Narwastu

Spikenard | Nardostachys jatamansi
Nama
Narwastu (Spikenard)
Nama Latin/Ilmiah
Nardostachys jatamansi
Bagian Digunakan
Akar dan Rimpang
Rasa
Tikta, Kashaya
Nama Lain
Jatamansi (India), Spikenard (United Kingdom), Nard (France), Nardo (Spain), Gansong (China)
Asal
India, Nepal, Bhutan, Tiongkok (Tibet)
Kandungan Utama
Jatamanson, valeranal, nardostakson

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Narwastu

Nardostachys jatamansi, yang lebih dikenal sebagai Jatamansi atau Spikenard, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam keluarga Caprifoliaceae. Tanaman ini memiliki rimpang (akar tinggal) yang tebal, berbulu, dan mengeluarkan aroma khas yang kuat dan menenangkan. Spikenard tumbuh liar di ketinggian 3.000 hingga 5.000 meter di atas permukaan laut, terutama di wilayah Himalaya—mulai dari Nepal, Bhutan, India bagian utara, hingga Tibet. Daunnya berbentuk lanset dan terkumpul di pangkal batang, sementara bunganya yang kecil berwarna merah muda atau keunguan tumbuh dalam rangkaian payung di ujung batang. Keunikan utama tanaman ini terletak pada rimpangnya yang mengandung minyak atsiri kompleks, yang telah digunakan selama ribuan tahun sebagai bahan wewangian, obat tradisional, dan dupa suci.

Baca Lebih Lanjut
Update: 23 Agu 2026 - 00:40:58
 

II. Ciri-ciri Narwastu

Tumbuh subur di daerah pegunungan tinggi Himalaya, tepatnya di area berbatu dan padang rumput alpen dengan ketinggian sekitar 3.000 hingga 5.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini lebih suka cuaca yang dingin dan lingkungan yang cukup lembap. Karakteristik/ciri-ciri Narwastu (Nardostachys jatamansi):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Dan Rimpang Memiliki rimpang yang tertutup oleh serat-serat halus berwarna cokelat kehitaman, bentuknya mirip seperti jaring-jaring atau rambut kasar.
Batang Batangnya pendek dan biasanya tertutup oleh sisa-sisa daun yang sudah kering dari musim sebelumnya.
Daun Daunnya tumbuh mengumpul di pangkal batang (membentuk roset), berbentuk memanjang atau lanset, dengan tekstur yang agak tebal dan halus.
Bunga Bunganya berukuran kecil, berwarna merah muda pucat atau putih, dan tumbuh bergerombol di ujung batang membentuk struktur seperti payung atau malai.
Aroma Seluruh bagian tanaman, terutama bagian akarnya, mengeluarkan aroma wangi yang sangat khas, tajam, dan bersifat menenangkan.

III. Manfaat Narwastu

8 Manfaat Narwastu untuk kesehatan.

  1. Anti-kecemasan (Anxiolytic)

    Meningkatkan aktivitas GABA melalui modulasi reseptor GABA-A, terutama subunit α1 dan γ2, serta menghambat enzim GABA transaminase. Juga memodulasi sumbu HPA dengan menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan kadar serotonin (5-HT) di hipokampus.

    Senyawa Aktif: Jatamansone (valeranone), Nardosinone, Sesquiterpenoid sesquiterpene
    Tampilkan
  2. Gangguan tidur (Insomnia) – Peningkatan kualitas tidur

    Meningkatkan durasi tidur non-REM melalui agonisme parsial pada reseptor melatonin MT1/MT2 dan potentiasi saluran klorida GABA-A. Juga mengurangi aktivitas saraf simpatis dengan menghambat pelepasan norepinefrin.

    Senyawa Aktif: Valeranone, Nardostachone, Lignan (sesamin-like)
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada penyakit sendi (osteoarthritis model)

    Menghambat aktivasi NF-κB dan mengurangi ekspresi COX-2, iNOS, serta TNF-α. Juga menghambat jalur MAPK (p38, JNK) dan menekan produksi PGE2 dan leukotrien. Efek sinergis melalui penghambatan 5-lipoksigenase dan COX-1.

    Senyawa Aktif: Jatamansone, Nardosinone, Aromadendrene
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Narwastu

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Narwastu.

  1. Jatamansone (Valeranone)

    Golongan: Terpenoid (Seskuiterpenoid)
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Sedatif, Antikonvulsan, Antiinflamasi, Neuroprotektif.
    Tampilkan
  2. Nardostachone

    Golongan: Terpenoid (Seskuiterpenoid)
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Neuroprotektif (studi In Vitro Dan Hewan).
    Tampilkan
  3. Nardosinone

    Golongan: Seskuiterpenoid Lain
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidiabetes (meningkatkan Sensitivitas Insulin), Antiinflamasi.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Narwastu

Interaksi & Kontraindikasi Narwastu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat sedatif-hipnotik (benzodiazepin, barbiturat, alkohol)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan karena efek sedasi aditif dapat menyebabkan kantuk berlebihan dan gangguan koordinasi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misal: ACE inhibitor, beta-blocker, CCB)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau tekanan darah secara teratur karena Jatamansi dapat menurunkan tekanan darah, berisiko hipotensi berlebih.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau kadar gula darah karena Jatamansi dapat menurunkan glukosa; penyesuaian dosis mungkin diperlukan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Narwastu

Narwastu (Nardostachys jatamansi) adalah tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam sistem pengobatan tradisional seperti Ayurveda. Meskipun memiliki potensi terapeutik, konsumsi atau penggunaan ekstrak tanaman ini dalam dosis yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan berbagai efek samping. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, kram perut, dan diare akibat iritasi pada mukosa lambung oleh senyawa aktif di dalamnya. Selain itu, beberapa individu dapat mengalami reaksi alergi dermal atau kontak dermatitis saat ekstrak minyaknya dioleskan langsung ke kulit, yang ditandai dengan kemerahan, gatal-gatal, dan sensasi terbakar.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Narwastu

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Narwastu.

  1. Efektivitas Ekstrak Nardostachys jatamansi terhadap Gangguan Kecemasan Menyeluruh: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Nardostachys jatamansi 500 mg/hari selama 8 minggu menurunkan skor Hamilton Anxiety Rating Scale (HAMA) secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping berat selama periode penelitian.
    Tampilkan
  2. Nardostachys jatamansi untuk Ansietas dan Depresi: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Klinis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Suplementasi Nardostachys jatamansi dapat memperbaiki gejala ansietas dengan ukuran efek sedang hingga besar, tetapi efek terhadap depresi masih bervariasi. Heterogenitas antar studi cukup tinggi sehingga hasil perlu ditafsirkan secara hati-hati.
    Tampilkan
  3. Nardostachys jatamansi Mencegah Gangguan Kognitif dan Penumpukan Amiloid-β pada Tikus Model Penyakit Alzheimer melalui Jalur Nrf2

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak Nardostachys jatamansi menurunkan agregasi β-amyloid dan memperbaiki memori spasial pada uji Morris water maze. Aktivitas enzim antioksidan meningkat serta penanda inflamasi TNF-α menurun secara signifikan.
    Tampilkan

VIII. FAQ Narwastu

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Narwastu.

Apa itu Jatamansi dan kandungan fitokimia utamanya?
Jatamansi (Nardostachys jatamansi) adalah tanaman herbal yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Kandungan fitokimia utamanya meliputi seskuiterpenoid seperti jatamansone, nardostachone, valeranal, serta senyawa fenolik dan flavonoid. Senyawa-senyawa ini berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan neuroprotektif (Phytomedicine, 2018; Journal of Ethnopharmacology, 2016).
Bagaimana cara konsumsi Jatamansi untuk kesehatan sehari-hari?
Jatamansi dapat dikonsumsi dalam bentuk teh (rebusan akar kering), ekstrak cair, atau kapsul. Dosis umum untuk efek relaksasi adalah 300-500 mg ekstrak per hari, tetapi konsultasi dengan herbalis disarankan. Penggunaan sehari-hari sebaiknya tidak lebih dari 8 minggu berturut-turut tanpa pengawasan (Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2017).
Apakah Jatamansi aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Jatamansi pada ibu hamil dan menyusui belum ditetapkan secara ilmiah. Beberapa studi pada hewan menunjukkan potensi efek relaksasi otot rahim yang bisa memicu kontraksi, sehingga disarankan untuk dihindari selama kehamilan dan menyusui kecuali di bawah pengawasan tenaga kesehatan (Drugs and Lactation Database, 2020).
Apa efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan Jatamansi?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti sakit kepala ringan, mual, atau kantuk berlebihan pada dosis tinggi. Pada individu sensitif, dapat terjadi reaksi alergi. Penggunaan jangka panjang (>3 bulan) belum banyak diteliti, sehingga disarankan untuk tidak melebihi dosis anjuran (Journal of Herbal Medicine, 2019).
Bagaimana penggunaan Jatamansi untuk anak-anak dan bayi?
Keamanan dan dosis Jatamansi untuk anak-anak dan bayi belum diteliti secara memadai. Beberapa sistem pengobatan tradisional menggunakan dosis sangat rendah (misalnya 1-2 tetes ekstrak encer pada bayi) untuk mengatasi kolik, namun tidak ada bukti klinis yang kuat. Penggunaan pada anak di bawah 12 tahun sebaiknya hanya di bawah pengawasan dokter (Pediatric Reports, 2021).
Apakah Jatamansi bermanfaat untuk kecemasan dan insomnia?
Ya, beberapa studi klinis menunjukkan bahwa Jatamansi memiliki efek ansiolitik dan sedatif melalui modulasi reseptor GABA dan serotonin. Ekstrak Jatamansi (300-500 mg) dilaporkan dapat mengurangi skor kecemasan dan memperbaiki kualitas tidur pada penderita insomnia ringan hingga sedang (Phytotherapy Research, 2019; Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, 2020).
Apakah ada interaksi obat yang perlu diwaspadai saat menggunakan Jatamansi?
Jatamansi berpotensi berinteraksi dengan obat penekan sistem saraf pusat seperti benzodiazepin, barbiturat, dan alkohol, karena efek sedatifnya. Juga dapat mempengaruhi metabolisme obat di hati melalui penghambatan enzim CYP450. Pengguna obat tekanan darah atau antidiabetes harus berhati-hati karena laporan tentang efek hipotensi dan hipoglikemik ringan (Drug Metabolism Reviews, 2017).
Berapa dosis aman Jatamansi untuk penggunaan umum?
Dosis yang umum digunakan dalam studi klinis adalah 300-600 mg ekstrak akar kering per hari, dibagi dalam 2-3 kali konsumsi. Untuk tingtur, 20-40 tetes (1:5 dalam etanol 50%) sebanyak 2-3 kali sehari. Dosis maksimal belum ditetapkan, namun dosis >1 g/hari dapat meningkatkan risiko efek samping. Selalu mulai dengan dosis rendah (Natural Medicines Comprehensive Database, 2021).

Kutki

Picrorhiza kurroa

Rumput Teki

Cyperus rotundus

Cari: