Society Garlic

Tulbaghia violacea
Nama
Society Garlic
Nama Latin/Ilmiah
Tulbaghia violacea
Bagian Digunakan
Daun, Bunga, dan Umbi
Rasa
bawang putih
Nama Lain
Wilde knoffel (Afrika Selatan), isihaqa (Afrika Selatan), pink agapanthus (Inggris), sweet garlic (Australia), wild garlic (Afrika Selatan)
Asal
Society garlic (Tulbaghia violacea) berasal dari Afrika Selatan.
Kandungan Utama
Senyawa sulfur (allicin), saponin, flavonoid, alkaloid, glikosida, minyak atsiri.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Society Garlic

Society Garlic (Tulbaghia violacea) adalah tanaman herbal abadi yang berasal dari Afrika Selatan, kerap disalahartikan sebagai bawang putih karena aroma daunnya yang khas. Meskipun demikian, tanaman ini bukanlah bawang putih sejati (Allium sativum), melainkan anggota famili Amaryllidaceae.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 02:40:03
 

II. Ciri-ciri Society Garlic

Berasal dari Afrika Selatan, tanaman ini suka banget sama sinar matahari penuh dan tanah yang drainasenya lancar. Dia cukup tahan banting, tahan kekeringan, dan sering dijadiin tanaman hias di taman karena aroma bawangnya bisa ngusir hama. Karakteristik/ciri-ciri Society Garlic (Tulbaghia violacea):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Terna abadi yang tumbuh merumpun dengan rimpang (rizoma).
Daun Bentuknya panjang kayak pita atau pedang, teksturnya agak berdaging, warnanya hijau kebiruan, dan kalau diremas bakal keluar bau khas bawang putih.
Bunga Bentuknya seperti bintang kecil dengan enam kelopak, muncul dalam kelompok (umbel) di ujung tangkai panjang yang tegak, warnanya ungu pucat atau violet.
Akar Punya sistem akar rimpang (rizoma) yang menjalar di bawah tanah dan membantu tanaman ini berkembang biak jadi rumpun yang makin lebar.
Tinggi Bisa tumbuh sampai sekitar 30-60 cm tergantung kesuburan tanahnya.

III. Manfaat Society Garlic

7 Manfaat Society Garlic untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi

    Ekstrak Tulbaghia violacea menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX), sehingga menurunkan sintesis prostaglandin dan leukotrien. Senyawa sulfur tiosulfinat dan flavonoid juga dapat menekan jalur NF-κB dan menurunkan ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6.

    Senyawa Aktif: S-alk(en)il-sistein sulfoksida, Tiosulfinat/polisulfida, Flavonoid (kuersetin/kaempferol)
    Tampilkan
  2. Antimikroba (antibakteri dan antijamur)

    Tiosulfinat dan polisulfida dari umbi dan daun bereaksi dengan gugus tiol protein mikroba, menghambat enzim metabolisme sel bakteri dan jamur, serta merusak integritas membran sel sehingga menyebabkan kebocoran ion dan kematian sel.

    Senyawa Aktif: Tiosulfinat, Polisulfida, Saponin
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Senyawa fenolik dan flavonoid berperan sebagai donor hidrogen/elektron untuk menetralkan radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan ROS. Selain itu, senyawa sulfur dapat memodulasi jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx.

    Senyawa Aktif: Flavonoid, Asam fenolik, Senyawa sulfur antioksidan
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Society Garlic

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Society Garlic.

  1. 2,4,6-Trimetil-1,3,5-ditiazina (thialdine)

    Golongan: Organosulfur (heterosiklik)
    Bagian Tanaman: Daun dan umbi/bulb
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri, Antijamur, Dan Antioksidan Secara In Vitro; Diuji Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Candida Albicans. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  2. Dimetil disulfida (DMDS)

    Golongan: Organosulfur (disulfida)
    Bagian Tanaman: Daun dan umbi/bulb
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Gram-positif Dan Gram-negatif Secara In Vitro; Juga Berperan Sebagai Penanda Aroma Khas Bawang. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Dimetil trisulfida (DMTS)

    Golongan: Organosulfur (trisulfida)
    Bagian Tanaman: Daun dan umbi/bulb
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antioksidan, Dan Kemopreventif Secara In Vitro; Aktivitas Antijamur Juga Dilaporkan. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Society Garlic

Interaksi & Kontraindikasi Society Garlic dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi dosis tinggi pada orang dengan lambung sensitif

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Gunakan dosis kecil dan konsumsi setelah makan. Hentikan bila timbul mual, kembung, atau nyeri ulu hati. Keamanan jangka panjang belum diketahui, sehingga batasi durasi penggunaan. [Rujukan: data fitokimia T. violacea dan prinsip keamanan herbal]

  2. Alergi terhadap bawang putih/bawang merah (famili Allium)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan. Kandungan senyawa sulfur dapat menyebabkan reaksi silang berupa ruam, gatal, atau angioedema pada individu yang alergi Allium. [Rujukan: konsep reaktivitas silang alergen Allium pada genus Tulbaghia]

  3. GERD / tukak lambung

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari atau gunakan dengan sangat hati-hati karena dapat mengiritasi mukosa lambung dan memperburuk refluks serta nyeri ulu hati. Konsumsi bersama makanan tidak selalu mencegah iritasi. [Rujukan: laporan iritasi gastrointestinal akibat senyawa organosulfur]

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Society Garlic

Society Garlic (Tulbaghia violacea) adalah tanaman hias dan herbal yang secara tradisional digunakan dalam pengobatan rakyat, terutama karena kerabat dekatnya dengan bawang putih. Meskipun umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah kecil sebagai makanan, konsumsi bagian tanaman ini dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal. Senyawa sulfur aktif dan minyak atsiri yang terkandung di dalamnya dapat mengiritasi lapisan lambung dan saluran pencernaan, yang sering kali memicu gejala seperti mual, muntah, nyeri perut, dan sensasi terbakar pada saluran cerna. Selain itu, aroma sulfur yang kuat juga dapat menyebabkan bau mulut dan bau badan yang menyengat setelah dikonsumsi.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Society Garlic

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Society Garlic.

Apa saja kandungan fitokimia utama dari Society Garlic (Tulbaghia violacea) dan apa fungsinya?
Daun dan umbi mengandung senyawa organosulfur, saponin, alkaloid, dan flavonoid. Senyawa organosulfur bertanggung jawab terhadap aroma khas serta aktivitas antimikroba dan antioksidan. (van Wyk, B.E. & Gericke, N. 2000. People's Plants: A Guide to Useful Plants of Southern Africa. Briza Publications.)
Bagaimana cara penggunaan Society Garlic yang umum dalam kehidupan sehari-hari?
Daun segar biasanya dicincang dan digunakan sebagai bumbu penyedap, mirip bawang putih atau bawang daun. Umbinya dapat diolah menjadi acar atau ramuan tradisional. Namun konsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi lambung dan rasa terbakar. (van Wyk, B.E. & Gericke, N. 2000. People's Plants: A Guide to Useful Plants of Southern Africa. Briza Publications.)
Apakah Society Garlic memiliki manfaat kesehatan yang terbukti secara ilmiah?
Ekstrak Tulbaghia violacea menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap bakteri dan jamur, efek anti-inflamasi, serta efek penurunan tekanan darah pada tikus hipertensi. Penelitian lain juga melaporkan potensi antidiabetes. (Ncube, B., Finnie, J.F. & Van Staden, J. 2011. Journal of Ethnopharmacology, 139(1), 81-89.); (Afolayan, A.J. & Yakubu, M.T. 2009. Journal of Ethnopharmacology, 124(3), 465-470.)
Apakah Society Garlic aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman direkomendasikan karena secara tradisional tumbuhan ini digunakan sebagai emmenagogue yang dapat merangsang menstruasi, sehingga berisiko pada kehamilan. Belum ada data keamanan untuk ibu menyusui, sehingga sebaiknya dihindari. (Iwu, M.M. 2014. Handbook of African Medicinal Plants. CRC Press.)
Apakah Society Garlic aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan karena belum ada bukti keamanan dan dosis yang sahih untuk bayi serta anak. Kandungan saponin dan senyawa aktif lain dapat menyebabkan iritasi saluran cerna atau reaksi alergi pada usia tersebut. (Iwu, M.M. 2014. Handbook of African Medicinal Plants. CRC Press.)
Apa saja efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Society Garlic?
Konsumsi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan iritasi mukosa lambung. Kontak langsung dengan getah tanaman juga dapat menimbulkan dermatitis kontak pada kulit yang sensitif. (Ncube, B., Finnie, J.F. & Van Staden, J. 2011. Journal of Ethnopharmacology, 139(1), 81-89.)
Bagaimana cara mengolah Society Garlic agar lebih aman dikonsumsi?
Pemanasan seperti memasak atau merebus dapat mengurangi senyawa sulfur volatil yang mengiritasi. Pengolahan dengan minyak juga membantu menurunkan aroma dan rasa menyengat. Konsumsi mentah dalam jumlah besar sebaiknya dihindari. (van Wyk, B.E. & Gericke, N. 2000. People's Plants: A Guide to Useful Plants of Southern Africa. Briza Publications.)
Apakah Society Garlic dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Berpotensi berinteraksi dengan obat antihipertensi karena efek penurunan tekanan darahnya. Aktivitas antiplateletnya juga dapat memperbesar risiko perdarahan bila dikombinasikan dengan obat pengencer darah seperti warfarin. Konsultasikan dengan dokter jika sedang menjalani terapi tertentu. (Afolayan, A.J. & Yakubu, M.T. 2009. Journal of Ethnopharmacology, 124(3), 465-470.)

Ramps

Allium tricoccum

Egyptian Walking Onion

Allium ? proliferum

Cari: