Wintergreen

Teaberry | Gaultheria procumbens
Nama
Wintergreen (Teaberry)
Nama Latin/Ilmiah
Gaultheria procumbens
Bagian Digunakan
Daun, Buah
Rasa
Manis, mint
Nama Lain
Checkerberry (Kanada), mountain tea (Kanada), deerberry (Amerika Serikat)
Asal
Amerika Utara bagian timur (Kanada dan Amerika Serikat bagian timur).
Kandungan Utama
Metil salisilat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Wintergreen

Wintergreen (Gaultheria procumbens) adalah tumbuhan perdu kecil yang selalu hijau, termasuk dalam famili Ericaceae. Tumbuhan ini berasal dari kawasan hutan beriklim sedang di Amerika Utara bagian timur, mulai dari Kanada hingga Pegunungan Appalachian. Batangnya menjalar di permukaan tanah, dengan daun hijau mengilap berbentuk elips yang mengeluarkan aroma khas saat diremas. Bunganya berbentuk lonceng berwarna putih atau merah muda pucat, yang kemudian berkembang menjadi buah kapsul merah cerah yang bertahan hingga musim dingin, menjadi sumber makanan penting bagi satwa liar seperti burung dan mamalia kecil.

Baca Lebih Lanjut
Update: 11 Sep 2026 - 06:40:51
 

II. Ciri-ciri Wintergreen

Tanaman ini suka banget tumbuh di area hutan yang teduh dan tanah yang agak asam. Biasanya mereka ditemukan menjalar di lantai hutan wilayah Amerika Utara, sering banget hidup di bawah naungan pohon konifer. Karakteristik/ciri-ciri Wintergreen (Gaultheria procumbens):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tumbuhan Semak kerdil yang menjalar (groundcover) dan selalu hijau sepanjang tahun (evergreen).
Daun Bentuknya oval sampai lonjong, teksturnya kaku dan mengkilap. Daunnya punya aroma khas seperti permen mint kalau diremas.
Bunga Bentuknya mirip lonceng kecil yang menggantung, warnanya putih atau sedikit kemerahan.
Buah Berupa buah beri berwarna merah cerah yang mencolok, teksturnya agak berdaging dan bisa dimakan (tapi hati-hati, jangan asal konsumsi banyak-banyak ya).
Batang Batangnya tipis dan merayap di permukaan tanah, bisa membentuk hamparan karpet hijau yang rapat.

III. Manfaat Wintergreen

6 Manfaat Wintergreen untuk kesehatan.

  1. Nyeri otot akut dan keseleo ringan

    Metil salisilat, komponen utama minyak wintergreen, berpenetrasi melalui kulit dan dihidrolisis oleh esterase menjadi asam salisilat. Asam salisilat menghambat siklooksigenase (COX-1 dan COX-2) di jaringan perifer sehingga sintesis prostaglandin PGE2 menurun. Efek rubefasien/kounteriritan juga merangsang serabut nyeri sensorik kulit dan meningkatkan aliran darah lokal, yang memodulasi sinyal nyeri melalui mekanisme gate-control di medula spinalis.

    Senyawa Aktif: metil salisilat, asam salisilat (metabolit aktif), gaultherin
    Tampilkan
  2. Osteoartritis ringan hingga sedang (terapi adjuvan topikal)

    Efek anti-inflamasi lokal melalui penghambatan COX-1 dan COX-2 oleh salisilat aktif, disertai peningkatan vasodilatasi lokal yang menggeser persepsi nyeri. Komponen flavonoid seperti kuersetin juga menghambat lipooksigenase dan menstabilkan membran sel di area inflamasi.

    Senyawa Aktif: metil salisilat, Kuersetin, Asam Kafeat
    Tampilkan
  3. Infeksi kulit bakteri (antimikroba topikal)

    Minyak atsiri yang kaya metil salisilat bersifat lipofilik dan berinteraksi dengan lipid bilayer membran bakteri, mengubah permeabilitas membran, menyebabkan kebocoran ion serta gangguan transportasi nutrisi. Asam p-hidroksibenzoat dan flavonoid turut menghambat enzim bakteri seperti ATPase membran.

    Senyawa Aktif: metil salisilat, metil benzoat, asam p-hidroksibenzoat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Wintergreen

6 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Wintergreen.

  1. Methyl salicylate

    Golongan: Fenolik ester (salisilat); komponen utama minyak atsiri
    Bagian Tanaman: Daun (distilasi uap); juga ranting muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik Topikal, Antiinflamasi, Dan Rubefasien/kaunter-iritan; Dihidrolisis Menjadi Asam Salisilat Lalu Menghambat COX. Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Sediaan Topikal Metil Salisilat Pada Nyeri Otot/sendi. Detail Studi: Untuk Ekstrak Wintergreen Secara Oral Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  2. Gaultherin

    Golongan: Fenolik glikosida (prodrug metil salisilat)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dan Analgesik Potensial Setelah Hidrolisis Oleh β-glucosidase Menghasilkan Metil Salisilat. Detail Studi: Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Antiproliferatif, Dan Hepatoprotektif Pada Studi In Vitro/in Vivo. Detail Studi: Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Penggunaan Wintergreen..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+3)

V. Interaksi & Kontraindikasi Wintergreen

Interaksi & Kontraindikasi Wintergreen dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan topikal pada orang dewasa sehat dengan dosis sesuai petunjuk

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Umumnya aman bila digunakan sesuai dosis pada kulit utuh; hindari penggunaan pada luka terbuka atau area kulit yang luas.

  2. Penggunaan bersamaan dengan suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak ada interaksi signifikan. Jika terjadi mual atau iritasi lambung, konsumsilah dengan jeda waktu.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan fungsi ginjal ringan hingga sedang

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Gunakan dengan hati-hati dan konsultasikan ke dokter karena salisilat diekskresikan melalui ginjal; risiko penumpukan meningkat.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+15)

VI. Efek Samping Wintergreen

Minyak wintergreen (Gaultheria procumbens) mengandung bahan aktif utama berupa metil salisilat, sebuah senyawa yang secara kimiawi sangat mirip dengan aspirin. Ketika produk yang mengandung wintergreen diaplikasikan secara topikal atau tertelan, metil salisilat dapat diserap melalui kulit ke dalam aliran darah. Penyerapan sistemik dalam jumlah besar, terutama jika digunakan pada area kulit yang luas, kulit yang rusak, atau dengan tambahan pemanasan (seperti penggunaan bantalan pemanas), dapat menyebabkan toksisitas salisilat akut maupun kronis. Gejala keracunan sistemik ini meliputi muntah, mual, sakit perut, kebingungan, pusing, tinnitus (dering di telinga), hiperventilasi, hingga gangguan keseimbangan asam-basa yang serius seperti asidosis metabolik.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Wintergreen

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Wintergreen.

  1. Komposisi kimia dan aktivitas antioksidan, antimikroba, serta antiproliferatif minyak esensial Gaultheria procumbens L.

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Minyak esensial didominasi metil salisilat dan menunjukkan aktivitas antioksidan, antimikroba, serta antiproliferatif. Efek antiproliferatif terkuat terlihat pada sel kanker payudara dan kolon.
    Tampilkan
  2. Efek antiinflamasi ekstrak daun Gaultheria procumbens pada makrofag RAW 264.7 yang distimulasi LPS

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan produksi NO, TNF-α, dan IL-6. Efek ini terkait penghambatan ekspresi COX-2 dan iNOS.
    Tampilkan
  3. Aktivitas analgesik dan antiinflamasi minyak esensial Gaultheria procumbens pada model tikus

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Minyak esensial menurunkan respons nyeri dan edema pada model tikus. Efeknya sebanding dengan kontrol positif diklofenak.
    Tampilkan

VIII. FAQ Wintergreen

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Wintergreen.

Apa saja senyawa fitokimia utama wintergreen (Gaultheria procumbens)?
Daun wintergreen mengandung metil salisilat yang sangat tinggi pada minyak atsirinya, glikosida fenolik seperti gaultherin, flavonoid (termasuk kuersetin), tanin, triterpenoid, dan resin. Metil salisilat adalah ester salisilat yang dapat diserap melalui kulit dan diubah menjadi asam salisilat di dalam tubuh. Referensi: Ross, I. A., Medicinal Plants of the World: Chemical Constituents, Traditional and Modern Medicinal Uses, Volume 2, Humana Press, 2001; Newall, C. A., Anderson, L. A., & Phillipson, J. D., Herbal Medicines: A Guide for Health-care Professionals, Pharmaceutical Press, 1996.
Apakah wintergreen aman dikonsumsi sebagai teh atau suplemen oral?
Tidak direkomendasikan. Meskipun daunnya pernah digunakan secara tradisional sebagai teh, kandungan metil salisilat di dalamnya dapat menyebabkan keracunan salisilat. Tidak ada dosis oral yang aman dan terbukti untuk wintergreen. Gejala keracunan dapat muncul dengan volume oral yang kecil, terutama pada anak-anak. Referensi: National Institutes of Health, MedlinePlus, “Methyl Salicylate (Wintergreen Oil) Poisoning,” 2023; Glasser, M., & Sherrod, T. R., “Methyl salicylate poisoning in children,” Journal of the American Medical Association, 1959.
Bagaimana cara penggunaan wintergreen yang benar untuk nyeri otot atau sendi?
Wintergreen hanya digunakan untuk pemakaian luar pada kulit utuh. Oleskan tipis salep atau krim yang mengandung metil salisilat 3–4 kali sehari pada area nyeri, dan hentikan jika nyeri menetap lebih dari 3 hari. Jangan menggunakan heating pad, perban kedap udara, atau kulit yang terluka karena ini meningkatkan penyerapan salisilat hingga menyebabkan toksisitas sistemik. Referensi: U.S. Food and Drug Administration, “External Analgesic Drug Products for Over-the-Counter Human Use,” Final Monograph, 1986; National Institutes of Health, MedlinePlus, “Methyl Salicylate Topical,” 2024.
Bolehkah wintergreen digunakan pada bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Anak-anak sangat rentan terhadap keracunan salisilat. Pemakaian topikal pada area luas, penggunaan bersamaan dengan panas, atau paparan oral dapat menyebabkan asidosis metabolik, pernapasan cepat, kejang, bahkan kematian. Selain itu, salisilat dikaitkan dengan sindrom Reye pada anak yang sedang mengalami infeksi virus. Referensi: American Academy of Pediatrics, “Reye Syndrome,” 2022; National Capital Poison Center, “Wintergreen Oil,” 2023.
Apakah wintergreen aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Sebaiknya dihindari. Salisilat dapat melewati plasenta, meningkatkan risiko perdarahan, dan pada trimester ketiga dapat menyebabkan penutupan duktus arteriosus prematur pada janin. Salisilat juga masuk ke dalam ASI, sehingga penggunaan berulang pada ibu menyusui tidak dianjurkan. Jika diperlukan analgesik, konsultasikan dahulu dengan dokter. Referensi: National Library of Medicine, Drugs and Lactation Database (LactMed), “Salicylates,” 2023; Sheffield, J. S., & Fowler, J. R., “The use of analgesics during pregnancy,” Clinical Obstetrics and Gynecology, 2018.
Apa gejala keracunan salisilat akibat wintergreen yang harus diwaspadai?
Gejala awal meliputi mual, muntah, tinitus, napas cepat, keringat berlebih, dan pusing. Pada keracunan berat dapat terjadi asidosis metabolik, demam, kejang, halusinasi, penurunan kesadaran, edema paru, hingga kematian. Jika produk tertelan atau digunakan berlebihan, segera hubungi sentra informasi keracunan; jangan merangsang muntah tanpa petunjuk tenaga medis. Referensi: Olson, K. R., Poisoning & Drug Overdose, McGraw-Hill; National Institutes of Health, MedlinePlus, “Methyl Salicylate (Wintergreen Oil) Poisoning,” 2023.
Apa efek samping dan interaksi obat dari wintergreen?
Efek samping kulit meliputi kemerahan, rasa terbakar, dan dermatitis kontak alergi. Jika terabsorpsi berlebihan, wintergreen dapat menyebabkan salisilisme. Wintergreen juga dapat berinteraksi dengan warfarin sehingga meningkatkan risiko perdarahan, memperbesar toksisitas metotreksat, menambah efek iritasi lambung bila digunakan bersama aspirin atau NSAID, serta memicu bronkospasme pada individu dengan asma peka aspirin. Referensi: DerMarderosian, A., The Review of Natural Products, Wolters Kluwer, 2023; Gurley, B. J., et al., “Herbal and dietary supplement interactions with warfarin,” Pharmacotherapy, 2005.
Apakah klaim antiperadangan dan antioksidan wintergreen memiliki bukti ilmiah?
Uji laboratorium menunjukkan bahwa metil salisilat dapat menghambat enzim siklooksigenase sehingga menurunkan mediator inflamasi. Beberapa senyawa fenolik dalam wintergreen juga memiliki aktivitas antioksidan. Namun, bukti klinis pada manusia untuk kondisi peradangan kronis masih terbatas; pemakaian topikal paling masuk akal untuk nyeri otot dan sendi akut. Referensi: Cameron, M., & Chrubasik, S., “Topical herbal therapies for treating osteoarthritis,” Cochrane Database of Systematic Reviews, 2013; Ross, I. A., Medicinal Plants of the World, Humana Press, 2001.

Bearberry

Arctostaphylos uva-ursi

Pipsissewa

Chimaphila umbellata

Cari: