Palash / Flame of Forest

Butea monosperma
Nama
Palash / Flame of Forest
Nama Latin/Ilmiah
Butea monosperma
Famili
Bagian Digunakan
Bunga
Rasa
Pahit, kelat
Nama Lain
Palash (India), dhak (India), flame of the forest (Inggris), pauk (Myanmar), tong kwaw (Thailand).
Asal
India, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.
Kandungan Utama
Flavonoid, butrin, isobutrin, butein, butin, palasitrin, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Palash / Flame of Forest

Butea monosperma, yang dikenal sebagai Palash atau Flame of Forest, adalah pohon gugur tropis dari famili Fabaceae yang tersebar luas di anak benua India, termasuk Indonesia. Pohon ini dapat tumbuh hingga 15 meter dengan batang bengkok dan cabang-cabang yang tidak teratur. Daunnya majemuk menyirip dengan tiga anak daun yang lebar, sedangkan bunga-bunganya yang berwarna oranye menyala seperti api muncul dalam tandan padat di ujung cabang, biasanya sebelum daun-daun baru tumbuh. Kemunculan bunga-bunga ini pada awal musim kemarau membuat lanskap tampak seperti terbakar, sehingga dijuluki Flame of the Forest.

Baca Lebih Lanjut
Update: 03 Sep 2026 - 03:40:42
 

II. Ciri-ciri Palash / Flame of Forest

Pohon ini asli dari kawasan Asia Selatan dan Tenggara. Mereka tangguh banget, bisa tumbuh subur di tanah yang kurang subur, lahan kering, sampai daerah yang tergenang air sekalipun. Sering dijuluki 'Flame of the Forest' karena saat musim kemarau, daunnya gugur dan pohonnya dipenuhi bunga oranye kemerahan yang terlihat seperti api. Karakteristik/ciri-ciri Palash / Flame of Forest (Butea monosperma):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohon berukuran sedang dengan kulit kayu kasar, berwarna abu-abu kecokelatan, dan sering mengeluarkan getah berwarna merah jika batangnya dilukai.
Daun Tipe daun majemuk dengan tiga anak daun (trifoliate). Ukurannya cukup lebar, teksturnya agak kaku seperti kulit, dan bagian bawah daun biasanya berbulu halus.
Bunga Bentuknya unik seperti paruh burung, ukurannya besar, berwarna oranye cerah hingga merah bata. Bunga ini tumbuh bergerombol di ujung rantai yang tidak berdaun saat musim berbunga.
Buah Berupa polong pipih yang menggantung. Saat masih muda warnanya hijau berbulu halus, dan kalau sudah tua akan berubah menjadi cokelat kering berisi satu biji di ujungnya.
Akar Memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam, yang membantunya bertahan hidup di kondisi tanah yang ekstrem.

III. Manfaat Palash / Flame of Forest

8 Manfaat Palash / Flame of Forest untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan analgesik pada kondisi nyeri sendi

    Butein dan isobutrin menghambat aktivasi NF-κB (p-p65) dan MAPK (p38/JNK), menurunkan transkripsi gen COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Butin menghambat aktivitas COX/5-LOX sehingga sintesis prostaglandin dan leukotrien berkurang, sedangkan lupeol menekan migrasi neutrofil ke jaringan yang meradang.

    Senyawa Aktif: butein, butin, isobutrin, Lupeol
    Tampilkan
  2. Antihiperglikemik dan pendukung pengelolaan diabetes mellitus tipe 2

    Ekstrak Butea monosperma bekerja melalui aktivasi jalur AMPK sehingga meningkatkan translokasi GLUT4 dan masuknya glukosa ke sel; isobutrin dan butin menghambat α-glukosidase dan α-amilase di usus, memperlambat absorpsi karbohidrat; butein melindungi sel β-pankreas dari stres oksidatif dengan meningkatkan aktivitas SOD/GSH dan menurunkan apoptosis.

    Senyawa Aktif: butein, butin, isobutrin, Lupeol
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan penangkal stres oksidatif

    Polifenol chalcone (butein/isobutrin) dan flavanon (butin) mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengkhelat ion Fe²⁺ dan Cu²⁺, serta mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2 sehingga terjadi upregulasi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx, dan HO-1).

    Senyawa Aktif: butein, butin, isobutrin, coreopsin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Palash / Flame of Forest

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Palash / Flame of Forest.

  1. Butein

    Golongan: Flavonoid (chalcone)
    Bagian Tanaman: Bunga; kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi; Antioksidan; Antiproliferatif Sel Tumor (in Vitro).
    Tampilkan
  2. Butrin

    Golongan: Flavonoid glikosida (flavanone glikosida)
    Bagian Tanaman: Bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektif (mengurangi Kerusakan Hati Akibat CCl4/asetaminofen Pada Model Hewan); Antiinflamasi.
    Tampilkan
  3. Isobutrin

    Golongan: Flavonoid glikosida (chalcone glikosida)
    Bagian Tanaman: Bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektif; Efek Koleretik/kolegog Pada Model Hewan.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Palash / Flame of Forest

Interaksi & Kontraindikasi Palash / Flame of Forest dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan obat oral lain (misalnya suplemen zat besi atau obat yang mengandung alkaloid)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Beri jeda waktu minimal 2 jam antara konsumsi Palash dan obat oral, karena kandungan tanin dalam Palash dapat mengikat obat dan menurunkan penyerapannya di saluran cerna.

  2. Ibu menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Tidak ada data keamanan yang memadai tentang penggunaan Palash selama menyusui. Sebaiknya dihindari untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan pada bayi.

  3. Penggunaan pada penderita Pria atau pasangan yang sedang menjalani program kehamilan / gangguan kesuburan

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan Palash, terutama bagian bijinya, karena studi menunjukkan efek anti-fertilitas yang dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+2)

VI. Efek Samping Palash / Flame of Forest

Palash atau Flame of the Forest (Butea monosperma) adalah tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam sistem pengobatan tradisional Ayurveda. Meskipun memiliki berbagai khasiat terapeutik, konsumsi atau penggunaan bagian tanaman ini (seperti biji, bunga, dan getah) tanpa takaran yang tepat dapat menimbulkan berbagai efek samping merugikan bagi tubuh. Beberapa efek samping yang umum dilaporkan meliputi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan nyeri lambung, terutama jika biji atau ekstraknya dikonsumsi dalam dosis tinggi. Selain itu, kandungan senyawa bioaktif di dalamnya dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif, yang ditandai dengan gatal-gatal, kemerahan pada kulit, hingga kesulitan bernapas dalam kasus yang parah.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Palash / Flame of Forest

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Palash / Flame of Forest.

Apa saja senyawa fitokimia utama yang terkandung dalam Palash (Butea monosperma)?
Palash mengandung berbagai senyawa aktif. Bunga kaya akan flavonoid dan glikosida flavonoid seperti butrin, butein, dan isobutrin. Kulit batang mengandung tanin serta glikosida, sedangkan biji mengandung minyak lemak dengan asam oleat, asam linoleat, dan senyawa steroid. Kandungan inilah yang mendasari aktivitas antioksidan dan antiinflamasi tanaman ini. (Referensi: Kirtikar & Basu, 1935; Burli & Bari, 2011)
Bagaimana cara mengonsumsi Palash dalam penggunaan sehari-hari yang relatif aman?
Bagian yang paling umum digunakan adalah bunga. Bunga segar dapat diseduh sebagai teh, atau dikeringkan lalu dijadikan bubuk untuk dikonsumsi dengan air hangat. Kulit batang digunakan dalam bentuk rebusan. Sebaliknya, biji dan getah tidak boleh dikonsumsi sembarangan karena memiliki efek emetik dan laksatif yang kuat. Penggunaan biji hanya dilakukan oleh praktisi herbal berpengalaman dengan dosis yang sangat rendah. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli sebelum penggunaan rutin. (Referensi: Nadkarni, 1976; The Ayurvedic Pharmacopoeia of India)
Apakah Palash aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada bukti keamanan yang memadai. Beberapa sumber farmakognosi klasik melaporkan bahwa biji dan getah Butea monosperma digunakan secara tradisional sebagai abortifakien (pelancar keguguran). Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sangat tidak dianjurkan menggunakan Palash dalam bentuk apa pun tanpa pengawasan tenaga medis. (Referensi: Nadkarni, 1976; Kirtikar & Basu, 1935)
Bolehkah Palash digunakan untuk bayi atau anak-anak?
Tidak dianjurkan. Belum ada studi ilmiah yang memadai mengenai keamanan, dosis, dan efek samping Palash pada populasi anak. Biji tanaman ini dapat menyebabkan muntah dan diare parah jika tertelan, bahkan pada orang dewasa. Untuk bayi dan anak-anak, gunakan hanya atas rekomendasi dokter. (Referensi: Ross, 2003; Burli & Bari, 2011)
Apa saja efek samping dan toksisitas Palash yang perlu diwaspadai?
Konsumsi berlebihan, terutama biji atau getahnya, dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, diare, dan iritasi saluran cerna. Biji memiliki efek emetik dan purgatif yang kuat. Tidak ada data toksisitas akut yang lengkap, sehingga penggunaan dosis tinggi sangat berisiko. Jika terjadi gejala keracunan, segera cari pertolongan medis. (Referensi: Kirtikar & Basu, 1935; Nadkarni, 1976)
Apa manfaat kesehatan dari Palash yang sudah didukung penelitian ilmiah?
Uji laboratorium dan studi pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak Palash memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, hepatoprotektif, dan anthelmintik. Ekstrak bunga juga menunjukkan efek perlindungan pada hati yang diinduksi toksin. Meskipun menjanjikan, uji klinis pada manusia masih terbatas dan klaim pengobatan harus disikapi secara hati-hati. (Referensi: Burli & Bari, 2011; Ross, 2003)
Apakah Palash dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Penelitian khusus mengenai interaksi Palash dengan obat modern masih sangat terbatas. Karena Palash memiliki aktivitas biologis yang luas, secara teoritis dapat berinteraksi dengan obat antidiabetes, antihipertensi, atau antikoagulan. Untuk itu, pasien yang sedang menjalani pengobatan medis harus berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi Palash. (Referensi: Williamson, 2002)
Bagaimana cara menyimpan dan mengolah Palash dengan benar?
Bunga dan kulit batang kering sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara, terlindung dari cahaya dan kelembapan untuk mencegah pertumbuhan jamur. Sebelum digunakan, bahan dicuci bersih dan direbus atau direndam dalam air panas. Biji tidak boleh diolah sendiri oleh masyarakat umum; pengolahan biji memerlukan pengetahuan khusus untuk menurunkan toksisitasnya. Pastikan sumber bahan berasal dari tempat yang bebas pestisida dan kontaminan. (Referensi: The Ayurvedic Pharmacopoeia of India, 2001; Khandelwal, 2008)

Ashoka Tree

Saraca asoca

Kachnar

Bauhinia variegata

Cari: