Aktivitas antituberkulosis adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk menghambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis, penyebab tuberkulosis (TBC). TBC adalah penyakit infeksi kronis yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dan negara berkembang lainnya. Herbal dengan aktivitas antituberkulosis menawarkan potensi untuk mendukung pengobatan TBC konvensional.
Mekanisme antituberkulosis pada herbal meliputi penghambatan pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis secara langsung, pengurangan peradangan paru yang disebabkan oleh infeksi TBC, peningkatan sistem imun yang membantu tubuh melawan bakteri, dan efek sinergis dengan obat anti-TBC konvensional yang dapat meningkatkan efektivitas pengobatan. Kurkumin dari kunyit dan andrographolide dari sambiloto telah terbukti memiliki aktivitas anti-TBC melalui berbagai mekanisme. Allicin dari bawang putih juga menunjukkan efek antibakteri terhadap Mycobacterium. Dengan profil keamanan yang baik, herbal antituberkulosis menawarkan potensi sebagai terapi adjuvan untuk mendukung pengobatan TBC.
Advertisement
Xanton yang bersifat lipofil dapat berinteraksi dengan dinding sel Mycobacterium tuberculosis, terutama menghambat enzim yang terlibat dalam sintesis asam mikolat, seperti enoyl-ACP reduktase, sehingga mengganggu pembentukan dinding sel mikobakteri.
Senyawa: cowanin, cowaxanthone, cowanol
Tingkat Bukti: Terbatas
Vasicine, vasicinone, dan vasicol mengganggu integritas membran Mycobacterium tuberculosis, berpotensi menghambat enzim biosintesis asam mikolat/FASII, dan meningkatkan aktivitas makrofag melalui produksi NO.
Senyawa: Vasicine, Vasicinone, Vasicol
Tingkat Bukti: Terbatas