Gambir

Uncaria gambir
Nama
Gambir
Nama Latin/Ilmiah
Uncaria gambir
Bagian Digunakan
Daun dan Ranting
Rasa
Pahit, sepat
Nama Lain
gambier (Inggris), catechu (Portugal), pale catechu (Amerika Serikat), cachou (Prancis), gambir (Malaysia)
Asal
Gambir (Uncaria gambir) berasal dari Asia Tenggara, dengan daerah endemiknya meliputi Indonesia (Sumatra, Kalimantan) dan Malaysia.
Kandungan Utama
Katekin, tanin, alkaloid (gambirin), flavonoid.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Gambir

Gambir adalah tumbuhan merambat yang termasuk dalam keluarga Rubiaceae dan dikenal secara ilmiah sebagai Uncaria gambir. Tumbuhan ini banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Sumatra bagian barat. Gambir memiliki batang bulat dengan cabang yang merambat, daun berbentuk lonjong dengan ujung runcing, serta bunga kecil berwarna kuning kehijauan. Bagian yang paling bernilai dari tumbuhan ini adalah daun dan ranting mudanya yang mengandung senyawa aktif, terutama katekin dan asam katekuat, yang menjadi bahan baku berbagai produk olahan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 17 Agu 2026 - 17:40:54
 

II. Ciri-ciri Gambir

Tanaman ini asalnya dari Asia Tenggara, terutama Indonesia. Suka tumbuh di tempat yang agak lembap, punya curah hujan cukup, dan biasanya berkembang baik di ketinggian rendah sampai menengah (sekitar 100-500 meter di atas permukaan laut). Karakteristik/ciri-ciri Gambir (Uncaria gambir):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Semak atau perdu merambat yang punya cabang-cabang cukup banyak.
Batang Batangnya berkayu, bisa tumbuh cukup panjang, dan punya semacam 'kait' yang fungsinya buat pegangan waktu dia merambat ke tanaman lain.
Daun Bentuknya lonjong atau agak bulat telur, ujungnya runcing, dan permukaannya halus. Daun ini bagian yang paling penting karena mengandung bahan utama pembuatan gambir.
Bunga Bunganya unik, bentuknya bulat seperti bola kecil berwarna merah muda atau keputihan, dan biasanya muncul di ketiak daun.
Buah Buahnya berbentuk kapsul kecil memanjang yang berisi biji-biji berukuran sangat kecil dan ringan, gampang banget kesebar kalau kena angin.
Sistem Perakaran Punya akar tunggang yang kuat, bikin tanaman ini cukup kokoh walaupun sering dijadikan tanaman budidaya.

III. Manfaat Gambir

8 Manfaat Gambir untuk kesehatan.

  1. Hiperglikemia postprandial dan diabetes melitus tipe 2

    Penghambatan kompetitif α-glukosidase dan α-amilase oleh katekin dan proantosianidin, sehingga memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan glukosa. Katekin juga mengaktifkan jalur AMPK serta meningkatkan translokasi GLUT4 pada model seluler, yang memperbaiki sensitivitas insulin.

    Senyawa Aktif: (+)-katekin, Epikatekin, proantosianidin dimer B2
    Tampilkan
  2. Stres oksidatif

    Senyawa polifenol gambir bertindak sebagai pemadam radikal bebas superoksida dan hidroksil, mengkelasi ion logam transisi, serta mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi SOD, katalase, dan glutation peroksidase.

    Senyawa Aktif: (+)-katekin, Epikatekin, tanin terkondensasi/proantosianidin
    Tampilkan
  3. Antimikroba rongga mulut / antikariogenik

    Katekin berikatan dengan glikosiltransferase Streptococcus mutans, menghambat sintesis glukan dan pembentukan biofilm. Proantosianidin juga merusak membran lipid bakteri, meningkatkan permeabilitas sel.

    Senyawa Aktif: (+)-katekin, Epikatekin, proantosianidin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Gambir

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Gambir.

  1. (+)-Catechin

    Golongan: Flavonoid (flavan-3-ol)
    Bagian Tanaman: Daun dan ranting muda (bahan pembuatan gambir)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Inhibitor α-glukosidase Dan α-amilase; Antihiperglikemik Pada Model Hewan. Keterbatasan: Belum Ada Uji Klinis Manusia Yang Memadai Untuk Efektivitas Antidiabetesnya..
    Tampilkan
  2. (-)-Epicatechin

    Golongan: Flavonoid (flavan-3-ol)
    Bagian Tanaman: Daun dan ranting
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antioksidan Dan Vaskuloprotektif; Dapat Meningkatkan Bioavailabilitas Oksida Nitrat. Keterbatasan: Sebagian Besar Bukti Dari Senyawa Murni Atau Tanaman Lain; Belum Ada Uji Klinis Manusia Khusus U. Gambir..
    Tampilkan
  3. Procyanidin B2

    Golongan: Tanin terkondensasi (proantosianidin)
    Bagian Tanaman: Daun dan ranting
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antibakteri, Dan Astringen; Digunakan Empiris Untuk Diare. Keterbatasan: Studi In Vitro/in Vivo; Belum Ada Uji Klinis Manusia Pada U. Gambir..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Gambir

Interaksi & Kontraindikasi Gambir dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tanin dalam gambir dapat membentuk kompleks dengan ion besi dan menurunkan penyerapan zat besi. Beri jarak waktu konsumsi minimal 2 jam.

  2. Antasida yang mengandung aluminium atau magnesium

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tanin gambir dapat mengikat ion logam pada antasida, sehingga efektivitas antasida dapat berkurang. Konsumsi dengan jeda 2–3 jam.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Suplemen atau obat herbal lain berkatekin tinggi (misal ekstrak teh hijau)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kombinasi dapat meningkatkan total asupan katekin dan berisiko membebani hati. Gunakan tidak melebihi dosis anjuran dan hentikan jika timbul gejala gangguan hati.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+10)

VI. Efek Samping Gambir

Gambir (Uncaria gambir) kaya akan senyawa polifenol, terutama katekin, yang sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan industri penyamakan. Meskipun memiliki sifat antioksidan dan antimikroba, konsumsi atau penggunaan gambir dalam dosis yang tidak tepat dapat memicu berbagai efek samping, terutama pada saluran pencernaan. Kandungan tanin yang sangat tinggi dalam gambir bersifat astringen kuat yang dapat mengiritasi mukosa lambung dan usus. Efek samping gastrointestinal yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, kram perut, dan konstipasi parah akibat sifat pengikat protein dari tanin tersebut.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Gambir

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Gambir.

Apa saja kandungan fitokimia utama dari gambir?
Gambir (Uncaria gambir) kaya akan senyawa fenolik, terutama katekin, tanin terkondensasi, flavonoid, dan alkaloid. Menurut Textbook of Pharmacognosy (Evans, 2009), katekin dan tanin memberikan efek astringen dan antioksidan. Kandungan ini yang bertanggung jawab atas aktivitas antidiare dan antimikroba gambir.
Bagaimana gambir digunakan dalam pengobatan tradisional?
Secara tradisional, gambir digunakan sebagai obat diare, disentri, sariawan, sakit tenggorokan, dan obat oles untuk luka. Bagian yang digunakan umumnya daun dan ranting yang disari lalu dikeringkan. Studi etnofarmakologi dalam Journal of Ethnopharmacology mendukung penggunaan tradisional tersebut, terutama untuk gangguan gastrointestinal.
Apakah gambir aman dikonsumsi setiap hari?
Dalam jumlah kecil, seperti 1-2 gram gambir kering yang diseduh sebagai teh, umumnya dianggap aman untuk orang dewasa sehat. Namun konsumsi harian dalam dosis tinggi belum diteliti keamanannya. Kandungan tanin yang tinggi dapat mengganggu penyerapan zat besi jika dikonsumsi berlebihan. Menurut Natural Medicines Comprehensive Database, konsumsi tanin berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Apakah gambir aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Bayi dan anak-anak memiliki sistem pencernaan yang belum matang. Kadar tanin yang tinggi dalam gambir dapat menyebabkan sembelit dan mengurangi penyerapan nutrisi penting. Menurut buku Herbal Medicine: A Guide for Healthcare Professionals (Barnes dkk., 2007), herbal dengan kadar tanin tinggi tidak dianjurkan untuk bayi dan anak-anak tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Apakah gambir aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan gambir untuk ibu hamil dan menyusui belum terbukti. Senyawa aktif seperti tanin dan alkaloid berpotensi memengaruhi janin atau bayi. Selain itu, efek astringennya dapat memperburuk anemia atau konstipasi yang sering terjadi pada kehamilan. Oleh karena itu, sebaiknya dihindari selama kehamilan dan menyusui, sesuai prinsip kehati-hatian yang dinyatakan dalam Herbal Medicine: A Guide for Healthcare Professionals.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi gambir?
Efek samping yang paling umum adalah sembelit, mual, dan nyeri perut akibat tingginya kadar tanin. Konsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat mengganggu penyerapan zat besi, sehingga meningkatkan risiko anemia. Pada kulit, getah gambir pekat dapat menyebabkan iritasi. Data ini berdasarkan tinjauan farmakognosi dalam Textbook of Pharmacognosy (Evans, 2009).
Bisakah gambir berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya. Tanin dalam gambir dapat berikatan dengan obat-obatan yang mengandung alkaloid, ion logam seperti zat besi dan kalsium, serta beberapa antibiotik, sehingga menurunkan penyerapannya. Untuk mengurangi risiko, beri jarak waktu 2-3 jam antara konsumsi gambir dan obat. Interaksi seperti ini dibahas dalam buku Herb, Nutrient, and Drug Interactions (Stargrove dkk., 2008).
Adakah manfaat gambir untuk kesehatan umum yang terbukti secara ilmiah?
Beberapa penelitian in vitro dan hewan menunjukkan bahwa gambir memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta antiinflamasi. Namun uji klinis pada manusia masih sangat terbatas. Bukti awal ini telah dipublikasikan dalam jurnal Phytomedicine dan Journal of Ethnopharmacology. Oleh karena itu, manfaat klinisnya masih perlu diteliti lebih lanjut sebelum digunakan sebagai terapi tunggal.

Pinang

Areca catechu

Kayu Ular

Strychnos lucida

Cari: