Advertisement
Myrtus communis, yang dikenal sebagai myrtle atau murad, adalah semak hijau abadi dari famili Myrtaceae yang berasal dari kawasan Mediterania. Tanaman ini memiliki daun lanset mengilap yang mengandung minyak atsiri aromatik, bunga putih berkelopak lima dengan benang sari mencolok, serta buah beri bulat berwarna hitam kebiruan yang dapat dimakan. Tumbuhnya kompak dan rimbun, menjadikannya populer sebagai tanaman hias, pagar hidup, maupun elemen taman klasik sejak zaman Romawi.
Tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania. Suka banget sama tempat yang panas, kering, dan banyak sinar matahari. Biasanya tumbuh subur di semak belukar atau area hutan terbuka, dan cukup tahan terhadap kekeringan. Karakteristik/ciri-ciri Myrtle (Myrtus communis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Habitus | Termasuk kategori semak hijau abadi (evergreen) yang bisa tumbuh cukup rimbun, biasanya tingginya sekitar 1 hingga 3 meter. |
| Daun | Daunnya berbentuk oval atau lancip (lanceolate), warnanya hijau gelap mengkilap, dan teksturnya kaku. Kalau daunnya diremas, bakal keluar aroma harum yang khas banget. |
| Bunga | Bunganya cantik, warnanya putih bersih dengan banyak benang sari yang menonjol keluar, bikin tampilannya jadi agak 'fluffy'. Bunganya muncul di ketiak daun. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat menyerupai beri, warnanya dari ungu gelap sampai hitam saat sudah matang. Di dalamnya ada biji-biji kecil. |
| Batang | Batangnya punya kulit yang teksturnya kasar dan cenderung mengelupas seiring bertambahnya usia, kayunya cukup kuat dan bercabang banyak sejak dari pangkal. |
8 Manfaat Myrtle untuk kesehatan.
Senyawa acylphloroglucinol myrtucommulone menghambat mikrosomal prostaglandin E2 sintase-1 (mPGES-1) sehingga menurunkan produksi PGE2; quercetin dan myricetin menghambat aktivasi NF-κB serta menurunkan TNF-α, IL-1β, dan IL-6; 1,8-cineole dan α-pinene juga berkontribusi pada penghambatan COX-2 dan edema.
Minyak atsiri merusak membran lipid mikroba melalui sifat lipofiliknya, meningkatkan permeabilitas dan kebocoran ion; flavonoid menghambat adhesi mikroba dan sintesis asam nukleat. Efek ini aktif terhadap bakteri Gram-positif, Gram-negatif, serta Candida spp.
Senyawa fenolik dan flavonoid menangkal radikal bebas, mengkhelat logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti SOD, CAT, dan GPx; dapat menurunkan kadar MDA dan peroksidasi lipid.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Myrtle.
Tanaman Myrtle (Myrtus communis), khususnya dalam bentuk ekstrak dan minyak esensial, umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jumlah kecil sebagai bahan makanan atau aromaterapi. Namun, penggunaan terapeutik, konsumsi oral minyak esensial, atau aplikasi topikal tanpa pengenceran dapat memicu berbagai efek samping yang merugikan. Minyak esensial Myrtle kaya akan senyawa aktif seperti 1,8-cineole, myrtenyl acetate, dan alpha-pinene. Pada individu tertentu, aplikasi topikal minyak esensial ini dapat menyebabkan dermatitis kontak, iritasi kulit parah, serta sensitisasi kulit karena sifat poten dari senyawa aromatiknya.