Advertisement
Herniaria glabra, yang dikenal sebagai rupturewort atau rumput pecah, adalah tumbuhan herba tahunan atau kadang-kadang abadi dari famili Caryophyllaceae. Tumbuhan ini memiliki batang yang menjalar di permukaan tanah, daun kecil berbentuk elips hingga lanset yang tersusun berseling, serta bunga-bunga hijau kekuningan yang sangat kecil dan tidak mencolok. Meskipun namanya "glabra" yang berarti gundul atau tidak berbulu, sebagian populasi dapat memiliki rambut halus yang sangat pendek di sepanjang batangnya. Tumbuhan ini berasal dari wilayah Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara, dan sering tumbuh di padang rumput kering, tepi jalan, serta lahan berpasir atau berbatu yang berdrainase baik.
Advertisement
Secara ekologis, Herniaria glabra termasuk spesies yang adaptif terhadap kondisi tanah miskin dan sinar matahari penuh. Bentuknya yang rendah dan menjalar membantu tumbuhan ini bertahan dari angin kencang dan kekeringan, karena sistem akarnya yang dalam mampu menjangkau air di lapisan bawah tanah. Tumbuhan ini sering ditemukan tumbuh bersama rumput-rumput pendek di kawasan mediterania dan iklim sedang, serta mampu membentuk hamparan hijau yang menutupi permukaan tanah. Meskipun mudah tumbuh di alam liar, pelestariannya perlu diperhatikan karena habitat alaminya sering terancam oleh alih fungsi lahan pertanian dan perkotaan.
Nama "rupturewort" merujuk pada penggunaan tradisionalnya untuk mengobati hernia atau "pecah" pada dinding perut, meskipun secara herbal lebih sering digunakan untuk gangguan saluran kemih. Tumbuhan ini mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan kumarin yang memberikan efek diuretik, antiinflamasi, dan antispasmodik. Dalam pengobatan tradisional Eropa, rebusan Herniaria glabra digunakan untuk membantu mengatasi batu ginjal, infeksi kandung kemih, dan radang saluran kemih. Beberapa penelitian modern mulai mengeksplorasi potensi antioksidan dan anti-inflamasinya, namun masih diperlukan studi klinis lebih lanjut untuk memastikan khasiat dan keamanannya bagi manusia.
Manfaat Rupturewort untuk kesehatan.
Saponin triterpenoid dan flavonoid diduga meningkatkan aliran darah ginjal dan menghambat reabsorpsi natrium/klorida di tubulus distal, sehingga meningkatkan produksi urin. Herniarin juga diperkirakan berkontribusi pada relaksasi otot polos saluran kemih, tetapi mekanisme pastinya pada manusia belum dikonfirmasi.
Herniarin dan flavonoid seperti luteolin dan quercetin menghambat jalur NF-κB serta aktivitas COX-2 dan lipoksigenase, sehingga menurunkan produksi mediator proinflamasi seperti prostaglandin E2, TNF-α, dan IL-6.
Polifenol seperti asam kafeat dan rutin menangkal radikal bebas melalui transfer atom hidrogen, mengkelat ion logam transisi, dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase.
Saponin triterpenoid dan kumarin seperti herniarin dan umbelliferone berinteraksi dengan sterol membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas membran dan menyebabkan kebocoran sitoplasma. Polifenol juga menghambat enzim metabolisme mikroba dan adhesi sel.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Rupturewort.