Advertisement
Talas Beneng (Xanthosoma undipes) merupakan tumbuhan umbi-umbian tropis yang masih berkerabat dekat dengan talas-talasan lainnya dalam famili Araceae. Berbeda dengan talas biasa, talas beneng memiliki ukuran batang dan daun yang jauh lebih besar, bahkan tingginya dapat mencapai dua meter lebih. Umbinya tumbuh di bawah permukaan tanah dengan tekstur yang lebih padat dan kandungan serat yang tinggi, sehingga sering diolah menjadi berbagai produk pangan alternatif seperti tepung maupun keripik. Tumbuhan ini berasal dari kawasan Amerika Selatan, namun kini telah banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama di daerah Banten dan Jawa Barat, karena adaptasinya yang baik terhadap iklim tropis.
5 Manfaat Talas Beneng untuk kesehatan.
Diduga melalui donasi atom hidrogen dan pemindahan radikal bebas oleh polifenol dan flavonoid. Beberapa flavonoid juga dapat mengaktivasi jalur Nrf2/ARE, tetapi mekanisme ini belum dikonfirmasi spesifik pada Xanthosoma undipes.
Beberapa kandungan flavonoid, alkaloid, dan tanin dilaporkan menghambat α-glukosidase dan α-amilase, sehingga memperlambat hidrolisis dan absorpsi karbohidrat. Efek pada reseptor insulin juga masih bersifat hipotetis untuk tumbuhan ini.
Saponin dan tanin diduga mengganggu integritas membran sel bakteri, membentuk kompleks dengan protein dinding sel, dan menghambat adhesi bakteri. Efek ini diamati secara in vitro dan belum dikonfirmasi in vivo pada manusia.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Talas Beneng.
Talas Beneng (Xanthosoma undipes), sebagaimana jenis tanaman talas-talasan lainnya dari suku Araceae, mengandung senyawa aktif utama berupa kristal kalsium oksalat berbentuk raphide. Ketika jaringan tanaman dikonsumsi mentah, dimasak tidak sempurna, atau bahkan bersentuhan langsung dengan kulit sensitif, kristal-kristal jarum mikroskopis ini dapat menembus jaringan mukosa mulut, tenggorokan, dan kulit. Hal ini memicu efek samping lokal yang parah berupa sensasi gatal yang intens, rasa terbakar (burning sensation), pembengkakan pada bibir, lidah, serta rongga mulut, dan hipersalivasi. Selain kalsium oksalat, getah tanaman ini juga berpotensi mengandung senyawa racun lain seperti protease atau saponin yang dapat memperparah iritasi mukosa gastrointestinal jika tertelan dalam jumlah signifikan.