Turi Flower

Sesbania grandiflora
Nama
Turi Flower
Nama Latin/Ilmiah
Sesbania grandiflora
Famili
Bagian Digunakan
Bunga, Daun Muda, Polong Muda
Rasa
Manis
Nama Lain
Turi (Indonesia), katuray (Filipina), dok khae (Thailand), agati (India), bok phool (Bangladesh)
Asal
Indonesia, Malaysia, Filipina, India, Sri Lanka
Kandungan Utama
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, protein, vitamin C, zat besi, kalsium, dan serat.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Turi Flower

Sesbania grandiflora, yang dikenal luas sebagai turi atau bunga turi, adalah pohon kecil dari famili Fabaceae yang berasal dari Asia Tenggara dan Australia Utara. Tanaman ini mudah dikenali dari bunganya yang besar, menggantung, dan berwarna putih atau merah, serta daun majemuk menyirip yang mirip daun lamtoro. Dalam konteks botani, turi merupakan spesies yang tumbuh cepat dan adaptif, mampu mencapai tinggi hingga 10 meter, dengan batang lunak dan mudah patah. Akar serta bintil akarnya memiliki kemampuan fiksasi nitrogen, sehingga menjadikan pohon ini sebagai tanaman pionir yang bermanfaat untuk memperbaiki kesuburan tanah marginal.

Baca Lebih Lanjut
Update: 14 Agu 2026 - 01:20:10
 

II. Ciri-ciri Turi Flower

Turi suka banget sama daerah tropis yang panas dan lembap. Dia gampang banget tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tahan banting, bisa tumbuh di tanah yang kurang subur, dan sering ditemui di pinggiran sawah atau pekarangan rumah. Karakteristik/ciri-ciri Turi Flower (Sesbania grandiflora):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohonnya tergolong kecil dengan kayu yang agak lunak. Kulit batangnya berwarna kelabu kecokelatan, agak kasar, dan kalau dilukai biasanya mengeluarkan getah bening yang lama-lama jadi merah.
Daun Daunnya majemuk, bentuknya menyirip genap. Anak daunnya kecil-kecil, berbentuk lonjong memanjang dengan ujung yang tumpul.
Bunga Ini nih primadonanya. Bunganya berukuran besar, menggantung, bentuknya seperti bulan sabit atau mirip paruh burung. Warnanya ada dua varian: putih bersih atau merah muda/merah tua.
Buah Buahnya berbentuk polong panjang, tipis, dan menggantung. Kalau sudah matang, warnanya berubah dari hijau jadi kekuningan atau cokelat, lalu pecah sendiri buat nyebarin bijinya.
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang kuat. Yang keren, akarnya punya bintil-bintil yang bersimbiosis dengan bakteri buat mengikat nitrogen dari udara, makanya dia bisa bantu nyuburin tanah.

III. Manfaat Turi Flower

8 Manfaat Turi Flower untuk kesehatan.

  1. Antioksidan dan perlindungan stres oksidatif

    Flavonoid seperti rutin dan quercetin menyumbangkan elektron dari gugus hidroksil cincin B untuk meredam radikal bebas, menghambat peroksidasi lipid, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx), dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Rutin, Kuersetin, Kaempferol
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi dan nyeri

    Menghambat aktivitas COX-2 dan jalur lipooksigenase, menurunkan sintesis prostaglandin E2 dan leukotrien. Flavonoid juga menghambat aktivasi NF-kB sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-6, dan iNOS.

    Senyawa Aktif: Rutin, Kuersetin, Lupeol
    Tampilkan
  3. Antimikroba spektrum luas

    Saponin berinteraksi dengan sterol membran mikroba menyebabkan kebocoran sel. Flavonoid menghambat adhesi mikroba dan aktivitas enzim DNA girase; tanin mengganggu integritas membran dan mengikat protein mikroba.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, Saponin, Tanin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Turi Flower

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Turi Flower.

  1. Golongan: Flavonoid (flavonol aglikon)
    Bagian Tanaman: Bunga (kultivar putih dan merah; juga daun)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antihipertensi, Dan Penghambat Enzim α-glukosidase..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (flavonol aglikon)
    Bagian Tanaman: Bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Kardioprotektif, Dan Neuroprotektif..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavonol glikosida)
    Bagian Tanaman: Bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antiapoptosis, Dan Penghambat α-glukosidase..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Turi Flower

Interaksi & Kontraindikasi Turi Flower dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bunga turi sebagai makanan normal pada orang sehat

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman dikonsumsi sebagai sayur/lalapan; cuci bersih dan masak sampai matang. Hentikan bila muncul gejala intoleransi seperti mual, muntah, atau gatal. (Referensi: data etnofarmakologi dan tidak ditemukan toksisitas akut pada dosis makanan.)

  2. Riwayat alergi kacang-kacangan/Fabaceae (kedelai, kacang tanah, kacang panjang)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari bunga turi karena berpotensi menimbulkan reaksi silang alergi. Jika ingin mencoba, lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan alergolog. (Referensi: literatur alergi silang famili Fabaceae.)

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misalnya amlodipin, kaptopril, valsartan)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Gunakan dengan hati-hati karena efek bunga turi yang menurunkan tekanan darah dapat bersifat aditif terhadap obat antihipertensi. Pantau tekanan darah rutin dan konsultasikan penyesuaian dosis dengan dokter. (Referensi: kajian in vivo aktivitas vasodilator/antihipertensi Sesbania grandiflora.)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Turi Flower

Bunga turi (Sesbania grandiflora) merupakan tanaman herbal yang bagian bunga, daun, dan polong mudanya sering dikonsumsi masyarakat Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai bahan pangan maupun obat tradisional. Meskipun kaya akan nutrisi dan antioksidan, konsumsi bunga turi secara berlebihan atau tanpa pengolahan yang tepat dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan. Berbagai penelitian toksikologi pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak bagian tanaman Sesbania grandiflora dalam dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare akut. Hal ini umumnya disebabkan oleh kandungan senyawa bioaktif tertentu seperti saponin dan tanin dalam jumlah besar yang bersifat mengiritasi mukosa lambung dan saluran pencernaan jika dikonsumsi secara mentah atau berlebihan.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Turi Flower

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Turi Flower.

Apa kandungan gizi dan fitokimia utama bunga turi (Sesbania grandiflora)?
Bunga turi mengandung protein, serat pangan, mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi, serta vitamin A, vitamin C, tiamin, dan riboflavin. Dari sisi fitokimia, bunga ini diketahui mengandung flavonoid, antosianin, tanin, saponin, dan senyawa fenolik lain yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan. Tinjauan Fernandes et al. (2017) dalam Food Research International menyebut bahwa edible flowers seperti bunga turi berpotensi menjadi sumber fitonutrien, dan kajian fitokimia juga dilakukan oleh Patil & Pawar (2011) dalam International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research.
Bagaimana cara mengonsumsi bunga turi sehari-hari yang aman?
Bunga turi sebaiknya dicuci bersih, dibuang bagian yang layu, lalu direbus, dikukus, atau ditumis sebelum dikonsumsi. Cara umum di Indonesia adalah dijadikan sayur bening, pecel, atau lalapan matang. Belum ada dosis baku, tetapi konsumsi dalam porsi makanan normal sekitar 50 gram bunga matang umumnya dianggap aman. Khare (2007) dalam Indian Medicinal Plants mencatat bunga ini telah digunakan sebagai sayuran dan obat tradisional di Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Apa manfaat bunga turi untuk kesehatan dan pengobatan tradisional?
Secara tradisional, bunga turi digunakan untuk membantu meredakan demam, sariawan, batuk, dan gangguan pencernaan. Beberapa studi in vitro menunjukkan bahwa ekstrak bunga turi memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba. Namun klaim kuratif masih memerlukan penelitian lebih lanjut, sehingga bunga turi tidak boleh dianggap sebagai pengganti obat resep. Penggunaan tradisional ini dirujuk dalam Khare (2007) dalam Indian Medicinal Plants dan kajian fitokimia oleh Patil & Pawar (2011) dalam International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research.
Apakah bunga turi memiliki efek samping?
Sebagai makanan, bunga turi umumnya aman dikonsumsi. Namun konsumsi ekstrak pekat atau dalam jumlah sangat besar dapat menyebabkan mual atau gangguan lambung karena kandungan tanin dan saponin. Tanin dalam jumlah berlebihan juga dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan sumber zat besi. Karena itu, konsumsi wajar sebagai sayur lebih disarankan. Prinsip kehati-hatian ini juga ditekankan dalam tinjauan edible flowers oleh Fernandes et al. (2017) dalam Food Research International.
Bolehkah bunga turi diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Bunga turi yang dimasak matang dapat diperkenalkan sebagai bagian MPASI setelah bayi berusia 6 bulan, dengan tekstur yang dihaluskan atau dicincang sesuai tahapan usia. Sebaiknya berikan dalam porsi kecil untuk memantau kemungkinan alergi atau gangguan pencernaan. Namun sediaan ekstrak herbal atau suplemen bunga turi tidak direkomendasikan untuk bayi dan anak karena belum ada data keamanan serta dosis yang pasti. Prinsip pemberian MPASI bertahap dijelaskan dalam Kemenkes RI (2019), Pedoman Pemberian Makanan Pendamping ASI.
Apakah bunga turi aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Mengonsumsi bunga turi yang telah dimasak sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari umumnya aman dan dapat menyumbang zat gizi bagi ibu hamil serta menyusui. Akan tetapi, data ilmiah mengenai keamanan ekstrak pekat, kapsul, atau sediaan herbal bunga turi pada ibu hamil dan menyusui masih sangat terbatas, sehingga tidak disarankan dikonsumsi dalam bentuk suplemen tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan herbal apa pun, sesuai pedoman keamanan obat tradisional dari BPOM RI dan Kemenkes RI.
Apakah bunga turi dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Laporan klinis mengenai interaksi bunga turi dengan obat masih sangat terbatas. Secara teoretis, flavonoid dalam bunga turi dapat memengaruhi aktivitas enzim sitokrom P450 di hati, sehingga berpotensi mengubah metabolisme obat seperti warfarin, obat antidiabetes, atau antihipertensi. Oleh karena itu, pasien yang sedang menjalani pengobatan rutin sebaiknya mengonsumsi bunga turi dalam jumlah wajar dan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker. Potensi interaksi edible flowers dengan obat dibahas dalam Fernandes et al. (2017) dalam Food Research International.
Apakah ada perbedaan manfaat antara bunga turi putih dan bunga turi merah?
Secara umum keduanya dapat dikonsumsi, tetapi bunga turi merah mengandung pigmen antosianin lebih banyak daripada bunga turi putih, sehingga dalam beberapa pengukuran aktivitas antioksidannya lebih tinggi. Kandungan zat gizi dan fitokimia dapat bervariasi tergantung varietas, kondisi tanam, dan cara pengolahan. Perbandingan fitokimia ini disebutkan dalam kajian Patil & Pawar (2011) dalam International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research dan diperkuat oleh tinjauan edible flowers dari Fernandes et al. (2017) dalam Food Research International.

Sirih Gading

Epipremnum aureum

Cocor Bebek

Kalanchoe pinnata

Cari: