Rosella Putih

White Roselle | Hibiscus sabdariffa var. altissima
Nama
Rosella Putih (White Roselle)
Nama Latin/Ilmiah
Hibiscus sabdariffa var. altissima
Bagian Digunakan
Kelopak Bunga, Daun, dan Biji
Rasa
Asam
Nama Lain
Java jute (Indonesia), meshta (India), krachap khao (Thailand), rosela putih (Malaysia), white roselle (Inggris)
Asal
India
Kandungan Utama
flavonoid, polifenol, vitamin C, asam organik, dan serat.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Rosella Putih

Hibiscus sabdariffa var. altissima atau rosella putih merupakan salah satu varietas rosela yang kurang populer dibandingkan kerabatnya yang berkelopak merah. Varietas ini memiliki habitus pertumbuhan tinggi menjulang hingga 3–5 meter, batang hijau kekuningan dan relatif tegak, serta daun yang lebih lebar. Sesuai namanya, bunga rosella putih tidak menghasilkan kelopak (calyx) berdaging seperti varietas konsumsi; mahkota bunganya berwarna putih kekuningan dengan pusat kemerahan, sehingga sering dimanfaatkan untuk tujuan ornamental dan terutama sebagai sumber serat alami. Perbedaan morfologis ini menjadikannya penting dalam pemuliaan dan studi keanekaragaman genetik rosela.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 03:40:27
 

II. Ciri-ciri Rosella Putih

Tanaman ini suka banget sama daerah tropis yang panas dengan sinar matahari penuh. Biasanya tumbuh subur di tanah yang punya drainase bagus dan nggak gampang tergenang air. Versi 'altissima' ini lebih sering dibudidayakan untuk serat batangnya dibanding bunganya. Karakteristik/ciri-ciri Rosella Putih (Hibiscus sabdariffa var. altissima):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuh tegak menjulang dengan batang yang bisa mencapai ketinggian lebih dari 3 meter, makanya sering disebut sebagai tipe serat atau 'altissima'.
Batang Batangnya berwarna hijau pucat hingga kemerahan, permukaannya halus dan sangat kuat karena mengandung serat yang berkualitas tinggi.
Daun Daunnya berbentuk menjari dengan 3-5 lobus, warnanya hijau segar. Teksturnya sedikit kasar dan tepinya bergerigi.
Bunga Bunga tunggal yang muncul di ketiak daun. Kelopaknya berwarna hijau keputihan (nggak merah kayak rosella biasa), dengan mahkota bunga berwarna kuning pucat dan ada bercak merah tua di bagian tengahnya.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk kapsul yang terbungkus kelopak hijau. Di dalamnya ada biji-biji kecil berwarna cokelat tua yang berbentuk ginjal.
Akar Memiliki sistem perakaran tunggang yang cukup dalam, bikin tanaman ini cukup kokoh dan tahan terhadap kondisi kering.

III. Manfaat Rosella Putih

8 Manfaat Rosella Putih untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Polifenol dan flavonoid bekerja sebagai donor elektron untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, ROS), mengkhelasi ion logam transisi seperti Fe2+ dan Cu2+, serta mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen SOD, CAT, dan GPx.

    Senyawa Aktif: Asam Protokatekuat, Asam Klorogenat, Quercetin-3-O-rutinoside
    Tampilkan
  2. Antidiabetes

    Ekstrak menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat pemecahan karbohidrat dan absorbsi glukosa; senyawa fenolik juga dapat mengaktivasi AMPK, meningkatkan translokasi GLUT4, dan menurunkan pembentukan advanced glycation end-products (AGEs).

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, Asam hibiskat, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antihipertensi

    Diduga melalui penghambatan enzim pengubah angiotensin (ACE), peningkatan ketersediaan nitric oxide (NO) melalui aktivasi eNOS, dan efek vasorelaksasi endotelium-dependent. Senyawa fenolik seperti asam protokatekuat dan asam klorogenat berperan dalam regulasi tekanan darah.

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, Asam Protokatekuat, Kaempferol-3-O-glukosida
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Rosella Putih

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Rosella Putih.

  1. Golongan: Flavonoid (Flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun dan kelopak
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antidiabetes, Dan Kardioprotektif..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (Flavonol glikosida)
    Bagian Tanaman: Daun, bunga, dan kelopak
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Pelindung Pembuluh Darah, Antiinflamasi, Dan Penurunan Permeabilitas Kapiler..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (Flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun, batang, dan kelopak
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Neuroprotektif, Dan Antiproliferatif Pada Studi Preklinis..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Rosella Putih

Interaksi & Kontraindikasi Rosella Putih dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tanin dalam rosella putih dapat menghambat absorpsi zat besi non-heme. Konsumsi terpisah dengan jeda minimal 2 jam.

  2. Antasida

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan asam organik pada rosella putih dapat mengurangi efektivitas antasida. Beri jeda waktu konsumsi untuk menghindari interaksi.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, penghambat beta)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek hipotensif rosella putih dapat bersinergi dengan obat antihipertensi dan menyebabkan tekanan darah terlalu rendah. Pantau tekanan darah dan konsultasikan penyesuaian dosis dengan dokter.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Rosella Putih

Rosella putih (Hibiscus sabdariffa var. altissima) kaya akan senyawa bioaktif seperti asam organik, flavonoid, dan antosianin yang sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional sebagai antioksidan, penurun tekanan darah, dan diuretik. Namun, konsumsi rosella putih dalam jumlah berlebihan atau pada individu yang rentan dapat menimbulkan berbagai efek samping sistem pencernaan, seperti iritasi lambung, mual, dan peningkatan frekuensi buang air kecil akibat efek diuretik alaminya. Kandungan asam yang tinggi pada tanaman ini dapat memicu ketidaknyamanan pada pasien dengan gangguan lambung seperti gastritis atau tukak peptik jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Rosella Putih

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Rosella Putih.

Apa perbedaan kandungan antara Rosella Putih dan Rosella Merah?
Rosella Putih (_Hibiscus sabdariffa var. altissima_) merupakan varietas yang umumnya dibudidayakan untuk serat batang. Kelopak bunganya berwarna pucat sehingga kandungan antosianinnya lebih rendah daripada Rosella Merah (_var. sabdariffa_). Namun, Rosella Putih tetap memiliki polifenol, asam askorbat, dan serat yang bermanfaat. _Da-Costa-Rocha et al. (2014) Food Chemistry, 165:424–443_.
Apakah Rosella Putih bisa dijadikan teh dan bagaimana cara seduh yang benar?
Bisa. Kelopak bunga kering dapat diseduh seperti teh. Cara aman: gunakan 1,5–2 g kelopak kering untuk 200 ml air panas bersuhu sekitar 90°C, seduh 5–10 menit, lalu saring. Minum maksimal 2 cangkir per hari. Untuk var. altissima, belum ada dosis klinis yang ditetapkan, sehingga mulailah dari porsi kecil. _European Medicines Agency (EMA). Community herbal monograph on Hibiscus sabdariffa L., flos. EMA/HMPC/206420/2015_.
Apakah Rosella Putih dapat menurunkan tekanan darah?
Beberapa uji klinis pada teh _Hibiscus sabdariffa_ menunjukkan efek menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada orang dewasa dengan hipertensi ringan. Akan tetapi, penelitian tersebut menggunakan varietas sabdariffa, bukan _altissima_. Karena kandungan antosianin Rosella Putih lebih rendah, efeknya kemungkinan lebih lemah dan belum dapat direkomendasikan sebagai pengobatan hipertensi. _McKay et al. (2010) J Nutr, 140(2):298–303_.
Apakah aman dikonsumsi ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan. Data keamanan untuk var. altissima tidak tersedia, dan monografi EMA menyatakan penggunaan _H. sabdariffa_ selama kehamilan dan laktasi belum cukup diteliti sehingga tidak direkomendasikan. Beberapa kajian farmakologis juga menyebutkan efek stimulasi pada otot polos uterus yang dapat meningkatkan risiko kontraksi. _EMA/HMPC, 2015_.
Bolehkah diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Untuk bayi dan anak di bawah 12 tahun tidak disarankan karena belum ada bukti keamanan klinis. Pada anak yang lebih besar atau remaja, teh rosella dalam jumlah kecil (misalnya 1 cangkir) boleh diberikan, tetapi hanya sesekali dan bukan sebagai obat. _EMA/HMPC, 2015_.
Apa efek samping yang perlu diwaspadai?
Konsumsi berlebihan bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, sakit perut, diare, serta hipotensi atau sering berkemih. Ekstrak dosis tinggi pada hewan menunjukkan potensi toksisitas, sehingga tidak disarankan mengonsumsi ekstrak pekat tanpa pengawasan. _Ali et al. (2005) Phytother Res, 19(5):369–375_.
Apakah Rosella Putih berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya, karena efek diuretik dan antihipertensinya, Rosella dapat meningkatkan kerja obat hipertensi dan diuretik sehingga menyebabkan tekanan darah terlalu rendah. Selain itu, _H. sabdariffa_ dilaporkan berinteraksi dengan klorokuin dan obat lain yang dimetabolisme oleh enzim hati. Konsultasikan dengan dokter bila sedang menjalani pengobatan. _Da-Costa-Rocha et al. (2014) Food Chemistry, 165:424–443_.
Bisakah Rosella Putih digunakan untuk menurunkan berat badan atau kolesterol?
Berbagai penelitian preklinis dan sebagian uji klinis pada _H. sabdariffa_ menunjukkan efek penurun kolesterol dan trigliserida, tetapi bukti untuk var. _altissima_ masih sangat terbatas. Rosella bukan pengganti obat penurun kolesterol; pola makan sehat dan konsultasi dokter tetap diperlukan. _Ali et al. (2005) Phytother Res, 19(5):369–375_.

Akar Kucing

Acalypha indica

Kembang Merak

Caesalpinia pulcherrima

Cari: