemerahan yang terlihat seperti api. Karakteristik/ciri-ciri Palash / Flame of Forest (Butea monosperma):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Pohon berukuran sedang dengan kulit kayu kasar, berwarna abu-abu kecokelatan, dan sering mengeluarkan getah berwarna merah jika batangnya dilukai. |
| Daun | Tipe daun majemuk dengan tiga anak daun (trifoliate). Ukurannya cukup lebar, teksturnya agak kaku seperti kulit, dan bagian bawah daun biasanya berbulu halus. |
| Bunga | Bentuknya unik seperti paruh burung, ukurannya besar, berwarna oranye cerah hingga merah bata. Bunga ini tumbuh bergerombol di ujung rantai yang tidak berdaun saat musim berbunga. |
| Buah | Berupa polong pipih yang menggantung. Saat masih muda warnanya hijau berbulu halus, dan kalau sudah tua akan berubah menjadi cokelat kering berisi satu biji di ujungnya. |
| Akar | Memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam, yang membantunya bertahan hidup di kondisi tanah yang ekstrem. |
8 Manfaat Palash / Flame of Forest untuk kesehatan.
Butein dan isobutrin menghambat aktivasi NF-κB (p-p65) dan MAPK (p38/JNK), menurunkan transkripsi gen COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Butin menghambat aktivitas COX/5-LOX sehingga sintesis prostaglandin dan leukotrien berkurang, sedangkan lupeol menekan migrasi neutrofil ke jaringan yang meradang.
Ekstrak Butea monosperma bekerja melalui aktivasi jalur AMPK sehingga meningkatkan translokasi GLUT4 dan masuknya glukosa ke sel; isobutrin dan butin menghambat α-glukosidase dan α-amilase di usus, memperlambat absorpsi karbohidrat; butein melindungi sel β-pankreas dari stres oksidatif dengan meningkatkan aktivitas SOD/GSH dan menurunkan apoptosis.
Polifenol chalcone (butein/isobutrin) dan flavanon (butin) mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengkhelat ion Fe²⁺ dan Cu²⁺, serta mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2 sehingga terjadi upregulasi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx, dan HO-1).
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Palash / Flame of Forest.
Interaksi & Kontraindikasi Palash / Flame of Forest dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Palash atau Flame of the Forest (Butea monosperma) adalah tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam sistem pengobatan tradisional Ayurveda. Meskipun memiliki berbagai khasiat terapeutik, konsumsi atau penggunaan bagian tanaman ini (seperti biji, bunga, dan getah) tanpa takaran yang tepat dapat menimbulkan berbagai efek samping merugikan bagi tubuh. Beberapa efek samping yang umum dilaporkan meliputi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan nyeri lambung, terutama jika biji atau ekstraknya dikonsumsi dalam dosis tinggi. Selain itu, kandungan senyawa bioaktif di dalamnya dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif, yang ditandai dengan gatal-gatal, kemerahan pada kulit, hingga kesulitan bernapas dalam kasus yang parah.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Palash / Flame of Forest.