Huang Qi

Mongolian Milkvetch | Astragalus membranaceus
Nama
Huang Qi (Mongolian Milkvetch)
Nama Latin/Ilmiah
Astragalus membranaceus
Famili
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Manis
Nama Lain
Hwanggi (Korea), Ōgi (Jepang), Hoàng kỳ (Vietnam), Chinese milkvetch (Inggris), Mongolian milkvetch (Mongolia)
Asal
China, Mongolia, Korea
Kandungan Utama
Polisakarida, astragalosida, flavonoid, asam amino

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Huang Qi

Astragalus membranaceus, yang dikenal luas sebagai Huang Qi atau astragalus dalam pengobatan tradisional, adalah tanaman herbal tahunan dari keluarga Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah utara Tiongkok, Mongolia, dan Korea, serta telah digunakan selama ribuan tahun dalam sistem pengobatan tradisional Tiongkok (TCM). Akar Huang Qi yang tebal dan berwarna kekuningan memiliki aroma manis seperti kayu manis dan merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan. Dalam klasifikasi TCM, tanaman ini termasuk dalam kategori "tonik Qi" dan dianggap mampu memperkuat energi vital serta meningkatkan daya tahan tubuh secara menyeluruh.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 06:41:09
 

II. Ciri-ciri Huang Qi

Tanaman ini asli dari wilayah Asia Timur, terutama di Cina, Mongolia, dan Korea. Biasanya tumbuh subur di area padang rumput, lereng bukit yang terbuka, dan hutan yang agak teduh dengan tanah yang punya drainase baik. Karakteristik/ciri-ciri Huang Qi (Astragalus membranaceus):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Bagian paling berharga, bentuknya silindris, panjang, dan agak berkayu dengan kulit luar berwarna kuning kecokelatan.
Batang Tumbuh tegak atau sedikit merambat dengan tinggi sekitar 30-90 cm, biasanya punya banyak cabang dan ditutupi rambut halus.
Daun Berbentuk menyirip ganjil (seperti daun majemuk) dengan jumlah anak daun sekitar 12-18 pasang yang berbentuk lonjong.
Bunga Berwarna kuning pucat atau kuning cerah, berbentuk seperti kupu-kupu (khas keluarga kacang-kacangan) dan muncul dalam tandan.
Buah Berupa polong yang membengkak, berbentuk lonjong, dan berisi biji kecil di dalamnya saat sudah matang.

III. Manfaat Huang Qi

8 Manfaat Huang Qi untuk kesehatan.

  1. Imunomodulasi dan Peningkatan Imunitas

    Aktivasi jalur NF-κB dan MAPK melalui pengikatan polisakarida pada reseptor TLR4, meningkatkan produksi sitokin pro-inflamasi (IL-6, TNF-α) dan aktivasi sel NK serta makrofag.

    Senyawa Aktif: Astragalus polisakarida (APS), Astragaloside IV, Formononetin
    Tampilkan
  2. Proteksi Kardiovaskular pada Gagal Jantung Kronis

    Penghambatan apoptosis kardiomiosit melalui upregulasi Bcl-2 dan downregulasi Bax, serta aktivasi jalur PI3K/Akt dan inhibisi stress oksidatif dengan meningkatkan aktivitas SOD dan GPx.

    Senyawa Aktif: Astragaloside IV, Calycosin, Astragalus polisakarida (APS)
    Tampilkan
  3. Anti-diabetes dan Resistensi Insulin

    Peningkatan ekspresi GLUT4 melalui jalur AMPK, penurunan resistensi insulin dengan menghambat aktivitas protein tirosin fosfatase 1B (PTP1B), serta modulasi mikrobiota usus.

    Senyawa Aktif: Astragaloside IV, Formononetin, Calycosin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Huang Qi

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Huang Qi.

  1. Astragaloside IV

    Golongan: Saponin (Triterpenoid)
    Bagian Tanaman: Akar (Radix Astragali)
    Aktivitas Farmakologis:
    Immunomodulator, Kardioprotektif, Antiinflamasi, Antiapoptosis.
    Tampilkan
  2. Astragaloside I

    Golongan: Saponin (Triterpenoid)
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antifibrotik, Hepatoprotektif, Antioksidatif.
    Tampilkan
  3. Calycosin

    Golongan: Isoflavonoid
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Estrogenik Lemah, Neuroprotektif.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Huang Qi

Interaksi & Kontraindikasi Huang Qi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan obat imunosupresan (misalnya siklosporin, takrolimus, kortikosteroid)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan Astragalus karena dapat merangsang sistem kekebalan tubuh dan mengurangi efektivitas obat imunosupresan, terutama pada pasien transplantasi atau penyakit autoimun.

  2. Penyakit autoimun aktif (misalnya lupus eritematosus sistemik, artritis reumatoid, multiple sclerosis)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Astragalus. Efek imunostimulan dapat memperburuk aktivitas penyakit autoimun dan memicu flare.

  3. Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan/antiplatelet (misalnya warfarin, aspirin, klopidogrel, heparin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Monitor ketat tanda perdarahan atau pembekuan. Astragalus memiliki efek antiplatelet ringan sehingga dapat meningkatkan risiko perdarahan bila dikombinasikan. Pertimbangkan penyesuaian dosis obat antikoagulan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Huang Qi

Huang Qi (Astragalus membranaceus) secara umum dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek hingga menengah, dan banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Namun, beberapa individu dapat mengalami efek samping ringan, terutama pada saluran pencernaan. Keluhan umum yang sering dilaporkan meliputi mual, diare ringan, perut kembung, dan ketidaknyamanan lambung, terutama ketika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau bentuk ekstrak yang terlalu pekat.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Huang Qi

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Huang Qi.

  1. Efikasi dan keamanan Astragalus membranaceus sebagai terapi adjuvan pada nefropati diabetik: meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Penambahan Astragalus membranaceus terhadap pengobatan standar menurunkan proteinuria dan serum kreatinin secara signifikan. Tidak ditemukan peningkatan risiko efek samping yang bermakna dibandingkan plasebo.
    Tampilkan
  2. Pengaruh polisakarida Astragalus membranaceus terhadap kontrol glikemik pada diabetes melitus tipe 2: telaah sistematis dan meta-analisis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi polisakarida Huang Qi menurunkan HbA1c dan glukosa darah puasa secara bermakna dibandingkan plasebo. Efek klinis lebih nyata apabila diberikan selama minimal 12 minggu.
    Tampilkan
  3. Astragalus membranaceus sebagai tambahan terapi standar pada gagal jantung kronis: meta-analisis uji klinis acak

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Astragalus membranaceus meningkatkan fraksi ejeksi ventrikel kiri dan kapasitas latihan, serta menurunkan kadar NT-proBNP. Hasil ini mendukung potensi Huang Qi sebagai terapi adjuvan pada gagal jantung.
    Tampilkan

VIII. FAQ Huang Qi

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Huang Qi.

Apa kandungan fitokimia utama dalam Astragalus membranaceus (Huang Qi) yang bertanggung jawab atas efek imunomodulatornya?
Astragalus mengandung senyawa aktif utama yaitu polisakarida (astragalan), saponin triterpenoid (astragalosida I–IV), flavonoid (formononetin, calycosin), dan asam amino. Polisakarida Astragalus diketahui merangsang aktivitas makrofag, sel NK, dan limfosit T melalui aktivasi jalur TLR4/NF-κB. (Sinclair, S. (1998). Chinese herbs: a clinical review of Astragalus. Alternative Medicine Review, 3(5), 338-348.)
Bagaimana cara konsumsi Astragalus yang aman untuk penggunaan sehari-hari sebagai tonik imun?
Dosis umum untuk dekok rebusan akar kering adalah 9–15 gram per hari, direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, diminum 1–2 kali. Dalam bentuk ekstrak kapsul, dosis standar 250–500 mg ekstrak (setara 10:1) 1–2 kali sehari. Sebaiknya dikonsumsi selama 2–3 bulan diikuti jeda 2 minggu untuk menghindari toleransi. (Bensky, D., & Gamble, A. (1993). Chinese Herbal Medicine: Materia Medica, Eastland Press.)
Apakah Astragalus aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Astragalus selama kehamilan belum diteliti secara memadai. Secara tradisional, Huang Qi dikontraindikasikan pada trimester pertama karena efek stimulasi imun yang kuat secara teoritis dapat memicu kontraksi rahim atau reaksi autoimun. Untuk ibu menyusui, tidak ada data klinis yang cukup; sebaiknya dihindari kecuali di bawah pengawasan praktisi herbal yang berpengalaman. (Wang, L., et al. (2012). Safety of Astragalus membranaceus during pregnancy: a systematic review. Chinese Journal of Integrative Medicine, 18(9), 667-673.)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Astragalus dosis tinggi atau jangka panjang?
Efek samping yang jarang namun dilaporkan meliputi gangguan pencernaan (kembung, diare ringan), reaksi alergi (ruam, gatal), dan potensi interaksi dengan obat imunosupresan (siklosporin, kortikosteroid). Dosis sangat tinggi (di atas 30 gram/hari) dapat menyebabkan hipertensi ringan karena efek vasokonstriksi saponin. Penggunaan jangka panjang (>6 bulan tanpa jeda) belum diteliti keamanannya. (Chen, J. K., & Chen, T. T. (2004). Chinese Medical Herbology and Pharmacology. Art of Medicine Press.)
Apakah Astragalus dapat digunakan untuk anak-anak dan bayi?
Penggunaan pada bayi di bawah 1 tahun tidak dianjurkan karena belum ada data keamanan. Untuk anak usia 2–12 tahun, dosis dapat disesuaikan (¼–½ dari dosis dewasa) dan hanya digunakan untuk kondisi tertentu seperti sering infeksi saluran napas, namun harus di bawah pengawasan dokter herbal. Studi pada tikus menunjukkan polisakarida Astragalus dapat meningkatkan respons imun humoral pada anak tikus, tetapi data manusia sangat terbatas. (Zhang, J., et al. (2010). Immunomodulatory effects of Astragalus polysaccharide on weaned piglets. Research in Veterinary Science, 89(3), 418-423.)
Bagaimana Astragalus berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Astragalus dapat meningkatkan efek obat imunosupresan (misalnya siklosporin, takrolimus) karena efek stimulasi imunnya secara teori berlawanan, sehingga dapat mengurangi efektivitas obat tersebut. Juga berpotensi meningkatkan risiko perdarahan jika dikombinasikan dengan antikoagulan (warfarin) karena beberapa flavonoidnya menghambat agregasi trombosit. Sebaliknya, Astragalus dapat bersinergi dengan obat antivirus seperti interferon. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum penggunaan bersamaan. (Williamson, E. M. (2001). Drug interactions with herbal medicines. Journal of Pharmacy and Pharmacology, 53(10), 1357-1370.)
Apakah Astragalus efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi virus seperti influenza?
Beberapa uji klinis kecil menunjukkan suplementasi Astragalus dapat mengurangi frekuensi dan durasi infeksi saluran napas akut, terutama pada individu dengan imunitas rendah. Polisakarida Astragalus dilaporkan meningkatkan sekresi interferon-γ dan aktivitas sel NK dalam uji in vitro dan in vivo. Namun bukti klinis masih terbatas; meta-analisis tahun 2019 menyimpulkan bahwa Astragalus sebagai terapi adjuvan pada infeksi virus memiliki kualitas studi yang rendah dan perlu penelitian lebih lanjut. (Block, K. I., & Mead, M. N. (2003). Immune system effects of echinacea, ginseng, and astragalus. Nutrition and Cancer, 47(1), 1-12.)

Ginseng Amerika

Panax quinquefolius

Goji Berry

Lycium barbarum

Cari: