Advertisement
Sweetgrass (Hierochloe odorata) adalah tumbuhan perennial dari famili Poaceae yang terkenal karena aroma khasnya yang manis, mirip vanila, yang berasal dari senyawa kumarin pada daunnya. Tumbuhan ini tumbuh merumpun dengan daun hijau cerah yang dapat menjalar melalui rimpang bawah tanah, sering ditemukan di padang rumput basah, tepi sungai, dan lahan gambut di daerah beriklim dingin hingga sedang di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.
Tumbuh subur di tempat yang lembap seperti pinggiran sungai, rawa-rawa, atau padang rumput terbuka di wilayah beriklim dingin. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh dan punya kemampuan menyebar lewat akar di bawah tanah (rhizoma). Karakteristik/ciri-ciri Sweetgrass (Hierochloe odorata):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tinggi Tanaman | Biasanya tumbuh sekitar 30 hingga 60 cm. |
| Daun | Berbentuk pipih, halus, dan warnanya hijau mengkilap. Bagian atas daun cenderung lebih gelap dibanding bagian bawahnya. |
| Akar | Memiliki akar merambat (rhizoma) yang sangat aktif, bikin tanaman ini gampang membentuk koloni atau rumpun. |
| Bunga | Berupa malai (panicle) kecil berwarna cokelat keemasan atau tembaga yang muncul di ujung batang saat musim panas. |
| Aroma | Ini ciri khas utamanya; daunnya punya aroma manis seperti vanila yang makin kuat saat dikeringkan karena mengandung kumarin. |
| Tekstur | Daunnya terasa lembut saat disentuh, itulah kenapa tanaman ini sering dijadikan bahan anyaman. |
5 Manfaat Sweetgrass untuk kesehatan.
Kumarin dan asam hidroksisinamat/asam fenolat dalam ekstrak dapat berinteraksi dengan lipid bilayer membran mikroba, mengubah permeabilitas membran dan menghambat sintesis protein/enzim esensial. Fitol diduga berkontribusi terhadap aktivitas antibakteri pada bakteri Gram-positif. Efek ini terutama berasal dari uji in vitro dan belum terbukti setara pada jaringan manusia.
Kumarin dimetabolisme oleh CYP2A6 menjadi 7-hidroksikumarin (umbeliferon). Metabolit ini pada model nonklinis dapat menekan enzim siklooksigenase-2 (COX-2), menurunkan sintesis prostaglandin E2, serta menghambat pelepasan TNF-α dan IL-1β. Fitol berpotensi memodulasi PPAR-α dan menekan jalur NF-κB, sehingga mengurangi ekspresi mediator inflamasi.
Asam-asam fenolat seperti asam ferulat dan asam p-kumarat mendonorkan atom hidrogen kepada radikal bebas, memutus rantai peroksidasi lipid, dan mengkhelat logam transisi. Senyawa kumarin dapat mengalami hidroksilasi menjadi bentuk fenolat yang lebih aktif sebagai peredam radikal.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sweetgrass.
Sweetgrass (Hierochloe odorata) adalah tanaman aromatik yang sering digunakan dalam tradisi adat, pengobatan herbal, dan sebagai bahan penyedap. Meskipun umumnya dianggap aman dalam penggunaan tradisional yang terbatas, penelitian kimia menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung konsentrasi tinggi senyawa kumarin (coumarin). Senyawa kumarin dikenal memiliki sifat antikoagulan (pengencer darah). Konsumsi kumarin dalam jumlah besar atau dalam jangka waktu lama dapat berpotensi meningkatkan risiko pendarahan, terutama pada individu yang memiliki gangguan pembekuan darah atau mereka yang sedang mengonsumsi obat-obatan antikoagulan seperti warfarin.