Advertisement
Eriocephalus africanus, atau yang lebih dikenal sebagai Cape Chamomile, merupakan tanaman perdu aromatik yang berasal dari wilayah Cape di Afrika Selatan. Tanaman ini termasuk dalam famili Asteraceae dan memiliki daun berbulu halus berwarna abu-abu keperakan yang mengeluarkan aroma khas menyerupai kamomil ketika diremas. Tumbuhan ini tumbuh liar di daerah beriklim Mediterania, berbunga putih kecil yang muncul pada musim semi hingga awal musim panas, dan telah lama menjadi bagian integral dari lanskap fynbos di Afrika Selatan.
Tanaman asli Afrika Selatan, tepatnya di wilayah Cape. Suka banget sama tempat yang panas, kering, dan tanah yang berpasir. Biasanya tumbuh liar di lereng bukit atau dataran rendah yang kena sinar matahari langsung. Karakteristik/ciri-ciri Cape Chamomile (Eriocephalus africanus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Bentuk Tanaman | Semak yang tumbuh rimbun dan membulat, tingginya bisa sampai sekitar 1 meter. |
| Daun | Bentuknya kecil-kecil, agak silindris atau mirip jarum, dengan warna hijau keabu-abuan. Permukaan daunnya tertutup bulu-bulu halus yang bikin dia kelihatan keputihan. |
| Bunga | Bunganya unik banget. Bagian tengahnya warna kuning, dikelilingi oleh kelopak putih yang lembut seperti kapas atau wol. Itulah kenapa dia disebut 'Cape Snow Bush'. |
| Aroma | Kalau daun atau bunganya diremas, keluar aroma wangi yang khas, mirip banget sama wangi apel atau kamomil. |
| Tekstur | Secara keseluruhan tanamannya terasa berbulu dan halus karena rambut-rambut halus yang menutupi bagian batang hingga daunnya. |
7 Manfaat Cape Chamomile untuk kesehatan.
Ekstrak E. africanus menekan produksi nitrit oksida dan prostaglandin E2 pada makrofag teraktivasi LPS dengan menurunkan ekspresi iNOS dan COX-2 melalui modulasi NF-κB; polifenol seperti asam klorogenat dan luteolin berperan sebagai antioksidan yang membatasi stres oksidatif dalam kaskade inflamasi.
Terpenoid minyak atsiri, terutama kamper, 1,8-sineol, dan α-pinen, merusak integritas membran fosfolipid mikroba sehingga terjadi kebocoran ion dan metabolit; diduga juga menghambat enzim respirasi mikroba secara non-spesifik.
Polifenol dan asam fenolat mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas serta mengkhelat logam transisi; diduga mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cape Chamomile.
Interaksi & Kontraindikasi Cape Chamomile dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Minyak esensial Cape Chamomile (Eriocephalus africanus) umumnya dianggap aman bila digunakan dengan pengenceran yang tepat, namun seperti kebanyakan minyak esensial, potensi efek samping tetap ada terutama jika digunakan tanpa panduan yang benar. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah iritasi kulit lokal, seperti dermatitis kontak, kemerahan, sensasi terbakar, atau pruritus (gatal). Hal ini terutama terjadi pada individu dengan kulit sensitif atau ketika minyak murni (undiluted) diaplikasikan langsung ke permukaan kulit tanpa menggunakan minyak pembawa (carrier oil). Senyawa aktif dalam minyak ini dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang, yang ditandai dengan munculnya ruam eksim.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cape Chamomile.