Advertisement
Passiflora ligularis, yang dikenal sebagai granadilla atau markisa manis, adalah tanaman memanjat dari famili Passifloraceae yang berasal dari kawasan Andes di Amerika Selatan. Tumbuhan ini banyak dibudidayakan di daerah tropis dataran tinggi dengan suhu sejuk, dan daunnya merupakan salah satu ciri penting untuk membedakannya dari spesies markisa lainnya. Daun Passiflora ligularis tampil sederhana, tidak berlobus seperti kebanyakan kerabatnya, dengan bentuk yang cenderung bulat telur hingga agak memanjang serta pangkal berbentuk jantung.
Tanaman ini berasal dari wilayah pegunungan tropis Amerika Selatan, tepatnya di pegunungan Andes. Suka banget sama tempat yang sejuk, tanah yang subur dan punya drainase baik, serta butuh sinar matahari yang cukup biar bisa merambat dengan maksimal. Karakteristik/ciri-ciri Passiflora Ligularis Leaf (Passiflora ligularis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Bentuk Daun | Berbentuk seperti jantung (cordate) dengan ujung yang agak meruncing. |
| Tekstur Permukaan | Permukaannya halus, tipis, dan punya kesan sedikit mengkilap. |
| Ukuran | Panjang daun rata-rata sekitar 8–15 cm dengan lebar yang hampir mirip, jadi kelihatan cukup lebar. |
| Tata Letak | Daun tumbuh berselang-seling di sepanjang batang merambatnya. |
| Tulang Daun | Memiliki pola tulang daun menjari (palminervis) yang sangat jelas terlihat, biasanya ada 3 sampai 5 tulang daun utama. |
| Tangkai Daun | Punya tangkai daun (petiolus) yang cukup panjang dan seringkali memiliki kelenjar kecil (nectaries) di bagian pangkal daunnya. |
| Warna | Warna hijaunya cerah dan segar, kadang dengan semburat kekuningan tergantung usia daun dan paparan sinar matahari. |
5 Manfaat Passiflora Ligularis Leaf untuk kesehatan.
Ekstrak daun Passiflora ligularis bekerja melalui penghambatan siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX), sehingga menekan sintesis prostaglandin dan leukotrien. Flavonoid seperti quercetin dan luteolin juga menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6.
Polifenol dan flavonoid mendonorkan elektron untuk meredam radikal bebas, mengkelat logam transisi, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutathione peroksidase. Hal ini menurunkan lipid peroksidasi dan kerusakan oksidatif sel.
Flavonoid dan saponin merusak membran mikroba, menghambat kerja enzim esensial, serta meningkatkan permeabilitas sel. Minyak atsiri dengan komponen terpenoid lipofilik menyebabkan kebocoran ion dan gangguan integritas membran bakteri maupun jamur.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Passiflora Ligularis Leaf.
Interaksi & Kontraindikasi Passiflora Ligularis Leaf dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Ekstrak dan bagian dari tanaman Passiflora ligularis (termasuk daunnya) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan atau minuman tradisional. Namun, penggunaan terapeutik atau konsumsi bagian tanaman tertentu dalam jumlah besar dapat menimbulkan beberapa efek samping. Kandungan senyawa aktif seperti alkaloid dan glikosida sianogenik yang sering ditemukan dalam genus Passiflora berpotensi memicu efek toksik ringan hingga sedang jika tidak diolah atau dikonsumsi dengan benar, terutama pada individu yang sensitif.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Passiflora Ligularis Leaf.