Advertisement
Nardostachys jatamansi, yang lebih dikenal sebagai Jatamansi atau Spikenard, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam keluarga Caprifoliaceae. Tanaman ini memiliki rimpang (akar tinggal) yang tebal, berbulu, dan mengeluarkan aroma khas yang kuat dan menenangkan. Spikenard tumbuh liar di ketinggian 3.000 hingga 5.000 meter di atas permukaan laut, terutama di wilayah Himalaya—mulai dari Nepal, Bhutan, India bagian utara, hingga Tibet. Daunnya berbentuk lanset dan terkumpul di pangkal batang, sementara bunganya yang kecil berwarna merah muda atau keunguan tumbuh dalam rangkaian payung di ujung batang. Keunikan utama tanaman ini terletak pada rimpangnya yang mengandung minyak atsiri kompleks, yang telah digunakan selama ribuan tahun sebagai bahan wewangian, obat tradisional, dan dupa suci.
Tumbuh subur di daerah pegunungan tinggi Himalaya, tepatnya di area berbatu dan padang rumput alpen dengan ketinggian sekitar 3.000 hingga 5.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini lebih suka cuaca yang dingin dan lingkungan yang cukup lembap. Karakteristik/ciri-ciri Narwastu (Nardostachys jatamansi):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar Dan Rimpang | Memiliki rimpang yang tertutup oleh serat-serat halus berwarna cokelat kehitaman, bentuknya mirip seperti jaring-jaring atau rambut kasar. |
| Batang | Batangnya pendek dan biasanya tertutup oleh sisa-sisa daun yang sudah kering dari musim sebelumnya. |
| Daun | Daunnya tumbuh mengumpul di pangkal batang (membentuk roset), berbentuk memanjang atau lanset, dengan tekstur yang agak tebal dan halus. |
| Bunga | Bunganya berukuran kecil, berwarna merah muda pucat atau putih, dan tumbuh bergerombol di ujung batang membentuk struktur seperti payung atau malai. |
| Aroma | Seluruh bagian tanaman, terutama bagian akarnya, mengeluarkan aroma wangi yang sangat khas, tajam, dan bersifat menenangkan. |
8 Manfaat Narwastu untuk kesehatan.
Meningkatkan aktivitas GABA melalui modulasi reseptor GABA-A, terutama subunit α1 dan γ2, serta menghambat enzim GABA transaminase. Juga memodulasi sumbu HPA dengan menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan kadar serotonin (5-HT) di hipokampus.
Meningkatkan durasi tidur non-REM melalui agonisme parsial pada reseptor melatonin MT1/MT2 dan potentiasi saluran klorida GABA-A. Juga mengurangi aktivitas saraf simpatis dengan menghambat pelepasan norepinefrin.
Menghambat aktivasi NF-κB dan mengurangi ekspresi COX-2, iNOS, serta TNF-α. Juga menghambat jalur MAPK (p38, JNK) dan menekan produksi PGE2 dan leukotrien. Efek sinergis melalui penghambatan 5-lipoksigenase dan COX-1.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Narwastu.
Interaksi & Kontraindikasi Narwastu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Narwastu (Nardostachys jatamansi) adalah tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam sistem pengobatan tradisional seperti Ayurveda. Meskipun memiliki potensi terapeutik, konsumsi atau penggunaan ekstrak tanaman ini dalam dosis yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan berbagai efek samping. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, kram perut, dan diare akibat iritasi pada mukosa lambung oleh senyawa aktif di dalamnya. Selain itu, beberapa individu dapat mengalami reaksi alergi dermal atau kontak dermatitis saat ekstrak minyaknya dioleskan langsung ke kulit, yang ditandai dengan kemerahan, gatal-gatal, dan sensasi terbakar.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Narwastu.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Narwastu.