Passiflora Ligularis Leaf

Passiflora ligularis
Nama
Passiflora Ligularis Leaf
Nama Latin/Ilmiah
Passiflora ligularis
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit
Nama Lain
Hoja de granadilla (Peru), granadilla leaf (Inggris), folha de maracujá-doce (Brasil), daun markisa manis (Indonesia), feuille de grenadille douce (Prancis).
Asal
Asal usul Passiflora ligularis adalah daerah Andes di Amerika Selatan, endemik di Peru, Ekuador, Kolombia, Venezuela, dan Bolivia.
Kandungan Utama
Flavonoid, alkaloid, saponin, tanin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Passiflora Ligularis Leaf

Passiflora ligularis, yang dikenal sebagai granadilla atau markisa manis, adalah tanaman memanjat dari famili Passifloraceae yang berasal dari kawasan Andes di Amerika Selatan. Tumbuhan ini banyak dibudidayakan di daerah tropis dataran tinggi dengan suhu sejuk, dan daunnya merupakan salah satu ciri penting untuk membedakannya dari spesies markisa lainnya. Daun Passiflora ligularis tampil sederhana, tidak berlobus seperti kebanyakan kerabatnya, dengan bentuk yang cenderung bulat telur hingga agak memanjang serta pangkal berbentuk jantung.

Baca Lebih Lanjut
Update: 30 Agu 2026 - 09:41:03
 

II. Ciri-ciri Passiflora Ligularis Leaf

Tanaman ini berasal dari wilayah pegunungan tropis Amerika Selatan, tepatnya di pegunungan Andes. Suka banget sama tempat yang sejuk, tanah yang subur dan punya drainase baik, serta butuh sinar matahari yang cukup biar bisa merambat dengan maksimal. Karakteristik/ciri-ciri Passiflora Ligularis Leaf (Passiflora ligularis):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Daun Berbentuk seperti jantung (cordate) dengan ujung yang agak meruncing.
Tekstur Permukaan Permukaannya halus, tipis, dan punya kesan sedikit mengkilap.
Ukuran Panjang daun rata-rata sekitar 8–15 cm dengan lebar yang hampir mirip, jadi kelihatan cukup lebar.
Tata Letak Daun tumbuh berselang-seling di sepanjang batang merambatnya.
Tulang Daun Memiliki pola tulang daun menjari (palminervis) yang sangat jelas terlihat, biasanya ada 3 sampai 5 tulang daun utama.
Tangkai Daun Punya tangkai daun (petiolus) yang cukup panjang dan seringkali memiliki kelenjar kecil (nectaries) di bagian pangkal daunnya.
Warna Warna hijaunya cerah dan segar, kadang dengan semburat kekuningan tergantung usia daun dan paparan sinar matahari.

III. Manfaat Passiflora Ligularis Leaf

5 Manfaat Passiflora Ligularis Leaf untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri

    Ekstrak daun Passiflora ligularis bekerja melalui penghambatan siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX), sehingga menekan sintesis prostaglandin dan leukotrien. Flavonoid seperti quercetin dan luteolin juga menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6.

    Tampilkan
  2. Antioksidan

    Polifenol dan flavonoid mendonorkan elektron untuk meredam radikal bebas, mengkelat logam transisi, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutathione peroksidase. Hal ini menurunkan lipid peroksidasi dan kerusakan oksidatif sel.

    Senyawa Aktif: Rutin, Asam Galat, Epikatekin
    Tampilkan
  3. Antimikroba

    Flavonoid dan saponin merusak membran mikroba, menghambat kerja enzim esensial, serta meningkatkan permeabilitas sel. Minyak atsiri dengan komponen terpenoid lipofilik menyebabkan kebocoran ion dan gangguan integritas membran bakteri maupun jamur.

    Senyawa Aktif: α-Pinene, β-kariofilena, Germacrene D
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Passiflora Ligularis Leaf

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Passiflora Ligularis Leaf.

  1. Golongan: Flavonoid C-glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Sedatif, Ansiolitik, Antioksidan, Dan Antiinflamasi Pada Studi Praklinis; Diduga Berkaitan Dengan Modulasi Reseptor GABAA..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid C-glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Penghambat Alfa-glukosidase Sehingga Berpotensi Membantu Pengendalian Glukosa Darah..
    Tampilkan
  3. Orientin

    Golongan: Flavonoid C-glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Kardioprotektif, Antiinflamasi, Dan Neuroprotektif Pada Model Praklinis..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Passiflora Ligularis Leaf

Interaksi & Kontraindikasi Passiflora Ligularis Leaf dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kafein

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Belum ada interaksi klinis spesifik yang dilaporkan untuk Passiflora ligularis. Namun karena efek sedatifnya, kafein dapat menurunkan khasiat herbal. Disarankan memberi jarak waktu konsumsi. Data spesifik terbatas; berdasarkan ekstrapolasi genus Passiflora.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat Antidiabetes

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Passiflora spp. berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Kombinasi dengan obat antidiabetes dapat meningkatkan risiko hipoglikemia. Pantau gula darah secara teratur dan konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat Antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun Passiflora ligularis memiliki efek relaksasi pembuluh darah dan dapat menurunkan tekanan darah. Bila dikombinasikan dengan obat antihipertensi, risiko hipotensi berlebihan dapat meningkat. Lakukan pemantauan tekanan darah secara rutin.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Passiflora Ligularis Leaf

Ekstrak dan bagian dari tanaman Passiflora ligularis (termasuk daunnya) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan atau minuman tradisional. Namun, penggunaan terapeutik atau konsumsi bagian tanaman tertentu dalam jumlah besar dapat menimbulkan beberapa efek samping. Kandungan senyawa aktif seperti alkaloid dan glikosida sianogenik yang sering ditemukan dalam genus Passiflora berpotensi memicu efek toksik ringan hingga sedang jika tidak diolah atau dikonsumsi dengan benar, terutama pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Passiflora Ligularis Leaf

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Passiflora Ligularis Leaf.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam daun Passiflora ligularis?
Daun Passiflora ligularis mengandung flavonoid C-glikosida seperti vitexin, isovitexin, orientin, dan isoorientin, serta asam fenolik dan alkaloid indol (misalnya harman). Kandungan ini diidentifikasi dalam berbagai studi fitokimia marga Passiflora; untuk P. ligularis sendiri data komposisi daun masih terbatas dan perlu penelitian lebih lanjut. (Rujukan: Phytochemistry, 2017; Natural Product Communications, 2018).
Bagaimana cara mengonsumsi daun Passiflora ligularis yang lazim?
Cara penggunaan tradisional yang umum adalah dengan menyeduh 1–2 gram daun kering dalam 150–200 ml air panas selama 5–10 menit, lalu diminum maksimal 2 cangkir sehari. Namun, tidak ada dosis baku yang disetujui oleh badan kesehatan. Efek obat dapat bervariasi, dan konsumsi rutin tanpa pengawasan tenaga kesehatan tidak dianjurkan. (Rujukan: Medical Herbalism, 2003; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2002).
Apakah daun Passiflora ligularis aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan. Belum ada studi keamanan yang memadai untuk P. ligularis pada kehamilan dan menyusui. Beberapa spesies Passiflora dilaporkan memiliki efek emmenagog dan dapat merangsang kontraksi uterus, sehingga risiko keguguran tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindarinya. (Rujukan: Botanical Safety Handbook, AHPA, 2000; Herbal Medicines, Pharmaceutical Press, 2013).
Apakah daun Passiflora ligularis aman untuk bayi dan anak-anak?
Keamanan untuk bayi dan anak-anak belum terbukti secara ilmiah. Kandungan alkaloid harman pada Passiflora dapat memengaruhi sistem saraf pusat, dan anak-anak lebih rentan terhadap efek toksik. Penggunaan daun ini pada anak di bawah 12 tahun sebaiknya dihindari kecuali direkomendasikan dan diawasi oleh dokter. (Rujukan: American Herbal Products Association Botanical Safety Handbook, 2000; Pediatric Herbal Medicine, 2010).
Apa efek samping dari konsumsi daun Passiflora ligularis?
Pada dosis biasa, efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti rasa kantuk, pusing, mual, atau gangguan pencernaan. Dosis tinggi dapat menyebabkan somnolen berkepanjangan, tremor, atau gejala psikotik akibat alkaloid harman. Jika mengalami reaksi alergi (ruam, gatal, sesak napas), segera hentikan penggunaan dan cari bantuan medis. (Rujukan: British Herbal Compendium, 1992; Toxicological Sciences, 2008).
Apakah daun Passiflora ligularis dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya, berpotensi berinteraksi. Karena efek sedatifnya pada susunan saraf pusat, daun ini dapat meningkatkan kerja obat penenang (misalnya benzodiazepin dan barbiturat), alkohol, serta obat anestesi. Interaksi juga mungkin terjadi dengan obat antidepresan golongan MAO inhibitor dan obat pengencer darah. Jangan mengombinasikan tanpa pengawasan tenaga medis. (Rujukan: Clinical Handbook of Drug-Herb Interactions, 2005; Phytotherapy Research, 2009).
Apakah daun Passiflora ligularis bermanfaat untuk mengatasi insomnia dan kecemasan?
Secara tradisional, daun ini digunakan sebagai obat penenang dan untuk gangguan tidur. Ekstrak Passiflora diketahui memodulasi reseptor GABA-A sehingga menghasilkan efek ansiolitik dan sedatif pada uji hewan. Namun, uji klinis manusia yang secara khusus meneliti daun P. ligularis masih sangat terbatas, sehingga efektivitas jangka panjangnya belum dapat dipastikan. (Rujukan: Journal of Ethnopharmacology, 2011; Chemistry Central Journal, 2015).

Cacao Leaf

Theobroum cacao

Jergon Sacha

Dracontium loretense

Cari: