Advertisement
Myrrh merupakan salah satu resin aromatik tertua yang dikenal peradaban manusia, berasal dari getah pohon berduri yang dikenal dengan nama ilmiah Commiphora myrrha. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Burseraceae dan secara alami tumbuh di wilayah kering dan semi-kering, terutama di Semenanjung Arab dan wilayah Tanduk Afrika seperti Somalia, Ethiopia, dan Yaman. Pohon myrrh memiliki habitus perdu atau pohon kecil dengan tinggi mencapai 3–4 meter, batang yang tidak terlalu besar, serta cabang-cabang yang sering kali berduri. Kulit kayunya berwarna keabu-abuan dan mudah mengelupas, dan dari celah-celah kulit kayu inilah resin atau gom-resin akan dikeluarkan ketika pohon mengalami luka atau cedera.
Tumbuh subur di daerah kering dan berbatu di wilayah Timur Tengah serta Afrika Timur, khususnya di Ethiopia, Somalia, dan Yaman. Tanaman ini tahan banget sama cuaca panas yang ekstrim. Karakteristik/ciri-ciri Myrrh (Commiphora myrrha):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Pohon kecil atau semak berduri yang bisa tumbuh setinggi 4-5 meter. |
| Batang | Kulit batangnya kasar, sering terkelupas, dan mengeluarkan getah alami (resin) yang berwarna kuning pucat hingga cokelat kemerahan saat tergores. |
| Daun | Daunnya tipe majemuk dengan tiga anak daun (trifoliate) yang ukurannya kecil, berbentuk oval, dan punya tekstur yang agak kaku. |
| Duri | Punya cabang-cabang yang ujungnya meruncing tajam seperti duri sebagai bentuk pertahanan diri. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, biasanya berwarna putih kekuningan atau merah muda, tumbuh berkelompok. |
| Buah | Buahnya berbentuk oval kecil, berdaging, dan akan mengeras saat sudah matang. |
5 Manfaat Myrrh untuk kesehatan.
Furanoseskuiterpena seperti curzerene dan furanodiena menghambat jalur sinyal NF-κB yang dipicu LPS, menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta menekan produksi sitokin proinflamasi TNF-α, IL-6, dan IL-1β. Efek analgesik terutama bersifat sekunder terhadap pengurangan mediator inflamasi.
Minyak atsiri dan senyawa resin memberikan efek astringen, mengurangi permeabilitas kapiler gingiva, serta menghambat bakteri plak dan mediator inflamasi melalui jalur COX-2/NF-κB.
Komponen lipofilik furanoseskuiterpen berinteraksi dengan membran lipid mikroba, mengganggu integritas sel dan pompa efluks; minyak atsiri juga menghambat pembentukan biofilm bakteri dan Candida albicans.
Advertisement
4 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Myrrh.
Myrrh (Commiphora myrrha), ekstrak resin alami yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional dan produk aromaterapi, umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jumlah kecil. Namun, penggunaan topikal dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan atau alergi pada individu yang sensitif, dengan gejala seperti kemerahan, ruam, dan rasa gatal di tempat aplikasi. Reaksi hipersensitivitas ini dimediasi oleh komponen aktif tertentu dalam resin yang dapat bertindak sebagai alergen bagi kulit sensitif.