Kayu Ular

Snakewood | Strychnos lucida
Nama
Kayu Ular (Snakewood)
Nama Latin/Ilmiah
Strychnos lucida
Bagian Digunakan
Batang
Rasa
Pahit
Nama Lain
snakewood (Inggris), kayu ular (Indonesia), kayu ular (Malaysia), liang ye ma qian (Tiongkok), mã tiền lá sáng (Vietnam).
Asal
Indonesia (Papua dan Maluku), Malaysia, Filipina, Papua Nugini, dan Australia.
Kandungan Utama
Alkaloid, strychnine, brucine, loganin, flavonoid, saponin, tanin.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kayu Ular

Strychnos lucida, yang dikenal luas sebagai Kayu Ular, adalah tumbuhan berkayu dari famili Loganiaceae yang tumbuh di kawasan tropis kering, terutama di Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Australia utara. Tumbuhan ini berupa pohon kecil atau perdu dengan batang tegak, daun tunggal berhadapan, serta buah berbentuk bulat yang masih termasuk kerabat dekat Strychnos nux-vomica. Nama “Kayu Ular” diberikan karena serat dan pola kayunya yang menyerupai sisik ular, sekaligus merujuk pada penggunaannya dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi gigitan ular.

Baca Lebih Lanjut
Update: 17 Agu 2026 - 19:42:19
 

II. Ciri-ciri Kayu Ular

Tumbuhan ini biasanya tumbuh liar di daerah hutan kering, semak belukar, atau area terbuka dengan paparan sinar matahari yang cukup. Sering ditemukan di wilayah kepulauan Nusa Tenggara dan daerah dengan iklim tropis yang memiliki musim kemarau jelas. Karakteristik/ciri-ciri Kayu Ular (Strychnos lucida):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Berupa perdu atau pohon kecil yang tingginya bisa mencapai 3-10 meter dengan percabangan yang rapat.
Batang Kulit batang berwarna abu-abu keputihan atau kekuningan, teksturnya agak kasar dan seringkali memiliki duri yang kaku pada bagian dahan.
Daun Berbentuk bulat telur atau elips, warnanya hijau mengkilap (sesuai namanya 'lucida'), letaknya berhadapan, dan memiliki tulang daun yang tampak jelas.
Bunga Bunga berukuran kecil, berbentuk seperti terompet pendek, biasanya berwarna putih kehijauan atau kuning pucat, dan tumbuh dalam kelompok kecil.
Buah Buah berbentuk bulat seperti bola pingpong dengan kulit yang keras dan halus. Saat muda warnanya hijau, dan jika sudah masak berubah menjadi jingga atau kuning cerah.
Biji Di dalam buah terdapat banyak biji yang berbentuk pipih, keras, dan sangat pahit. Biji inilah yang sering dianggap sebagai bagian paling berkhasiat sekaligus beracun jika dikonsumsi sembarangan.

III. Manfaat Kayu Ular

6 Manfaat Kayu Ular untuk kesehatan.

  1. Malaria

    Fraksi alkaloid indol dalam ekstrak, terutama strychnine dan brucine, mengganggu detoksifikasi hem pada vakuola digestif Plasmodium falciparum; penghambatan pembentukan hemozoin membuat parasit terpapar bentuk toksik ferriprotoporfirin IX. Efek ini diperkuat oleh sifat lipofilik alkaloid yang mampu berdifusi melalui membran eritrosit dan membran parasit.

    Senyawa Aktif: strychnine, brucine, alkaloid indol terpenoid
    Tampilkan
  2. Diabetes mellitus (kontrol glukosa darah)

    Ekstrak kulit batang menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase pada brush border usus sehingga menurunkan hidrolisis dan absorbsi karbohidrat. Polifenol seperti asam klorogenat dan kuersetin juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel β pankreas dari stres oksidatif; pada model hewan terlihat penurunan glukosa darah puasa.

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Stres oksidatif

    Gugus hidroksil fenolik pada asam klorogenat, kuersetin, dan rutin berfungsi sebagai donor hidrogen, mengkhelat logam transisi Fe²⁺/Cu²⁺, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi SOD, katalase, dan glutathione peroxidase.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Kayu Ular

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kayu Ular.

  1. Strychnine

    Golongan: Alkaloid indola
    Bagian Tanaman: Kulit batang, batang, biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antagonis Kompetitif Reseptor Glisin; Stimulan SSP Dan Konvulsan. Ekstrak S. Lucida Dilaporkan Memiliki Aktivitas Antimalaria In Vitro, Tetapi Striknin Murni Tidak Digunakan Untuk Terapi. Status: Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  2. Brucine

    Golongan: Alkaloid indola
    Bagian Tanaman: Kulit batang, batang, biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik, Dan Antiproliferatif Pada Studi Praklinis; Juga Berpotensi Antiangiogenik. Status: Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Vomicine

    Golongan: Alkaloid indola
    Bagian Tanaman: Biji, kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Konvulsan Lemah Dengan Kerja Mirip Striknin; Data Farmakologi Terbatas. Status: Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kayu Ular

Interaksi & Kontraindikasi Kayu Ular dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Arang aktif (karbon aktif) yang diberikan segera setelah ingest oral

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Arang aktif dapat mengadsorpsi strychnine/brucine sehingga mengurangi absorpsi sistemik. Hanya digunakan dalam tata laksana darurat keracunan oleh tenaga medis; bukan untuk dikonsumsi bersamaan sebagai pencegahan. Rujukan: Barceloux, Medical Toxicology of Natural Substances (2012).

  2. Alkohol (etanol)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi. Alkohol dapat memperberat gangguan sistem saraf pusat, meningkatkan beban metabolisme hati, dan dapat menutupi gejala awal toksisitas strychnine. Rujukan: Bruneton, Pharmacognosy (1999).

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari karena strychnine dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung sehingga dapat melawan efek antihipertensi. Jika terpaksa digunakan, lakukan monitoring tekanan darah ketat. Rujukan: Barceloux (2012); Katzung & Trevor, Basic & Clinical Pharmacology.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+12)

VI. Efek Samping Kayu Ular

Kayu Ular (Strychnos lucida) adalah tanaman herbal yang secara tradisional sering digunakan di Indonesia untuk pengobatan berbagai penyakit seperti malaria, diabetes, dan rematik. Namun, di balik penggunaannya, tanaman ini mengandung senyawa alkaloid beracun yang sangat kuat, terutama strychnine dan brucine. Kandungan strychnine bekerja sebagai racun sistem saraf pusat yang menghambat neurotransmiter penghambat (glisin), yang berakibat pada hipereksitabilitas sistem saraf. Efek samping ringan hingga sedang dari konsumsi ekstrak Kayu Ular meliputi pusing, mual, muntah, berkeringat berlebih, kecemasan, serta kekakuan otot yang mulai terasa pada rahang dan leher.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Kayu Ular

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kayu Ular.

Apa itu Kayu Ular (Strychnos lucida) dan mengapa tanaman ini berbahaya?
Kayu Ular adalah tumbuhan pemanjat dari famili Loganiaceae yang banyak tumbuh di Asia Tenggara. Bagian kayunya mengandung alkaloid indol, terutama strychnine dan brucine, yang dapat mengganggu sistem saraf pusat dan memicu kejang. Bisset, N.G. (1974). Lloydia 37(4): 621-631; Lemmens, R.H.M.J. & Bunyapraphatsara, N. (2003). Plant Resources of South-East Asia No. 12(3).
Apa saja kandungan fitokimia utama dalam Kayu Ular?
Senyawa utamanya adalah alkaloid strychnine, brucine, serta beberapa alkaloid terkait seperti icajine dan vomicin dalam kadar yang bervariasi. Alkaloid-alkaloid ini bekerja pada reseptor glisin di sumsum tulang belakang. Bisset, N.G. (1974). Lloydia 37(4): 621-631; Lemmens, R.H.M.J. & Bunyapraphatsara, N. (2003).
Bagaimana cara masyarakat tradisional mengonsumsi Kayu Ular?
Cara yang lazim adalah merebus serutan kayunya lalu meminum air rebusannya. Namun alkaloid seperti strychnine dapat terekstraksi ke dalam air panas, sehingga air rebusan tetap mengandung racun dan tidak boleh diminum tanpa pengawasan ahli. Bisset, N.G. (1974); Nelson, L.S., Shih, R.D., & Balick, M.J. (2007). Handbook of Poisonous and Injurious Plants (2nd ed.). Springer.
Apakah Kayu Ular aman dikonsumsi sehari-hari sebagai tonik atau teh herbal?
Tidak aman. Strychnine dikenal sebagai racun saraf yang sangat kuat dengan risiko kejang bahkan pada dosis rendah. Tidak ada dosis harian yang terbukti aman untuk penggunaan mandiri. Dari sisi gizi, Kayu Ular juga bukan bahan pangan dan tidak memiliki nilai nutrisi yang diperlukan tubuh. Nelson, L.S., Shih, R.D., & Balick, M.J. (2007). Handbook of Poisonous and Injurious Plants (2nd ed.). Springer.
Apa efek samping dan gejala keracunan yang harus diwaspadai?
Gejala awal meliputi rasa cemas, otot kaku, dan hiperrefleksia. Pada keracunan berat dapat terjadi kejang tonik yang berlangsung terus-menerus, gangguan pernapasan, asistol, dan kematian bila tidak ditangani. Goldfrank, L.R. et al. (Eds.). (2019). Goldfrank's Toxicologic Emergencies (11th ed.). McGraw-Hill.
Apakah Kayu Ular boleh digunakan untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, atau ibu menyusui?
Tidak boleh sama sekali. Belum ada data keamanan untuk kelompok tersebut, dan toksisitas strychnine dapat menyebabkan kejang yang membahayakan ibu maupun janin. Ibu menyusui juga berisiko menularkan senyawa toksik melalui ASI. Fetrow, C.W., & Avila, J.R. (2004). Herbal Contraindications and Drug Interactions (3rd ed.). Lippincott Williams & Wilkins; Ernst, E. (2002). BJOG 109(3): 227-235.
Apakah Kayu Ular terbukti bermanfaat untuk mengatasi diabetes, darah tinggi, atau penyakit lain?
Sampai saat ini belum ada uji klinis yang memadai untuk mendukung klaim manfaat medis Kayu Ular pada manusia. Beberapa data etnofarmakologi dan penelitian pendahuluan memang menyebutkan penggunaan tradisional, tetapi risiko keracunan jauh lebih besar daripada manfaat yang belum terbukti. Lemmens, R.H.M.J. & Bunyapraphatsara, N. (2003); Nelson, L.S., Shih, R.D., & Balick, M.J. (2007).
Apa pertolongan pertama jika seseorang menelan Kayu Ular?
Segera hubungi fasilitas gawat darurat. Jangan memicu muntah karena dapat memperburuk kondisi. Berikan karbon aktif hanya jika korban sadar dan tidak kejang, lalu kendalikan kejang dengan diazepam sesuai prosedur medis. Tidak ada antidot spesifik untuk keracunan strychnine. Goldfrank, L.R. et al. (Eds.). (2019). Goldfrank's Toxicologic Emergencies (11th ed.). McGraw-Hill.

Gambir

Uncaria gambir

Pule Pandak

Rauvolfia serpentina

Cari: