White Sage

Salvia apiana
Nama
White Sage
Nama Latin/Ilmiah
Salvia apiana
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Herbal, earthy, sedikit pahit
Nama Lain
White sage (Amerika Serikat), salvia blanca (Meksiko), sauge blanche (Prancis), weißer Salbei (Jerman), salvia bianca (Italia)
Asal
Amerika Serikat (California), Meksiko (Baja California).
Kandungan Utama
Kandungan utama White Sage (Salvia apiana) adalah minyak atsiri dengan senyawa seperti 1,8-sineol, kamfor, alfa-tujon, beta-tujon, dan limonene, serta flavonoid dan asam fenolik.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang White Sage

White Sage, atau dikenal sebagai Salvia apiana, adalah tumbuhan semak hijau abadi yang berasal dari kawasan pesisir California dan Baja California, Meksiko. Tumbuhan ini termasuk dalam keluarga Lamiaceae dan memiliki daun berwarna keperakan hingga putih kehijauan yang ditutupi rambut halus, sehingga tampak pucat. Daunnya yang aromatik mengeluarkan aroma kuat seperti campuran herbal dan resin, yang menjadi ciri khas utama ketika disentuh atau dihancurkan. Di habitat aslinya, Salvia apiana tumbuh di lereng kering, area berbatu, dan chaparral yang terkena sinar matahari penuh, dengan sistem akar yang dalam untuk bertahan pada musim kemarau panjang.

Baca Lebih Lanjut
Update: 05 Sep 2026 - 22:02:25
 

II. Ciri-ciri White Sage

Tumbuh subur di daerah kering seperti semak belukar atau lereng bukit di California Selatan dan Meksiko Utara. Tanaman ini sangat suka sinar matahari penuh dan tanah yang memiliki drainase sangat baik. Karakteristik/ciri-ciri White Sage (Salvia apiana):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tanaman semak menahun yang bisa tumbuh cukup tinggi, sekitar 1 sampai 1,5 meter.
Daun Berwarna putih keperakan karena tertutup bulu-bulu halus. Teksturnya agak tebal, berbentuk lonjong, dan aromanya sangat kuat saat digosok.
Batang Batang muda berwarna keputihan dan berbulu, sedangkan batang yang lebih tua akan mengeras dan berwarna kecokelatan.
Bunga Tumbuh dalam rangkaian panjang (seperti malai) di ujung batang. Warnanya putih dengan sedikit corak ungu, berbentuk seperti bibir yang khas pada keluarga tanaman mint.
Akar Memiliki sistem perakaran yang kuat untuk mencari cadangan air di tanah yang gersang.

III. Manfaat White Sage

5 Manfaat White Sage untuk kesehatan.

  1. Infeksi bakteri dan jamur superfisial (kulit/mulut)

    Monoterpen lipofilik seperti 1,8-sineol, kamfor, dan borneol berinteraksi dengan membran lipid mikroba, meningkatkan permeabilitas membran, serta menyebabkan kebocoran ion dan lisis sel. Diterpen fenolik seperti asam karnosat diduga dapat menghambat pompa efluks bakteri dan mengganggu integritas membran Candida melalui interaksi dengan ergosterol.

    Senyawa Aktif: 1,8-Cineole, Kamfer, Borneol, carnosic acid
    Tampilkan
  2. Peradangan dan stres inflamasi seluler

    Senyawa fenolik dan terpenoid menghambat aktivasi NF-κB dengan mencegah fosforilasi/degradasi IκBα, sehingga menurunkan translokasi p65 ke nukleus. Hal ini menekan ekspresi COX-2 dan iNOS, menurunkan produksi PGE2 dan NO. Asam rosmarinat menghambat enzim lipoksigenase, sedangkan asam karnosat mengaktifkan jalur Nrf2/HO-1 yang bersifat sitoprotektif dan antiinflamasi.

    Senyawa Aktif: carnosic acid, carnosol, Asam Rosmarinat, Asam Ursolat
    Tampilkan
  3. Stres oksidatif / kerusakan akibat radikal bebas

    Polifenol dan diterpen fenolik menyumbangkan atom hidrogen/elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengkelat logam transisi, dan menghambat peroksidasi lipid. Asam karnosat juga dapat mengaktivasi faktor transkripsi Nrf2, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD dan HO-1.

    Senyawa Aktif: Asam Rosmarinat, carnosic acid, Asam Ursolat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan White Sage

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) White Sage.

  1. Golongan: Terpenoid — monoterpen oksigenat
    Bagian Tanaman: Daun (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Mukolitik, Antibakteri, Dan Meningkatkan Klirens Mukosiliar. Uji Klinis Telah Ada Untuk 1, 8-cineole Murni Pada Bronkitis/rinosinusitis, Tetapi Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Yang Menggunakan Ekstrak Salvia Apiana..
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid — monoterpen keton
    Bagian Tanaman: Daun (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik Topikal, Antipruritus, Dan Rubefasien. Bukti Untuk Kamper Topikal Pada Manusia Telah Ada, Tetapi Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Indikasi Berbasis Salvia Apiana..
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid — monoterpen hidrokarbon
    Bagian Tanaman: Daun (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antimikroba, Dan Bronkodilator Pada Studi In Vitro/in Vivo. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Yang Memadai Untuk Salvia Apiana..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Efek Samping White Sage

White sage (Salvia apiana) umumnya digunakan dalam praktik tradisional untuk pembakaran (smudging) maupun dikonsumsi dalam bentuk teh. Namun, penggunaan tanaman ini, terutama dalam bentuk ekstrak atau konsumsi oral, memiliki potensi efek samping yang perlu diwaspadai. Senyawa aktif utama yang terkandung di dalam Salvia apiana meliputi minyak atsiri seperti kamper (camphor) dan thujone. Dalam jumlah berlebih, kandungan kamper dan thujone dapat bersifat neurotoksik, yang berpotensi memicu gejala keracunan ringan hingga berat seperti pusing, mual, muntah, tremor, hingga kejang jika tertelan dalam dosis tinggi.

Baca Semua Efek Samping

Kurma

Phoenix dactylifera

Sweetgrass

Hierochloe odorata

Cari: