Aktivitas antialzheimer adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif, memori, dan perilaku. Herbal dengan aktivitas antialzheimer menawarkan pendekatan alami untuk menjaga kesehatan otak. Mekanisme antialzheimer pada herbal meliputi penghambatan agregasi protein amyloid-β yang membentuk plak di otak, efek neuroprotektif yang melindungi sel saraf dari kerusakan, pengurangan peradangan saraf yang mempercepat Alzheimer, dan peningkatan fungsi kognitif. Kurkumin dan bacoside telah terbukti memiliki efek neuroprotektif dan anti-amyloid. Dengan profil keamanan yang baik, herbal antialzheimer menawarkan potensi untuk mencegah Alzheimer.
Advertisement
Myristicin dan eugenol menghambat aktivitas asetilkolinesterase (AChE) dan butirilkolinesterase (BuChE) di otak, meningkatkan kadar asetilkolin dan memperbaiki transmisi kolinergik. Senyawa ini juga mengurangi agregasi β-amiloid dan fosforilasi tau melalui modulasi jalur GSK-3β dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan di hipokampus. Selain itu, pala memiliki efek anti-inflamasi pada mikroglia dengan menekan aktivasi NF-κB dan produksi TNF-α.
Senyawa: Myristicin, Eugenol, Isoeugenol
Tingkat Bukti: Terbatas
Menghambat enzim asetilkolinesterase (AChE) sehingga meningkatkan kadar asetilkolin; antioksidan melindungi neuron dari stres oksidatif; dan menghambat agregasi β-amiloid in vitro.
Senyawa: Sanshool, Asarinin (lignan), Kuersetin
Tingkat Bukti: Terbatas