Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Meta-Analisis Efektivitas Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Penurunan Glukosa Darah pada Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    5 uji klinis acak terkontrol (total 342 pasien diabetes melitus tipe 2)
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 250–500 mg ekstrak per hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan penurunan glukosa darah puasa yang bermakna secara statistik pada kelompok yang diberi ekstrak daun salam dibandingkan kontrol. Namun, heterogenitas antarlokasi cukup tinggi dan efek terhadap HbA1c masih memerlukan studi lebih lanjut.
  2. Uji Klinis Acak Terkendali Ekstrak Daun Salam terhadap Kadar HbA1c dan Profil Lipid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien diabetes melitus tipe 2 (usia 35–65 tahun)
    Dosis/Durasi:
    500 mg tiga kali sehari per oral selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak daun salam 500 mg tiga kali sehari selama 12 minggu menurunkan HbA1c dan LDL-kolesterol secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius selama intervensi.
  3. Aktivitas Antihiperglikemik dan Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Salam pada Tikus Wistar Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan (200–250 g) dengan diabetes akibat streptozotocin 45 mg/kgBB
    Dosis/Durasi:
    Dosis 200 dan 400 mg/kgBB/hari per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun salam menurunkan kadar glukosa darah puasa dan meningkatkan aktivitas enzim superoksida dismutase. Pemberian dosis 400 mg/kgBB memiliki efek hampir setara dengan glibenklamid 0,5 mg/kgBB.
  4. Efek Hepatoprotektif Ekstrak Daun Salam terhadap Kerusakan Hati Akibat Parasetamol pada Tikus Wistar

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 ekor tikus Wistar jantan dibagi dalam empat kelompok (n=6)
    Dosis/Durasi:
    300 dan 600 mg/kgBB/hari per oral selama 7 hari sebelum induksi parasetamol
    Temuan:
    Ekstrak daun salam dosis 300 dan 600 mg/kgBB menurunkan kadar ALT dan AST serta memperbaiki nekrosis sel hati akibat induksi parasetamol. Efek hepatoprotektif diperkirakan melalui aktivitas antioksidan flavonoid.
  5. Penghambatan α-Glukosidase dan Efek Antioksidan Fraksi Etil Asetat Daun Salam (Syzygium polyanthum)

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak dan fraksi daun salam diuji secara biokimia; tidak menggunakan sampel manusia/hewan
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi uji in vitro 12,5–200 µg/mL; tidak ada durasi pemberian
    Temuan:
    Fraksi etil asetat menghambat α-glukosidase dengan nilai IC50 yang lebih rendah daripada kontrol akarbosa. Aktivitas antioksidan fraksi berkorelasi dengan kandungan total fenol.
  6. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Salam terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Bakteri klinis Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 5%, 10%, dan 20% dalam metode difusi sumuran
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun salam menunjukkan zona hambat terhadap S. aureus yang lebih besar dibandingkan E. coli. Diameter zona hambat meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak.
  7. Profil Fitokimia dan Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Salam pada Edema Tikus yang Diinduksi Karagenan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 ekor mencit Swiss Webster jantan (20–30 g)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 200–800 mg/kgBB per oral satu jam sebelum induksi karagenan
    Temuan:
    Ekstrak daun salam dosis 200, 400, dan 800 mg/kgBB menghambat edema secara signifikan dibandingkan kontrol. Senyawa aktif yang berperan diduga flavonoid dan tanin.
  8. Pengaruh Ekstrak Daun Salam terhadap Profil Lipid pada Pasien Hiperkolesterolemia: Uji Klinis Awal

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi klinis pre-eksperimental
    Sampel:
    40 pasien hiperkolesterolemia ringan–sedang
    Dosis/Durasi:
    250 mg dua kali sehari per oral selama 6 minggu
    Temuan:
    Pemberian 250 mg ekstrak daun salam dua kali sehari selama 6 minggu menurunkan kolesterol total dan trigliserida secara signifikan. Tidak ditemukan perubahan bermakna pada kadar HDL-kolesterol.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Salam dan Diabetes

    Penilitian Salam (Syzygium polyanthum) untuk Diabetes:
    • Tinjauan Sistematis Potensi Antidiabetes Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Model In Vivo dan In Vitro
    • Uji Klinis Acak Terkontrol Placebo tentang Efek Ekstrak Daun Salam terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
    • Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Salam pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin-Nikotinamid
  2. Salam dan Pneumonia

    Penilitian Salam (Syzygium polyanthum) untuk Pneumonia:
    • Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Streptococcus pneumoniae Penyebab Pneumonia
    • Efek Antiinflamasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Model Tikus Pneumonia yang Diinduksi Lipopolisakarida
    • Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Bakteri Penyebab Pneumonia Nosokomial
  3. Salam dan Sinusitis

    Penilitian Salam (Syzygium polyanthum) untuk Sinusitis:
  4. Salam dan Maag

    Penilitian Salam (Syzygium polyanthum) untuk Maag:
    • Efek Gastroprotektif Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Tikus yang Diinduksi Etanol
    • Aktivitas Antiulkus Ekstrak Air Daun Salam pada Tikus yang Diinduksi Aspirin
    • Uji Klinis Efek Rebusan Daun Salam terhadap Gejala Dispepsia pada Pasien Maag Fungsional
  5. Salam dan Hipertensi

    Penilitian Salam (Syzygium polyanthum) untuk Hipertensi:
    • Efek Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Tekanan Darah Tikus Hipertensi yang Diinduksi NaCl dan Prednisolon
    • Uji Klinis Efek Daun Salam sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Hipertensi Derajat 1: Studi Pendahuluan
    • Aktivitas Vasodilatasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Aorta Tikus yang Diisolasi
  6. Salam dan Bronkitis

    Penilitian Salam (Syzygium polyanthum) untuk Bronkitis:
    • Efek Antiinflamasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Tikus Model Bronkitis Akut
    • Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Salam terhadap Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae Penyebab Bronkitis
    • Uji Klinis Efektivitas Sirup Ekstrak Daun Salam pada Pasien Bronkitis Akut di Puskesmas
  7. Salam dan Asam Urat

    Penilitian Salam (Syzygium polyanthum) untuk Asam Urat:
    • Efek Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Kadar Asam Urat dan Aktivitas Xantin Oksidase pada Tikus Hiperurisemia
    • Uji Klinis Rebusan Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Pasien Hiperurisemia: Studi Pendahuluan
    • Aktivitas Penghambatan Xantin Oksidase oleh Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) secara In Vitro dan In Silico
  8. Salam dan Batu Empedu

    Penilitian Salam (Syzygium polyanthum) untuk Batu Empedu:
    • Efek Hipolipidemik Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Tikus Hiperlipidemia yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak
    • Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Salam dan Potensinya dalam Menghambat Oksidasi Kolesterol Empedu
    • Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Salam terhadap Kadar Bilirubin dan Enzim Hati pada Tikus yang Diinduksi Batu Empedu

Cari: