Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Ekstrak Nardostachys jatamansi terhadap Gangguan Kecemasan Menyeluruh: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien (30 kelompok intervensi, 30 kelompok plasebo), usia 18–60 tahun dengan gangguan kecemasan menyeluruh
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak terstandarisasi 500 mg/hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Nardostachys jatamansi 500 mg/hari selama 8 minggu menurunkan skor Hamilton Anxiety Rating Scale (HAMA) secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping berat selama periode penelitian.
  2. Nardostachys jatamansi untuk Ansietas dan Depresi: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Klinis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji klinis acak terkontrol dengan total 1.240 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 500–1000 mg/hari selama 6–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Nardostachys jatamansi dapat memperbaiki gejala ansietas dengan ukuran efek sedang hingga besar, tetapi efek terhadap depresi masih bervariasi. Heterogenitas antar studi cukup tinggi sehingga hasil perlu ditafsirkan secara hati-hati.
  3. Nardostachys jatamansi Mencegah Gangguan Kognitif dan Penumpukan Amiloid-β pada Tikus Model Penyakit Alzheimer melalui Jalur Nrf2

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 tikus Wistar jantan yang dibagi dalam 5 kelompok (normal, model, model+donepezil, model+ekstrak dosis 200 mg/kg dan 400 mg/kg)
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg berat badan/hari secara oral selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak Nardostachys jatamansi menurunkan agregasi β-amyloid dan memperbaiki memori spasial pada uji Morris water maze. Aktivitas enzim antioksidan meningkat serta penanda inflamasi TNF-α menurun secara signifikan.
  4. Efek Neuroprotektif Nardostachys jatamansi terhadap Toksisitas Rotenon pada Tikus Model Penyakit Parkinson

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 tikus Sprague-Dawley jantan yang dibagi dalam 6 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    250 dan 500 mg/kg berat badan/hari per oral selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak Nardostachys jatamansi memulihkan kadar dopamin striatal dan memperbaiki kemampuan motorik pada uji rotarod dan open field. Perlakuan juga menurunkan akumulasi α-synuclein dan stres oksidatif di area otak.
  5. Ekstrak Nardostachys jatamansi Memperbaiki Resistensi Insulin dan Dislipidemia pada Tikus Obesitas akibat Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    32 tikus C57BL/6 jantan yang diberi diet tinggi lemak selama 12 minggu
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kg berat badan/hari selama 8 minggu setelah induksi diet tinggi lemak
    Temuan:
    Pemberian Nardostachys jatamansi menurunkan berat badan, glukosa puasa, dan indeks HOMA-IR pada tikus obesitas. Efek ini berkaitan dengan aktivasi jalur AMPK/SIRT1 serta penurunan penanda lipogenesis dan inflamasi di hati.
  6. Aktivitas Antikonvulsan Ekstrak Air Rimpang Nardostachys jatamansi pada Tikus melalui Modulasi Jalur GABAergik

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    48 tikus Swiss albino dengan model kejang maksimal elektroshock (MES) dan pentylenetetrazol (PTZ)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg secara intraperitoneal, diberikan 30 menit sebelum induksi kejang
    Temuan:
    Ekstrak Nardostachys jatamansi memperpanjang latensi kejang dan menurunkan durasi kejang pada model MES dan PTZ. Efek antikonvulsan tampaknya diperantarai oleh peningkatan transmisi GABAergik.
  7. Potensi Penyembuhan Luka Salep Ekstrak Nardostachys jatamansi pada Tikus Diabetes

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 tikus Wistar diabetes dengan luka sayat di area punggung
    Dosis/Durasi:
    Diterapkan topikal dua kali sehari selama 14 hari dalam formulasi salep 5% dan 10%
    Temuan:
    Salep yang mengandung ekstrak Nardostachys jatamansi mempercepat penutupan luka dan meningkatkan pembentukan jaringan granulasi pada tikus diabetes. Ekspresi kolagen tipe I juga meningkat lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.
  8. Nardostachys jatamansi sebagai Kandidat Neuroprotektan: Tinjauan Sistematis Studi Praklinis dan Klinis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    41 studi praklinis dan 3 uji klinis
    Dosis/Durasi:
    Tidak dirinci secara terpisah; dosis pada studi praklinis berkisar 50–1000 mg/kg/hari, sedangkan studi klinis menggunakan 250–500 mg/hari
    Temuan:
    Mayoritas studi menunjukkan bahwa Nardostachys jatamansi memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, antikonvulsan, dan perbaikan kognitif. Kualitas metodologi dan standarisasi ekstrak masih bervariasi sehingga diperlukan uji klinis lanjutan yang lebih ketat.

Advertisement


Cari: