Cape Chamomile

Eriocephalus africanus
Nama
Cape Chamomile
Nama Latin/Ilmiah
Eriocephalus africanus
Bagian Digunakan
Daun dan Bunga
Rasa
Herbal, sedikit pahit, menyerupai kamomil & rosemary
Nama Lain
Kapokbos (Afrika Selatan), Camomille du Cap (Prancis), Kapkamille (Jerman), Manzanilla del Cabo (Spanyol), Kaapse kamille (Belanda).
Asal
Afrika Selatan (Western Cape, Eastern Cape, Northern Cape) dan Namibia.
Kandungan Utama
Alpha-thujone, beta-thujone, kamfor, 1,8-sineol, linalool

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Cape Chamomile

Eriocephalus africanus, atau yang lebih dikenal sebagai Cape Chamomile, merupakan tanaman perdu aromatik yang berasal dari wilayah Cape di Afrika Selatan. Tanaman ini termasuk dalam famili Asteraceae dan memiliki daun berbulu halus berwarna abu-abu keperakan yang mengeluarkan aroma khas menyerupai kamomil ketika diremas. Tumbuhan ini tumbuh liar di daerah beriklim Mediterania, berbunga putih kecil yang muncul pada musim semi hingga awal musim panas, dan telah lama menjadi bagian integral dari lanskap fynbos di Afrika Selatan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 25 Agu 2026 - 15:40:41
 

II. Ciri-ciri Cape Chamomile

Tanaman asli Afrika Selatan, tepatnya di wilayah Cape. Suka banget sama tempat yang panas, kering, dan tanah yang berpasir. Biasanya tumbuh liar di lereng bukit atau dataran rendah yang kena sinar matahari langsung. Karakteristik/ciri-ciri Cape Chamomile (Eriocephalus africanus):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Tanaman Semak yang tumbuh rimbun dan membulat, tingginya bisa sampai sekitar 1 meter.
Daun Bentuknya kecil-kecil, agak silindris atau mirip jarum, dengan warna hijau keabu-abuan. Permukaan daunnya tertutup bulu-bulu halus yang bikin dia kelihatan keputihan.
Bunga Bunganya unik banget. Bagian tengahnya warna kuning, dikelilingi oleh kelopak putih yang lembut seperti kapas atau wol. Itulah kenapa dia disebut 'Cape Snow Bush'.
Aroma Kalau daun atau bunganya diremas, keluar aroma wangi yang khas, mirip banget sama wangi apel atau kamomil.
Tekstur Secara keseluruhan tanamannya terasa berbulu dan halus karena rambut-rambut halus yang menutupi bagian batang hingga daunnya.

III. Manfaat Cape Chamomile

7 Manfaat Cape Chamomile untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi (peradangan lokal/sistemik)

    Ekstrak E. africanus menekan produksi nitrit oksida dan prostaglandin E2 pada makrofag teraktivasi LPS dengan menurunkan ekspresi iNOS dan COX-2 melalui modulasi NF-κB; polifenol seperti asam klorogenat dan luteolin berperan sebagai antioksidan yang membatasi stres oksidatif dalam kaskade inflamasi.

    Senyawa Aktif: 1,8-sineol, Asam Klorogenat, Luteolin
    Tampilkan
  2. Antimikroba (bakteri dan jamur)

    Terpenoid minyak atsiri, terutama kamper, 1,8-sineol, dan α-pinen, merusak integritas membran fosfolipid mikroba sehingga terjadi kebocoran ion dan metabolit; diduga juga menghambat enzim respirasi mikroba secara non-spesifik.

    Senyawa Aktif: kamper, 1,8-sineol, α-pinen, Linalool
    Tampilkan
  3. Antioksidan (stres oksidatif)

    Polifenol dan asam fenolat mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas serta mengkhelat logam transisi; diduga mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Cape Chamomile

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cape Chamomile.

  1. α-Thujone

    Golongan: Terpenoid (monoterpena)
    Bagian Tanaman: Daun, batang muda, dan bunga (bagian aerial/herba)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antijamur, Dan Insektisida; Dalam Campuran Minyak Atsiri E. Africanus Turut Berperan Pada Aktivitas Antimikroba..
    Tampilkan
  2. 1,8-Sineol (eukaliptol)

    Golongan: Terpenoid (monoterpena oksigenat)
    Bagian Tanaman: Daun dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Bronkodilator, Mukolitik/ekspektoran, Antimikroba, Serta Meningkatkan Penetrasi Kulit..
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (monoterpena keton)
    Bagian Tanaman: Daun, ranting muda, dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik Topikal, Counterirritant, Antipruritus, Dan Antimikroba..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Cape Chamomile

Interaksi & Kontraindikasi Cape Chamomile dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Berpotensi menurunkan tekanan darah secara berlebih jika dikombinasikan dengan obat antihipertensi. Pantau tekanan darah secara berkala dan konsultasikan dengan dokter.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antidiabetik

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Dapat meningkatkan efek penurun gula darah. Jika digunakan bersamaan, pantau kadar gula darah secara teratur untuk mencegah hipoglikemia.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antikoagulan/antiplatelet

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Belum ada laporan interaksi klinis, namun flavonoid pada Cape Chamomile berpotensi memiliki efek antiplatelet. Pantau tanda-tanda perdarahan jika digunakan bersamaan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Cape Chamomile

Minyak esensial Cape Chamomile (Eriocephalus africanus) umumnya dianggap aman bila digunakan dengan pengenceran yang tepat, namun seperti kebanyakan minyak esensial, potensi efek samping tetap ada terutama jika digunakan tanpa panduan yang benar. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah iritasi kulit lokal, seperti dermatitis kontak, kemerahan, sensasi terbakar, atau pruritus (gatal). Hal ini terutama terjadi pada individu dengan kulit sensitif atau ketika minyak murni (undiluted) diaplikasikan langsung ke permukaan kulit tanpa menggunakan minyak pembawa (carrier oil). Senyawa aktif dalam minyak ini dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang, yang ditandai dengan munculnya ruam eksim.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Cape Chamomile

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cape Chamomile.

Apa yang dimaksud dengan Cape Chamomile (Eriocephalus africanus) dan apa bedanya dengan chamomile biasa?
Cape Chamomile adalah perdu asli Afrika Selatan yang masuk suku Asteraceae, tetapi bukan chamomile sejati (Matricaria recutita atau Chamaemelum nobile). Herba keringnya mengandung minyak atsiri dengan komponen utama 1,8-sineol, kamper, dan α-pinena, serta flavonoid. Perbedaannya dengan chamomile biasa terletak pada komposisi kimia: chamomile biasa kaya akan bisabolol dan chamazulena, sedangkan cape chamomile lebih dominan monoterpena kamper. (Van Wyk & Wink, 2017)
Bagaimana cara penggunaan sehari-hari Cape Chamomile yang aman?
Tidak ada dosis standar yang disetujui badan regulasi. Secara tradisional, buat infusa dengan menyeduh 1–2 g herba kering dalam 200 ml air panas selama 5–10 menit, lalu saring; minum 2–3 cangkir sehari. Hindari minyak atsiri murni secara oral tanpa pengawasan ahli karena dapat mengiritasi mukosa lambung. Sebaiknya konsumsi tidak lebih dari 4 minggu tanpa evaluasi tenaga kesehatan. (Van Wyk & Wink, 2017)
Apakah Cape Chamomile aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanannya pada kehamilan dan laktasi belum terbukti. Tanaman dari suku Asteraceae seperti Eriocephalus africanus secara tradisional dilaporkan memiliki efek emmenagog dan dapat merangsang kontraksi otot polos uterus. Karena itu, ibu hamil, terutama trimester pertama, sebaiknya menghindari penggunaan oral maupun minyak atsiri pekat. Ibu menyusui juga disarankan tidak mengonsumsi sampai ada bukti keamanan. Konsultasikan dengan dokter kandungan. (van Wyk, 2011)
Bolehkah Cape Chamomile digunakan pada bayi dan anak-anak?
Belum ada studi keamanan untuk bayi/anak. Minyak atsiri cape chamomile mengandung kamper dan 1,8-sineol yang pada anak kecil berisiko menyebabkan iritasi saluran napas, bronkospasme, atau kejang jika terpapar dalam jumlah besar. Oleh karena itu, penggunaan oral atau topikal di dekat wajah tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 12 bulan; untuk anak di atas itu, gunakan hanya atas rekomendasi dokter. (Tisserand & Young, 2014)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Cape Chamomile?
Efek samping utama adalah reaksi alergi pada orang yang sensitif terhadap serbuk sari Asteraceae, seperti ruam, gatal, atau dermatitis kontak. Konsumsi dosis tinggi dapat menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut. Paparan minyak atsiri murni pada kulit bisa menyebabkan iritasi. Jika muncul gejala alergi atau iritasi, hentikan penggunaan dan segera cari bantuan medis. (Newall, Anderson & Phillipson, 1996)
Apakah Cape Chamomile berinteraksi dengan obat-obatan?
Secara teoritis, flavonoid dan terpenoid dalam cape chamomile dapat menghambat enzim CYP450 sehingga meningkatkan konsentrasi obat yang dimetabolisme lewat jalur tersebut, misalnya warfarin, midazolam, dan beberapa antidepresan. Efek sedatifnya juga dapat memperberat kerja obat penenang atau alkohol. Jika Anda sedang mengonsumsi obat resep, mintalah evaluasi dari apoteker atau dokter sebelum memakai herba ini. (Williamson, Driver & Baxter, 2013)
Apa manfaat kesehatan dari Cape Chamomile yang sudah didukung bukti ilmiah?
Uji in vitro menunjukkan ekstrak dan minyak atsiri Eriocephalus africanus memiliki aktivitas antimikroba terhadap beberapa bakteri Gram-positif (misalnya Staphylococcus aureus) dan Candida albicans, serta aktivitas antioksidan yang sedang. Studi pendahuluan juga menyebut efek antiinflamasi melalui penghambatan enzim lipooksigenase. Namun, bukti uji klinis pada manusia masih sangat terbatas, sehingga tidak boleh dijadikan klaim penyembuhan penyakit. (van Wyk, 2011)
Bagaimana cara memilih dan menyimpan Cape Chamomile yang baik?
Pilih herba kering yang berwarna hijau keabu-abuan, berbau kamper segar, tidak berjamur, dan bebas dari kotoran. Simpan dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan gelap agar minyak atsiri tidak menguap dan teroksidasi. Dengan penyimpanan yang tepat, herba kering dapat bertahan sekitar satu tahun. (Barnes, Anderson & Phillipson, 2007)

Wild Sage African

Salvia africana-lutea

Buffalo Thorn

Ziziphus mucronata

Cari: