Advertisement
Quandong (Santalum acuminatum) adalah pohon semiparasit asli wilayah gurun dan semi-gurun Australia bagian selatan. Tumbuhan dari keluarga Santalaceae ini tetap berfotosintesis, tetapi juga menyerap air dan nutrisi dari akar tanaman inang melalui struktur khusus bernama haustoria. Daunnya kecil, sempit, dan hijau keabu-abuan, sedangkan buahnya bulat dengan warna merah cerah. Kemampuan beradaptasi pada tanah kering dan iklim panas membuatnya menjadi spesies penting di ekosistem kering Australia.
Tanaman asli Australia yang tahan banting. Biasanya tumbuh di area gurun atau lahan kering. Dia punya kebiasaan unik yaitu bersifat hemiparasit, artinya akarnya suka 'nempel' ke akar tanaman lain buat nyari nutrisi tambahan, tapi dia tetap bisa berfotosintesis sendiri. Karakteristik/ciri-ciri Quandong (Santalum acuminatum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tumbuh sebagai pohon kecil atau semak yang bisa mencapai tinggi 2 sampai 6 meter. |
| Daun | Bentuknya agak runcing atau lanset, warnanya hijau kekuningan, dan teksturnya kasar mirip kulit. |
| Bunga | Ukurannya kecil, warnanya hijau kecokelatan atau merah tua, dan punya kelopak yang keras. |
| Buah | Ini bagian paling ikonik, bentuknya bulat dengan kulit yang berubah dari hijau jadi merah cerah kalau sudah matang. Daging buahnya tipis tapi rasanya unik. |
| Biji | Di dalam buah ada biji yang sangat keras, bertekstur kasar/berlubang, dan ukurannya cukup besar dibandingkan daging buahnya. |
| Batang | Kulit batangnya kasar, berwarna abu-abu gelap sampai kecokelatan, dan cenderung retak-retak seiring bertambahnya usia. |
Quandong (Santalum acuminatum), yang dikenal sebagai buah persik gurun Australia, umumnya dianggap aman dikonsumsi sebagai bagian dari makanan tradisional dan modern karena kandungan nutrisinya yang kaya, termasuk vitamin C, vitamin E, folote, magnesium, dan seng. Namun, seperti halnya banyak tanaman liar dan buah hutan, potensi efek samping terutama berkaitan dengan reaksi alergi individu, sensitivitas pencernaan, atau kontaminasi ekologis jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak tepat. Beberapa orang yang sensitif terhadap tanaman dari keluarga Santalaceae mungkin mengalami gejala gastrointestinal ringan seperti kembung, mual, atau ketidaknyamanan perut setelah mengonsumsi buah mentah atau produk olahannya dalam jumlah besar, yang sering kali disebabkan oleh kandungan serat kasar atau senyawa bioaktif tertentu.