Advertisement
Aktivitas antitrombotik adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk mencegah atau mengurangi pembentukan bekuan darah (trombus) yang dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan serangan jantung, stroke, atau emboli paru. Herbal dengan aktivitas antitrombotik menawarkan pendekatan alami untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan mencegah penyakit trombotik.
Mekanisme antitrombotik pada herbal meliputi penghambatan agregasi trombosit yang mencegah pembentukan sumbatan, penghambatan aktivitas faktor pembekuan darah (koagulasi), peningkatan aktivitas fibrinolitik yang membantu melarutkan bekuan darah yang sudah terbentuk, dan efek antiinflamasi pada pembuluh darah yang mengurangi risiko pembentukan trombus. Kurkumin dari kunyit dan kuersetin dari bawang telah terbukti memiliki efek antiplatelet yang signifikan. Allicin dari bawang putih juga menunjukkan aktivitas antitrombotik melalui berbagai mekanisme. Dengan profil keamanan yang baik, herbal antitrombotik menawarkan alternatif alami untuk pencegahan penyakit trombotik, terutama pada individu dengan faktor risiko tinggi.
Advertisement
TMP dan ferulic acid menghambat reseptor P2Y12 pada trombosit, menurunkan agregasi platelet melalui jalur cAMP/PKA, serta menekan aktivasi faktor transkripsi NF-κB yang mengurangi ekspresi molekul adhesi (P-selektin, vWF).
Senyawa: Tetramethylpyrazine (TMP), Ferulic acid, Senkyunolide A
Tingkat Bukti: Kuat
Panax notoginseng menurunkan agregasi platelet melalui inhibisi jalur P2Y12 reseptor dan penurunan ekspresi P-selektin, serta menghambat aktivitas trombin dan faktor Xa. Ginsenosida Rg1 dan Rb1 meningkatkan produksi NO dari endotel via aktivasi eNOS, menyebabkan vasodilatasi. Notoginsenosida R1 juga menghambat aktivasi NF-κB dan menekan ekspresi molekul adhesi (ICAM-1, VCAM-1).
Senyawa: Ginsenosida Rg1, Ginsenosida Rb1, Notoginsenosida R1
Tingkat Bukti: Kuat