Advertisement
Kakadu plum (Terminalia ferdinandiana) adalah pohon kecil atau semak yang berasal dari wilayah tropis muson Australia utara, termasuk Kakadu, Arnhem Land, dan Kimberley. Tumbuhan ini tumbuh di savana terbuka, hutan eukaliptus, dan area yang mengalami musim kemarau–hujan yang tegas. Buahnya kecil, berbentuk lonjong, berwarna hijau hingga kekuningan saat matang, dan telah menjadi bagian penting dari pangan tradisional masyarakat Aborigin setempat selama ribuan tahun.
Tumbuh subur di wilayah hutan savana tropis Australia bagian utara. Pohon ini tahan banting dan sangat menyukai area dengan curah hujan musiman yang jelas. Karakteristik/ciri-ciri Kakadu Plum (Terminalia ferdinandiana):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Bentuk Pohon | Pohon berukuran kecil hingga sedang dengan tinggi sekitar 10-15 meter, punya kulit kayu yang kasar dan berwarna abu-abu. |
| Daun | Daunnya lebar, berwarna hijau pucat, berbentuk oval, dan sering kali tumbuh bergerombol di ujung ranting. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil berbentuk lonceng, warnanya putih kekuningan, dan biasanya muncul dalam bentuk malai yang memanjang. |
| Buah | Buahnya berbentuk lonjong (seperti almond) dengan warna hijau muda saat masih muda dan berubah menjadi kekuningan saat matang, ukurannya kecil tapi kaya nutrisi. |
| Akar | Memiliki sistem perakaran yang kuat untuk menyerap air di tanah yang cenderung kering selama musim kemarau panjang. |
Kakadu Plum (Terminalia ferdinandiana) dikenal sebagai buah dengan kandungan vitamin C tertinggi di dunia, namun konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping pada saluran pencernaan. Asupan vitamin C yang sangat tinggi dapat memicu gejala gastrointestinal seperti kram perut, mual, diare, dan refluks asam lambung karena kelebihan asam askorbat tidak diserap secara optimal oleh usus dan menarik air ke dalam lumen intestinal.