Advertisement
Restharrow (Ononis spinosa) adalah tumbuhan perdu kecil berduri yang termasuk dalam famili Fabaceae (suku polong-polongan). Spesies ini banyak ditemukan di padang rumput kering, tepi jalan, dan lahan berbatu di Eropa, Asia Barat, serta Afrika Utara. Ciri khasnya adalah batang berkayu dengan duri tajam, daun majemuk berbulu halus, dan bunga berwarna merah muda hingga ungu yang menyerupai bunga kacang-kacangan. Akar tunggangnya yang dalam dan kuat membuat tumbuhan ini tahan terhadap kekeringan, sekaligus menjadi asal usul namanya dalam bahasa Inggris—"restharrow" yang berarti "menahan garu", karena akarnya yang sulit dicabut sering mengganggu alat pertanian tradisional.
Advertisement
Secara botani, Ononis spinosa memiliki dua subspesies utama, yaitu subspesies spinosa yang berduri jelas dan subspesies maritima yang tumbuh di daerah pesisir dengan duri lebih reduksi. Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 30–60 cm dan berbunga pada bulan Juni hingga September. Bunganya tersusun dalam tandan longgar di ketiak daun, dengan kelopak berbentuk tabung dan mahkota bertipe kupu-kupu (papilionaceous). Buahnya berupa polong kecil berisi 2–4 biji yang akan pecah saat matang. Keberadaan duri dan kandungan resin membuat tumbuhan ini kurang disukai herbivora, namun bunganya kaya nektar sehingga menarik lebah dan serangga penyerbuk lainnya.
Dalam pengobatan tradisional, akar dan bagian aerial Ononis spinosa telah lama digunakan sebagai diuretik, anti-inflamasi, dan pereda nyeri. Senyawa aktif seperti isoflavon (misalnya ononin dan spinonin), saponin, serta tanin memberikan efek farmakologis yang bermanfaat untuk mengatasi infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan rematik. Selain itu, ekstrak tumbuhan ini juga digunakan dalam sediaan herbal modern untuk mendukung kesehatan ginjal. Meski demikian, penggunaannya perlu hati-hati karena kandungan saponin dapat menyebabkan iritasi lambung pada dosis tinggi. Hingga kini, Ononis spinosa tetap menjadi salah satu tumbuhan liar yang penting secara ekologis maupun ekonomis di kawasan asalnya.
Manfaat Restharrow untuk kesehatan.
Isoflavonoid dan kalium dari akar meningkatkan filtrasi glomerulus dan menurunkan reabsorpsi tubulus; efek osmotik kalium dan glikosida flavonoid meningkatkan volume urine serta membantu membilas mikroba/kristal dari traktus urinarius.
Isoflavonoid (formononetin, biochanin A, ononin) menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2 dan produksi sitokin proinflamasi TNF-α/IL-6, serta menghambat 5-lipooksigenase sehingga mengurangi mediator inflamasi dan nyeri.
Isoflavonoid dan komponen minyak atsiri berinteraksi dengan membran lipid bakteri, meningkatkan permeabilitas sel dan menyebabkan kebocoran isi sel; pada Candida mengganggu membran sel dan menghambat pembentukan biofilm.
Polifenol dan flavonoid melepaskan hidrogen/elektron untuk menetralkan radikal DPPH/ABTS/ROS; pada tingkat sel meningkatkan ekspresi enzim antioksidan (SOD, katalase, GPx) melalui jalur Nrf2/ARE dan mengurangi peroksidasi lipid.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Restharrow.