Advertisement
Sesbania grandiflora, yang dikenal luas sebagai turi atau bunga turi, adalah pohon kecil dari famili Fabaceae yang berasal dari Asia Tenggara dan Australia Utara. Tanaman ini mudah dikenali dari bunganya yang besar, menggantung, dan berwarna putih atau merah, serta daun majemuk menyirip yang mirip daun lamtoro. Dalam konteks botani, turi merupakan spesies yang tumbuh cepat dan adaptif, mampu mencapai tinggi hingga 10 meter, dengan batang lunak dan mudah patah. Akar serta bintil akarnya memiliki kemampuan fiksasi nitrogen, sehingga menjadikan pohon ini sebagai tanaman pionir yang bermanfaat untuk memperbaiki kesuburan tanah marginal.
Turi suka banget sama daerah tropis yang panas dan lembap. Dia gampang banget tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tahan banting, bisa tumbuh di tanah yang kurang subur, dan sering ditemui di pinggiran sawah atau pekarangan rumah. Karakteristik/ciri-ciri Turi Flower (Sesbania grandiflora):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Pohonnya tergolong kecil dengan kayu yang agak lunak. Kulit batangnya berwarna kelabu kecokelatan, agak kasar, dan kalau dilukai biasanya mengeluarkan getah bening yang lama-lama jadi merah. |
| Daun | Daunnya majemuk, bentuknya menyirip genap. Anak daunnya kecil-kecil, berbentuk lonjong memanjang dengan ujung yang tumpul. |
| Bunga | Ini nih primadonanya. Bunganya berukuran besar, menggantung, bentuknya seperti bulan sabit atau mirip paruh burung. Warnanya ada dua varian: putih bersih atau merah muda/merah tua. |
| Buah | Buahnya berbentuk polong panjang, tipis, dan menggantung. Kalau sudah matang, warnanya berubah dari hijau jadi kekuningan atau cokelat, lalu pecah sendiri buat nyebarin bijinya. |
| Akar | Punya sistem perakaran tunggang yang kuat. Yang keren, akarnya punya bintil-bintil yang bersimbiosis dengan bakteri buat mengikat nitrogen dari udara, makanya dia bisa bantu nyuburin tanah. |
8 Manfaat Turi Flower untuk kesehatan.
Flavonoid seperti rutin dan quercetin menyumbangkan elektron dari gugus hidroksil cincin B untuk meredam radikal bebas, menghambat peroksidasi lipid, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx), dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE.
Menghambat aktivitas COX-2 dan jalur lipooksigenase, menurunkan sintesis prostaglandin E2 dan leukotrien. Flavonoid juga menghambat aktivasi NF-kB sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-6, dan iNOS.
Saponin berinteraksi dengan sterol membran mikroba menyebabkan kebocoran sel. Flavonoid menghambat adhesi mikroba dan aktivitas enzim DNA girase; tanin mengganggu integritas membran dan mengikat protein mikroba.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Turi Flower.
Interaksi & Kontraindikasi Turi Flower dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Bunga turi (Sesbania grandiflora) merupakan tanaman herbal yang bagian bunga, daun, dan polong mudanya sering dikonsumsi masyarakat Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai bahan pangan maupun obat tradisional. Meskipun kaya akan nutrisi dan antioksidan, konsumsi bunga turi secara berlebihan atau tanpa pengolahan yang tepat dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan. Berbagai penelitian toksikologi pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak bagian tanaman Sesbania grandiflora dalam dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare akut. Hal ini umumnya disebabkan oleh kandungan senyawa bioaktif tertentu seperti saponin dan tanin dalam jumlah besar yang bersifat mengiritasi mukosa lambung dan saluran pencernaan jika dikonsumsi secara mentah atau berlebihan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Turi Flower.