Advertisement
Akar blackberry yang dikenal dengan nama ilmiah Rubus villosus merupakan bagian dari tumbuhan perdu berduri yang termasuk dalam famili Rosaceae. Tumbuhan ini berasal dari kawasan Eropa dan sebagian Asia, kemudian menyebar luas ke berbagai wilayah beriklim sedang. Secara botani, Rubus villosus memiliki batang yang menjalar atau melengkung dengan duri halus, daun majemuk bergerigi, serta buah agregat yang sering disalahartikan sebagai blackberry biasa. Namun yang menjadi fokus utama dalam pengobatan tradisional adalah akarnya yang tebal, berkayu, dan kaya akan senyawa bioaktif. Akar ini biasanya dipanen pada musim gugur setelah tumbuhan memasuki masa dormansi, lalu dikeringkan sebelum digunakan sebagai simplisia herbal.
Tanaman ini suka banget tumbuh di area yang agak terbuka, pinggir hutan, atau padang rumput yang tanahnya subur dan punya drainase baik. Dia termasuk tanaman yang cukup bandel dan gampang menyebar. Karakteristik/ciri-ciri Blackberry Root (Rubus villosus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Sistem perakarannya kuat banget, tipe akar tunggang yang menjalar dan bisa membentuk sistem perakaran rimpang (rhizoma) yang bikin dia gampang berkembang biak. |
| Batang | Batangnya tipe semak, bisa melengkung atau menjalar, dan ciri khas banget karena punya duri-duri tajam di sepanjang batangnya. |
| Daun | Daunnya majemuk, biasanya terdiri dari 3 sampai 5 helai anak daun. Bentuknya lonjong dengan tepian yang bergerigi kasar dan teksturnya agak berbulu di bagian bawah. |
| Bunga | Bunganya punya lima kelopak, warnanya putih atau agak pink pucat, muncul bergerombol di ujung ranting. |
| Buah | Buahnya termasuk jenis agregat (kumpulan buah kecil-kecil), warnanya berubah dari hijau, merah, pas matang jadi hitam pekat dan rasanya manis agak asam. |
6 Manfaat Blackberry Root untuk kesehatan.
Tanin terhidrolisis/ellagitannin dan flavan-3-ol seperti katekin dapat membentuk kompleks dengan protein musin dan glikoprotein permukaan enterosit, sehingga terbentuk lapisan pelindung pada mukosa usus. Lapisan ini mengurangi iritasi, menurunkan sekresi cairan, dan menghambat hiperperistaltik. Efek anti-inflamasi polifenol pada jalur COX-2/NF-κB dapat ikut menurunkan sekresi prostaglandin yang merangsang motilitas usus.
Senyawa tanin bersifat astringen terhadap protein mukosa; dengan membentuk kompleks pada mukosa faring, senyawa ini mengurangi edema, eksudasi, dan sensasi iritasi. Polifenol seperti asam ellagat dan ellagitannin juga diketahui menghambat aktivitas COX-2/iNOS serta menurunkan mediator pro-inflamasi pada kultur sel inflamasi.
Tanin mengendapkan glikoprotein saliva dan protein sel epitel mukosa, menciptakan lapisan pelindung yang mengurangi kontak dengan iritan. Polifenol akar dapat mengurangi produksi sitokin inflamasi TNF-α dan IL-6 melalui regulasi NF-κB pada sel imun lokal, walaupun bukti efek ini pada manusia belum tersedia.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Blackberry Root.
Blackberry root (Rubus villosus) kaya akan kandungan tannin yang memberikan efek astringen kuat, yang secara tradisional sering digunakan untuk mengatasi diare. Namun, konsumsi ekstrak akar blackberry dalam jumlah tinggi atau jangka panjang dapat memicu efek samping pada saluran pencernaan. Tingginya kadar tannin dapat mengiritasi mukosa lambung, menyebabkan mual, muntah, kram perut, serta konstipasi pada individu yang sensitif.