Advertisement
Tea Tree (Melaleuca alternifolia) adalah tanaman perdu atau pohon kecil dari keluarga Myrtaceae yang berasal dari wilayah pesisir timur Australia, terutama New South Wales bagian utara dan Queensland tenggara. Meskipun namanya mengandung kata “tea”, tumbuhan ini bukan tanaman teh sebenarnya (Camellia sinensis). Daunnya sempit, ramping, dan mengandung kelenjar minyak atsiri yang menjadi sumber utama minyak tea tree. Masyarakat Aborigin Australia telah lama memanfaatkan daunnya dengan cara dihancurkan dan ditempelkan pada luka atau infeksi kulit sebagai antiseptik tradisional.
Berasal dari daerah pesisir timur Australia yang lembap, biasanya tumbuh subur di sepanjang pinggiran sungai atau area rawa-rawa. Tanaman ini sangat suka sinar matahari penuh dan tanah yang agak basah. Karakteristik/ciri-ciri Tea Tree (Melaleuca alternifolia):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Pohon kecil hingga sedang dengan tinggi sekitar 3 sampai 7 meter, bentuknya agak ramping dan rindang. |
| Batang | Kulit batangnya unik, tipis dan berlapis-lapis seperti kertas (papery bark) yang bisa dikelupas, warnanya putih keabu-abuan. |
| Daun | Daunnya berbentuk memanjang seperti jarum atau lanset, berwarna hijau cerah, dan punya aroma khas yang tajam kalau diremas karena kandungan minyak atsiri. |
| Bunga | Bunganya berbentuk seperti sikat botol (bottle brush) berwarna putih krem, biasanya muncul dalam kelompok di ujung ranting. |
| Buah | Buahnya berbentuk kapsul kecil kayu yang tersusun rapat di sepanjang batang dahan yang sudah tua. |
8 Manfaat Tea Tree untuk kesehatan.
Terpinen-4-ol dan α-terpineol menghambat pertumbuhan dan biofilm Cutibacterium acnes, serta menurunkan inflamasi melalui supresi jalur NF-κB dan produksi TNF-α, IL-1β, IL-8, PGE2, dan COX-2 pada makrofag/monosit. Efek ini mengurangi lesi inflamasi dan non-inflamasi.
Terpinen-4-ol merusak membran sel dermatofita (Trichophyton rubrum, T. mentagrophytes), menyebabkan kebocoran ion dan ATP serta menghambat sintesis ergosterol. Efek antifungi diperkuat α-terpineol dan 1,8-cineole.
Komponen terpenoid mengganggu integritas membran jamur dan sintesis sterol, menghambat pertumbuhan dermatofita dan ragi penyebab onikomikosis. Namun penetrasi ke matriks kuku terbatas.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tea Tree.
Minyak pohon teh (Tea Tree Oil / Melaleuca alternifolia) umumnya aman bila digunakan secara topikal dalam konsentrasi rendah, namun dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama jika digunakan secara tidak benar atau pada individu yang sensitif. Efek samping lokal yang paling sering dilaporkan adalah dermatitis kontak iritan atau alergi, yang ditandai dengan eritema (kemerahan), sensasi terbakar, rasa menyengat, kering, gatal, dan pembentukan lepuh pada kulit. Oksidasi minyak akibat paparan udara, cahaya, dan panas diketahui dapat meningkatkan potensi allergenisitasnya, sehingga meningkatkan risiko reaksi kulit seiring berjalannya waktu. Selain itu, penggunaan jangka panjang atau konsentrasi tinggi dapat menyebabkan pengelupasan kulit dan ketidaknyamanan lokal yang signifikan.