• Herbapedia.id

Jatamansi / Spikenard

Nardostachys jatamansi
Nama: Jatamansi / Spikenard
Nama Latin/Ilmiah: Nardostachys jatamansi

Kandungan:
Jatamanson, valeranal, nardostakson
Nama Lain:
Jatamansi (India), Spikenard (United Kingdom), Nard (France), Nardo (Spain), Gansong (China)
Asal:
India, Nepal, Bhutan, Tiongkok (Tibet)
Bagian Utama:
Akar dan Rimpang
Rasa:
Tikta, Kashaya

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Jatamansi / Spikenard

Nardostachys jatamansi, yang lebih dikenal sebagai Jatamansi atau Spikenard, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam keluarga Caprifoliaceae. Tanaman ini memiliki rimpang (akar tinggal) yang tebal, berbulu, dan mengeluarkan aroma khas yang kuat dan menenangkan. Spikenard tumbuh liar di ketinggian 3.000 hingga 5.000 meter di atas permukaan laut, terutama di wilayah Himalaya—mulai dari Nepal, Bhutan, India bagian utara, hingga Tibet. Daunnya berbentuk lanset dan terkumpul di pangkal batang, sementara bunganya yang kecil berwarna merah muda atau keunguan tumbuh dalam rangkaian payung di ujung batang. Keunikan utama tanaman ini terletak pada rimpangnya yang mengandung minyak atsiri kompleks, yang telah digunakan selama ribuan tahun sebagai bahan wewangian, obat tradisional, dan dupa suci.

Advertisement

Dalam sistem pengobatan tradisional Ayurveda, Jatamansi dikenal sebagai salah satu tumbuhan adaptogenik dan penenang (nervine) yang paling dihormati. Minyak atsiri dari rimpangnya mengandung senyawa aktif seperti jatamansone, nardostachone, dan valeranal, yang memberikan efek sedatif, antikonvulsan, dan neuroprotektif. Secara tradisional, Jatamansi digunakan untuk mengatasi insomnia, kecemasan, gangguan memori, dan epilepsi. Selain itu, ramuan ini juga dipercaya untuk memperbaiki sirkulasi darah, meredakan sakit kepala, serta merawat kulit dan rambut. Dalam pengobatan Tibet (Sowa Rigpa) dan Tiongkok, Spikenard sering diresepkan untuk menyeimbangkan energi "angin" (rLung) atau untuk mengobati gangguan jantung dan hati. Aroma tanahnya yang hangat dan sedikit manis juga menjadikannya bahan utama dalam dupa dan parfum mewah sejak zaman Mesir Kuno dan Romawi.

Saat ini, popularitas Jatamansi terus meningkat seiring dengan minat global terhadap pengobatan herbal dan aromaterapi. Penelitian ilmiah modern telah mengonfirmasi beberapa khasiat tradisionalnya, seperti aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba dari ekstraknya. Namun, tingginya permintaan pasar dan praktik pemanenan yang tidak berkelanjutan telah menyebabkan penurunan populasi liar Nardostachys jatamansi secara drastis. Akibatnya, tumbuhan ini kini masuk dalam status terancam punah (Endangered) oleh IUCN dan terdaftar dalam CITES Appendix II. Upaya konservasi seperti budidaya terkontrol, sertifikasi perdagangan berkelanjutan, serta penggunaan teknologi kultur jaringan mulai digalakkan untuk melindungi spesies berharga ini. Dengan demikian, pemahaman mendalam tentang ekologi dan etnobotani Spikenard menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan warisan alam dan pengobatan tradisionalnya.

Update: 30 Jul 2026 - 11:12:14

 

II. Manfaat Jatamansi / Spikenard

Manfaat Jatamansi / Spikenard untuk kesehatan.

  1. Anti-kecemasan (Anxiolytic)

    Meningkatkan aktivitas GABA melalui modulasi reseptor GABA-A, terutama subunit α1 dan γ2, serta menghambat enzim GABA transaminase. Juga memodulasi sumbu HPA dengan menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan kadar serotonin (5-HT) di hipokampus.

    Senyawa Aktif: Jatamansone (valeranone), Nardosinone, Sesquiterpenoid sesquiterpene
    Tampilkan
  2. Gangguan tidur (Insomnia) – Peningkatan kualitas tidur

    Meningkatkan durasi tidur non-REM melalui agonisme parsial pada reseptor melatonin MT1/MT2 dan potentiasi saluran klorida GABA-A. Juga mengurangi aktivitas saraf simpatis dengan menghambat pelepasan norepinefrin.

    Senyawa Aktif: Valeranone, Nardostachone, Lignan (sesamin-like)
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada penyakit sendi (osteoarthritis model)

    Menghambat aktivasi NF-κB dan mengurangi ekspresi COX-2, iNOS, serta TNF-α. Juga menghambat jalur MAPK (p38, JNK) dan menekan produksi PGE2 dan leukotrien. Efek sinergis melalui penghambatan 5-lipoksigenase dan COX-1.

    Senyawa Aktif: Jatamansone, Nardosinone, Aromadendrene
    Tampilkan
  4. Neuroprotektif pada penyakit Parkinson (model in vivo)

    Melindungi neuron dopaminergik di substansia nigra dengan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE dan meningkatkan enzim antioksidan (SOD, katalase, GSH). Juga menghambat agregasi α-sinuklein dan mengurangi stres oksidatif mitokondria melalui regulasi kompleks I.

    Senyawa Aktif: Nardosinone, Jatamansone, 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) scavenger like
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Jatamansi / Spikenard

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jatamansi / Spikenard.

  1. Jatamansone (Valeranone)

    Golongan: Terpenoid (Seskuiterpenoid)
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Sedatif, Antikonvulsan, Antiinflamasi, Neuroprotektif.
    Tampilkan
  2. Nardostachone

    Golongan: Terpenoid (Seskuiterpenoid)
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Neuroprotektif (studi In Vitro Dan Hewan).
    Tampilkan
  3. Nardosinone

    Golongan: Seskuiterpenoid Lain
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidiabetes (meningkatkan Sensitivitas Insulin), Antiinflamasi.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

Kutki

Picrorhiza kurroa

Musta / Nagarmotha

Cyperus rotundus