Advertisement
Prickly Ash Bark merujuk pada kulit batang dari tumbuhan Zanthoxylum americanum, anggota famili Rutaceae yang dikenal luas dengan sebutan northern prickly ash atau toothache tree. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Utara bagian timur dan tengah, tumbuh sebagai semak atau pohon kecil berduri dengan daun majemuk menyirip. Meskipun bukan termasuk Fraxinus (ash) sejati, kulit batangnya digunakan dalam pengobatan tradisional karena karakteristiknya yang pedas dan memicu sensasi kesemutan di lidah, mirip dengan varietas Asia yang mengandung senyawa alkilamida.
Tanaman ini asli Amerika Utara. Mereka suka tumbuh di area hutan yang agak terbuka, semak belukar, sepanjang tepi sungai, atau area yang lembap namun tetap kena sinar matahari. Karakteristik/ciri-ciri Prickly Ash Bark (Zanthoxylum americanum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Semak besar atau pohon kecil yang menggugurkan daun, tingginya bisa sampai 3-5 meter. |
| Batang Dan Cabang | Kulit batangnya berwarna abu-abu kecokelatan dengan tekstur agak kasar. Yang paling khas adalah adanya duri tajam yang tumbuh berpasangan di sepanjang cabang dan batang muda. |
| Daun | Daunnya majemuk menyirip (seperti bulu) dengan 5-11 anak daun. Kalau diremas, daunnya mengeluarkan aroma seperti jeruk atau lemon yang khas. |
| Bunga | Bunga berukuran kecil, warnanya kuning kehijauan. Muncul di musim semi sebelum daun baru tumbuh. |
| Buah | Buah berupa kapsul kecil berwarna kemerahan atau cokelat yang mengandung biji hitam mengilap di dalamnya. |
| Akar | Sistem perakarannya cenderung menyebar membentuk koloni atau semak padat. |
6 Manfaat Prickly Ash Bark untuk kesehatan.
Alkaloid benzofenantridin chelerythrine dan sanguinarine dapat menekan kaskade NF-κB, sehingga menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS serta produksi prostaglandin E2 dan nitrit oksida. Lignan sesamin yang ditemukan dalam marga Zanthoxylum juga memiliki efek antioksidan/anti-inflamasi tambahan, tetapi data khusus pada Zanthoxylum americanum masih sangat terbatas.
Alkaloid benzofenantridin/protoberberin seperti chelerythrine, sanguinarine, dan nitidine dapat berinteraksi dengan membran fosfolipid bakteri sehingga terjadi kebocoran ion. Senyawa tersebut juga dapat berinterkalasi dengan DNA dan menghambat kerja topoisomerase mikroba, yang mengganggu replikasi sel bakteri.
Aktivitas antimikobakteri diduga berasal dari alkaloid lipofilik yang dapat merusak integritas dinding sel mikobakteri yang kaya asam mikolat, sehingga meningkatkan permeabilitas membran. Belum ada studi mekanisme yang memadai khusus untuk Zanthoxylum americanum.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Prickly Ash Bark.
Prickly Ash Bark (Zanthoxylum americanum) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan untuk melancarkan sirkulasi darah dan pencernaan. Namun, konsumsi tanaman ini dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama pada saluran pencernaan. Senyawa aktif di dalamnya dapat mengiritasi selaput lendir lambung, yang sering kali memicu gejala seperti mual, muntah, kram perut, dan diare jika dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan.