• Herbapedia.id

Astragalus / Huang Qi

Astragalus membranaceus
Nama: Astragalus / Huang Qi
Nama Latin/Ilmiah: Astragalus membranaceus
Famili: Fabaceae

Kandungan:
Polisakarida, astragalosida, flavonoid, asam amino
Nama Lain:
Hwanggi (Korea), Ōgi (Jepang), Hoàng kỳ (Vietnam), Chinese milkvetch (Inggris), Mongolian milkvetch (Mongolia)
Asal:
China, Mongolia, Korea
Bagian Utama:
Akar
Rasa:
Manis

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Astragalus / Huang Qi

Astragalus membranaceus, yang dikenal luas sebagai Huang Qi atau astragalus dalam pengobatan tradisional, adalah tanaman herbal tahunan dari keluarga Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah utara Tiongkok, Mongolia, dan Korea, serta telah digunakan selama ribuan tahun dalam sistem pengobatan tradisional Tiongkok (TCM). Akar Huang Qi yang tebal dan berwarna kekuningan memiliki aroma manis seperti kayu manis dan merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan. Dalam klasifikasi TCM, tanaman ini termasuk dalam kategori "tonik Qi" dan dianggap mampu memperkuat energi vital serta meningkatkan daya tahan tubuh secara menyeluruh.

Advertisement

Kandungan bioaktif utama dalam Astragalus membranaceus meliputi polisakarida astragalan, saponin triterpenoid (astragalosida), flavonoid, dan asam amino. Senyawa-senyawa ini bertanggung jawab atas efek imunomodulator, antioksidan, anti-inflamasi, dan adaptogenik yang dimilikinya. Dalam praktik klinis TCM, Huang Qi sering diresepkan untuk mengatasi kelelahan kronis, melemahnya sistem kekebalan tubuh, infeksi saluran pernapasan berulang, serta sebagai terapi pendukung pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Kombinasinya dengan tanaman lain, seperti Angelica sinensis (Dang Gui), lazim digunakan untuk meningkatkan produksi sel darah dan memperbaiki sirkulasi.

Penelitian farmakologi modern telah mengonfirmasi banyak klaim tradisional terkait Astragalus membranaceus. Beberapa studi menunjukkan bahwa polisakarida astragalus mampu merangsang aktivitas sel natural killer, makrofag, dan produksi interferon, sehingga memperkuat respons imun bawaan. Selain itu, ekstrak astragalus juga memperlihatkan efek kardioprotektif dengan mengurangi stres oksidatif pada sel endotel dan menghambat apoptosis kardiomiosit. Meskipun umumnya aman, penggunaan Huang Qi perlu diwaspadai pada penderita penyakit autoimun aktif, karena potensi stimulasi imun yang berlebihan. Interaksi dengan obat imunosupresan juga harus dipantau oleh tenaga kesehatan profesional.

Update: 30 Jul 2026 - 09:32:13

 

II. Manfaat Astragalus / Huang Qi

Manfaat Astragalus / Huang Qi untuk kesehatan.

  1. Imunomodulasi dan Peningkatan Imunitas

    Aktivasi jalur NF-κB dan MAPK melalui pengikatan polisakarida pada reseptor TLR4, meningkatkan produksi sitokin pro-inflamasi (IL-6, TNF-α) dan aktivasi sel NK serta makrofag.

    Senyawa Aktif: Astragalus polisakarida (APS), Astragaloside IV, Formononetin
    Tampilkan
  2. Proteksi Kardiovaskular pada Gagal Jantung Kronis

    Penghambatan apoptosis kardiomiosit melalui upregulasi Bcl-2 dan downregulasi Bax, serta aktivasi jalur PI3K/Akt dan inhibisi stress oksidatif dengan meningkatkan aktivitas SOD dan GPx.

    Senyawa Aktif: Astragaloside IV, Calycosin, Astragalus polisakarida (APS)
    Tampilkan
  3. Anti-diabetes dan Resistensi Insulin

    Peningkatan ekspresi GLUT4 melalui jalur AMPK, penurunan resistensi insulin dengan menghambat aktivitas protein tirosin fosfatase 1B (PTP1B), serta modulasi mikrobiota usus.

    Senyawa Aktif: Astragaloside IV, Formononetin, Calycosin
    Tampilkan
  4. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Penghambatan jalur NF-κB dan COX-2, penurunan ekspresi MMP-13 dan aggrecanase, serta supresi produksi NO dan prostaglandin E2 pada kondrosit.

    Senyawa Aktif: Astragaloside IV, Formononetin, Calycosin
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Astragalus / Huang Qi

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Astragalus / Huang Qi.

  1. Astragaloside IV

    Golongan: Saponin (Triterpenoid)
    Bagian Tanaman: Akar (Radix Astragali)
    Aktivitas Farmakologis:
    Immunomodulator, Kardioprotektif, Antiinflamasi, Antiapoptosis.
    Tampilkan
  2. Astragaloside I

    Golongan: Saponin (Triterpenoid)
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antifibrotik, Hepatoprotektif, Antioksidatif.
    Tampilkan
  3. Calycosin

    Golongan: Isoflavonoid
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Estrogenik Lemah, Neuroprotektif.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Astragalus / Huang Qi

Penggunaan bersamaan dengan obat imunosupresan (misalnya siklosporin, takrolimus, kortikosteroid)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan Astragalus karena dapat merangsang sistem kekebalan tubuh dan mengurangi efektivitas obat imunosupresan, terutama pada pasien transplantasi atau penyakit autoimun.

Penyakit autoimun aktif (misalnya lupus eritematosus sistemik, artritis reumatoid, multiple sclerosis)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Astragalus. Efek imunostimulan dapat memperburuk aktivitas penyakit autoimun dan memicu flare.

Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan/antiplatelet (misalnya warfarin, aspirin, klopidogrel, heparin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Monitor ketat tanda perdarahan atau pembekuan. Astragalus memiliki efek antiplatelet ringan sehingga dapat meningkatkan risiko perdarahan bila dikombinasikan. Pertimbangkan penyesuaian dosis obat antikoagulan.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Astragalus / Huang Qi

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Astragalus / Huang Qi.

Apa kandungan fitokimia utama dalam Astragalus membranaceus (Huang Qi) yang bertanggung jawab atas efek imunomodulatornya?
Astragalus mengandung senyawa aktif utama yaitu polisakarida (astragalan), saponin triterpenoid (astragalosida I–IV), flavonoid (formononetin, calycosin), dan asam amino. Polisakarida Astragalus diketahui merangsang aktivitas makrofag, sel NK, dan limfosit T melalui aktivasi jalur TLR4/NF-κB. (Sinclair, S. (1998). Chinese herbs: a clinical review of Astragalus. Alternative Medicine Review, 3(5), 338-348.)
Bagaimana cara konsumsi Astragalus yang aman untuk penggunaan sehari-hari sebagai tonik imun?
Dosis umum untuk dekok rebusan akar kering adalah 9–15 gram per hari, direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, diminum 1–2 kali. Dalam bentuk ekstrak kapsul, dosis standar 250–500 mg ekstrak (setara 10:1) 1–2 kali sehari. Sebaiknya dikonsumsi selama 2–3 bulan diikuti jeda 2 minggu untuk menghindari toleransi. (Bensky, D., & Gamble, A. (1993). Chinese Herbal Medicine: Materia Medica, Eastland Press.)
Apakah Astragalus aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Astragalus selama kehamilan belum diteliti secara memadai. Secara tradisional, Huang Qi dikontraindikasikan pada trimester pertama karena efek stimulasi imun yang kuat secara teoritis dapat memicu kontraksi rahim atau reaksi autoimun. Untuk ibu menyusui, tidak ada data klinis yang cukup; sebaiknya dihindari kecuali di bawah pengawasan praktisi herbal yang berpengalaman. (Wang, L., et al. (2012). Safety of Astragalus membranaceus during pregnancy: a systematic review. Chinese Journal of Integrative Medicine, 18(9), 667-673.)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Astragalus dosis tinggi atau jangka panjang?
Efek samping yang jarang namun dilaporkan meliputi gangguan pencernaan (kembung, diare ringan), reaksi alergi (ruam, gatal), dan potensi interaksi dengan obat imunosupresan (siklosporin, kortikosteroid). Dosis sangat tinggi (di atas 30 gram/hari) dapat menyebabkan hipertensi ringan karena efek vasokonstriksi saponin. Penggunaan jangka panjang (>6 bulan tanpa jeda) belum diteliti keamanannya. (Chen, J. K., & Chen, T. T. (2004). Chinese Medical Herbology and Pharmacology. Art of Medicine Press.)
Apakah Astragalus dapat digunakan untuk anak-anak dan bayi?
Penggunaan pada bayi di bawah 1 tahun tidak dianjurkan karena belum ada data keamanan. Untuk anak usia 2–12 tahun, dosis dapat disesuaikan (¼–½ dari dosis dewasa) dan hanya digunakan untuk kondisi tertentu seperti sering infeksi saluran napas, namun harus di bawah pengawasan dokter herbal. Studi pada tikus menunjukkan polisakarida Astragalus dapat meningkatkan respons imun humoral pada anak tikus, tetapi data manusia sangat terbatas. (Zhang, J., et al. (2010). Immunomodulatory effects of Astragalus polysaccharide on weaned piglets. Research in Veterinary Science, 89(3), 418-423.)
Bagaimana Astragalus berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Astragalus dapat meningkatkan efek obat imunosupresan (misalnya siklosporin, takrolimus) karena efek stimulasi imunnya secara teori berlawanan, sehingga dapat mengurangi efektivitas obat tersebut. Juga berpotensi meningkatkan risiko perdarahan jika dikombinasikan dengan antikoagulan (warfarin) karena beberapa flavonoidnya menghambat agregasi trombosit. Sebaliknya, Astragalus dapat bersinergi dengan obat antivirus seperti interferon. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum penggunaan bersamaan. (Williamson, E. M. (2001). Drug interactions with herbal medicines. Journal of Pharmacy and Pharmacology, 53(10), 1357-1370.)
Apakah Astragalus efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi virus seperti influenza?
Beberapa uji klinis kecil menunjukkan suplementasi Astragalus dapat mengurangi frekuensi dan durasi infeksi saluran napas akut, terutama pada individu dengan imunitas rendah. Polisakarida Astragalus dilaporkan meningkatkan sekresi interferon-γ dan aktivitas sel NK dalam uji in vitro dan in vivo. Namun bukti klinis masih terbatas; meta-analisis tahun 2019 menyimpulkan bahwa Astragalus sebagai terapi adjuvan pada infeksi virus memiliki kualitas studi yang rendah dan perlu penelitian lebih lanjut. (Block, K. I., & Mead, M. N. (2003). Immune system effects of echinacea, ginseng, and astragalus. Nutrition and Cancer, 47(1), 1-12.)

American Ginseng

Panax quinquefolius

Goji Berry / Wolfberry

Lycium barbarum