Advertisement
Rumput Belulang (Eleusine indica) adalah spesies rumput tahunan dari famili Poaceae yang tumbuh liar dan mudah dijumpai di tepi jalan, lahan terbuka, maupun area pertanian. Tanaman ini memiliki ciri khas batang yang tegak atau menyebar, daun yang pipih dengan ligula pendek, serta sistem perakaran yang kuat dan serabut. Nama “belulang” merujuk pada teksturnya yang keras dan liat, sehingga sering diasosiasikan dengan kekuatan. Meski dianggap gulma, rumput ini memiliki daya adaptasi yang sangat tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan, termasuk tanah kering dan terpapar sinar matahari langsung.
8 Manfaat Rumput Belulang untuk kesehatan.
Vitexin, isovitexin, dan luteolin menekan aktivasi NF-κB, sehingga menurunkan TNF-α, IL-6, IL-1β, serta COX-2. Efek ini mengurangi produksi prostaglandin dan leukotrien melalui jalur COX/LOX dan MAPK (p38/ERK).
Flavonoid seperti kuersetin dan apigenin meningkatkan permeabilitas membran mikroba; asam kafeat dan luteolin menghambat enzim respirasi serta menyebabkan kebocoran ion; saponin menurunkan tegangan permukaan membran sehingga terjadi lisis sel.
Senyawa fenolik seperti asam kafeat, orientin, dan kaempferol mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal DPPH/ABTS; aktivasi Nrf2 meningkatkan enzim antioksidan endogen SOD, CAT, dan GPx, serta menurunkan MDA dan peroksidasi lipid.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Rumput Belulang.
Rumput Belulang (Eleusine indica) dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai tanaman herbal yang memiliki sifat diuretik, antipiretik, dan antiinflamasi. Namun, konsumsi atau penggunaan tanaman ini secara tidak tepat dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan manusia. Berdasarkan kajian toksikologi dan etnobotani, efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan gangguan saluran pencernaan, seperti mual, muntah, dan iritasi lambung ringan apabila ekstrak tanaman dikonsumsi dalam dosis yang terlalu tinggi. Hal ini disebabkan oleh adanya senyawa aktif tertentu dan kandungan serat kasar yang tinggi pada rumput liar yang mungkin sulit dicerna oleh sistem pencernaan manusia.