Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Komposisi kimia dan aktivitas antioksidan, antimikroba, serta antiproliferatif minyak esensial Gaultheria procumbens L.

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Minyak esensial daun Gaultheria procumbens; uji terhadap 8 strain bakteri, 2 jamur, dan 3 lini sel kanker.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,1–2,0 mg/mL; inkubasi 24–72 jam.
    Temuan:
    Minyak esensial didominasi metil salisilat dan menunjukkan aktivitas antioksidan, antimikroba, serta antiproliferatif. Efek antiproliferatif terkuat terlihat pada sel kanker payudara dan kolon.
  2. Efek antiinflamasi ekstrak daun Gaultheria procumbens pada makrofag RAW 264.7 yang distimulasi LPS

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Kultur sel RAW 264.7; ekstrak daun Gaultheria procumbens (n=3 replikasi).
    Dosis/Durasi:
    10–100 µg/mL selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan produksi NO, TNF-α, dan IL-6. Efek ini terkait penghambatan ekspresi COX-2 dan iNOS.
  3. Aktivitas analgesik dan antiinflamasi minyak esensial Gaultheria procumbens pada model tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi 5 kelompok.
    Dosis/Durasi:
    50, 100, 200 mg/kg BB, oral, 7 hari.
    Temuan:
    Minyak esensial menurunkan respons nyeri dan edema pada model tikus. Efeknya sebanding dengan kontrol positif diklofenak.
  4. Efek minyak esensial Gaultheria procumbens terhadap nyeri neuropatik pada tikus

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    48 tikus Wistar jantan dengan model nyeri neuropatik.
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg BB, intraperitoneal, 14 hari.
    Temuan:
    Minyak esensial mengurangi hiperalgesia dan allodynia. Efeknya mungkin dimediasi oleh penurunan sitokin proinflamasi.
  5. Gaultheria procumbens L. sebagai sumber metil salisilat dan aktivitas biologisnya

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Review
    Sampel:
    Literatur tentang Gaultheria procumbens dan metil salisilat.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (review).
    Temuan:
    Gaultheria procumbens merupakan sumber utama metil salisilat alami. Metil salisilat memiliki aktivitas analgesik, antiinflamasi, dan antimikroba.
  6. Variasi musiman senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan Gaultheria procumbens

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi observasional analitik
    Sampel:
    Daun Gaultheria procumbens yang dipanen pada empat musim berbeda.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (ekstraksi dan analisis in vitro).
    Temuan:
    Kadar fenolik dan aktivitas antioksidan tertinggi ditemukan pada daun yang dipanen di musim semi. Senyawa dominan meliputi asam klorogenat dan rutin.
  7. Metil salisilat topikal untuk nyeri muskuloskeletal kronis: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review/Meta-Analysis
    Sampel:
    10 RCT dengan total 1.200 pasien nyeri muskuloskeletal kronis.
    Dosis/Durasi:
    Sediaan topikal 10–30% metil salisilat, 2–4 kali sehari, 2–6 minggu.
    Temuan:
    Metil salisilat topikal mengurangi nyeri secara signifikan dibandingkan plasebo. Efek samping terutama reaksi kulit lokal.

Advertisement


Cari: