Myrrh

Commiphora myrrha
Nama
Myrrh
Nama Latin/Ilmiah
Commiphora myrrha
Bagian Digunakan
Getah (resin)
Rasa
Pahit, pedas
Nama Lain
mur (Arab Saudi), mirra (Italia), myrrhe (Prancis), myrrh (Inggris), mo yao (China)
Asal
Somalia, Ethiopia, dan Yaman
Kandungan Utama
Resin, gum, dan minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Myrrh

Myrrh merupakan salah satu resin aromatik tertua yang dikenal peradaban manusia, berasal dari getah pohon berduri yang dikenal dengan nama ilmiah Commiphora myrrha. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Burseraceae dan secara alami tumbuh di wilayah kering dan semi-kering, terutama di Semenanjung Arab dan wilayah Tanduk Afrika seperti Somalia, Ethiopia, dan Yaman. Pohon myrrh memiliki habitus perdu atau pohon kecil dengan tinggi mencapai 3–4 meter, batang yang tidak terlalu besar, serta cabang-cabang yang sering kali berduri. Kulit kayunya berwarna keabu-abuan dan mudah mengelupas, dan dari celah-celah kulit kayu inilah resin atau gom-resin akan dikeluarkan ketika pohon mengalami luka atau cedera.

Baca Lebih Lanjut
Update: 03 Sep 2026 - 04:02:43
 

II. Ciri-ciri Myrrh

Tumbuh subur di daerah kering dan berbatu di wilayah Timur Tengah serta Afrika Timur, khususnya di Ethiopia, Somalia, dan Yaman. Tanaman ini tahan banget sama cuaca panas yang ekstrim. Karakteristik/ciri-ciri Myrrh (Commiphora myrrha):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Pohon kecil atau semak berduri yang bisa tumbuh setinggi 4-5 meter.
Batang Kulit batangnya kasar, sering terkelupas, dan mengeluarkan getah alami (resin) yang berwarna kuning pucat hingga cokelat kemerahan saat tergores.
Daun Daunnya tipe majemuk dengan tiga anak daun (trifoliate) yang ukurannya kecil, berbentuk oval, dan punya tekstur yang agak kaku.
Duri Punya cabang-cabang yang ujungnya meruncing tajam seperti duri sebagai bentuk pertahanan diri.
Bunga Bunganya kecil-kecil, biasanya berwarna putih kekuningan atau merah muda, tumbuh berkelompok.
Buah Buahnya berbentuk oval kecil, berdaging, dan akan mengeras saat sudah matang.

III. Manfaat Myrrh

5 Manfaat Myrrh untuk kesehatan.

  1. Peradangan dan nyeri inflamasi (potensi untuk gangguan muskuloskeletal/sistemik)

    Furanoseskuiterpena seperti curzerene dan furanodiena menghambat jalur sinyal NF-κB yang dipicu LPS, menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta menekan produksi sitokin proinflamasi TNF-α, IL-6, dan IL-1β. Efek analgesik terutama bersifat sekunder terhadap pengurangan mediator inflamasi.

    Senyawa Aktif: Curzerene, Furanodiene, Furanoeudesma-1,3-diene
    Tampilkan
  2. Gingivitis dan inflamasi ringan mukosa mulut (penggunaan obat kumur herbal)

    Minyak atsiri dan senyawa resin memberikan efek astringen, mengurangi permeabilitas kapiler gingiva, serta menghambat bakteri plak dan mediator inflamasi melalui jalur COX-2/NF-κB.

    Tampilkan
  3. Infeksi bakteri dan jamur superfisial kulit/mukosa (terapi pendukung, bukan pengganti antibiotik)

    Komponen lipofilik furanoseskuiterpen berinteraksi dengan membran lipid mikroba, mengganggu integritas sel dan pompa efluks; minyak atsiri juga menghambat pembentukan biofilm bakteri dan Candida albicans.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Myrrh

4 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Myrrh.

  1. Furanoeudesma-1,3-diene

    Golongan: Terpenoid (furanoseskuiterpena)
    Bagian Tanaman: Oleogum-resin dari batang dan cabang (Commiphora myrrha)
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik, Antiinflamasi, Anestetik Lokal, Antibakteri, Dan Antifungi Pada Model Preklinis..
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (furanoseskuiterpena)
    Bagian Tanaman: Oleogum-resin dari batang dan cabang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antiproliferatif, Apoptosis Pada Sel Tumor, Serta Kemungkinan Analgesik; Sebagian Besar Bukti Berasal Dari Penelitian In Vitro Dan Hewan..
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (furanoseskuiterpena)
    Bagian Tanaman: Oleogum-resin dari batang dan cabang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antimikroba, Dan Induksi Apoptosis Pada Beberapa Lini Sel Tumor Dalam Studi Preklinis..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+1)

V. Efek Samping Myrrh

Myrrh (Commiphora myrrha), ekstrak resin alami yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional dan produk aromaterapi, umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jumlah kecil. Namun, penggunaan topikal dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan atau alergi pada individu yang sensitif, dengan gejala seperti kemerahan, ruam, dan rasa gatal di tempat aplikasi. Reaksi hipersensitivitas ini dimediasi oleh komponen aktif tertentu dalam resin yang dapat bertindak sebagai alergen bagi kulit sensitif.

Baca Semua Efek Samping

Frankincense

Boswellia sacra

Galbanum

Ferula gummosa

Cari: