Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Ononis spinosa L. (Fabaceae): Tinjauan penggunaan tradisional, fitokimia, dan farmakologi

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Review
    Sampel:
    Ulasan literatur; mencakup studi in vitro, in vivo, dan klinis terbatas
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (review)
    Temuan:
    Ononis spinosa mengandung flavonoid, isoflavonoid, dan minyak esensial yang mendukung efek diuretik, anti-inflamasi, dan antimikroba. Bukti klinis modern masih terbatas dan sebagian besar berasal dari studi preklinis.
  2. Profil fenolik dan aktivitas antioksidan ekstrak Ononis spinosa L.

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Ekstrak akar dan bagian aerial Ononis spinosa; uji DPPH, ABTS, FRAP, dan penghambatan enzim
    Dosis/Durasi:
    In vitro; konsentrasi 62,5–1000 µg/mL
    Temuan:
    Ekstrak kaya fenolik dan flavonoid menunjukkan aktivitas antioksidan kuat serta penghambatan enzim terkait inflamasi. Aktivitas tertinggi ditemukan pada ekstrak dengan kandungan flavonoid tinggi.
  3. Komposisi kimia dan aktivitas antimikroba minyak esensial Ononis spinosa L.

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Minyak esensial dari bagian aerial; panel bakteri Gram-positif dan Gram-negatif
    Dosis/Durasi:
    In vitro; konsentrasi 0,5–10 mg/mL
    Temuan:
    Minyak esensial mengandung monoterpen dan seskuiterpen serta menunjukkan aktivitas antibakteri moderat. Efek paling kuat terlihat terhadap bakteri Gram-positif.
  4. Efek anti-inflamasi ekstrak Ononis spinosa L. pada makrofag RAW 264.7 yang distimulasi LPS

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW 264.7; stimulasi lipopolisakarida (LPS)
    Dosis/Durasi:
    In vitro; 10–100 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan produksi NO, TNF-α, IL-6, serta ekspresi iNOS dan COX-2. Efek ini melibatkan penghambatan jalur NF-κB dan MAPK.
  5. Aktivitas diuretik ekstrak air Ononis spinosa L. pada tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Rattus norvegicus jantan; 6 kelompok; n=36
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral; pengamatan 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak air akar meningkatkan volume urin dan ekskresi natrium serta klorida secara signifikan. Efek diuretik sebanding dengan furosemid pada dosis tinggi.
  6. Isoflavonoid dari Ononis spinosa L. dan aktivitas anti-inflamasinya

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi fitokimia dan in vitro
    Sampel:
    Isolat senyawa dari akar Ononis spinosa; uji penghambatan NO pada makrofag
    Dosis/Durasi:
    In vitro; 5–50 µM
    Temuan:
    Senyawa isoflavonoid seperti ononin dan kalikosid menunjukkan penghambatan produksi NO. Aktivitas ini mendukung potensi anti-inflamasi akar restharrow.
  7. Ekstrak Ononis spinosa L. memperbaiki hiperplasia prostat jinak yang diinduksi testosteron pada tikus

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Rattus norvegicus jantan model BPH induksi testosteron; n=40
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan berat prostat, kadar DHT, dan ekspresi 5α-reduktase. Efek ini disertai penurunan marker inflamasi dan proliferasi.

Advertisement


Cari: