Salam untuk Maag

Salam (Syzygium polyanthum) untuk Maag, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Gastroprotektif Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Tikus yang Diinduksi Etanol

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus putih jantan galur Sprague-Dawley, berat 180-220 gram
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB selama 7 hari, diberikan secara oral
    Temuan:
    Pemberian ekstrak daun salam dosis 200 mg/kg BB mampu menurunkan indeks ulkus secara signifikan (p<0,05) dibandingkan kontrol. Efek protektif diduga terkait dengan kandungan flavonoid dan tanin yang meningkatkan produksi mukus lambung.
  2. Aktivitas Antiulkus Ekstrak Air Daun Salam pada Tikus yang Diinduksi Aspirin

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 ekor tikus putih jantan galur Wistar, berat 150-200 gram
    Dosis/Durasi:
    Dosis 150, 300, dan 600 mg/kg BB, diberikan selama 14 hari, diinduksi aspirin pada hari ke-7
    Temuan:
    Ekstrak air daun salam dosis 300 mg/kg BB menunjukkan penurunan luas ulkus hingga 62% dan meningkatkan pH lambung. Efek ini setara dengan omeprazole 20 mg/kg BB.
  3. Uji Klinis Efek Rebusan Daun Salam terhadap Gejala Dispepsia pada Pasien Maag Fungsional

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    40 pasien maag fungsional (20 kelompok perlakuan, 20 plasebo), usia 20-55 tahun
    Dosis/Durasi:
    Rebusan 10 gram daun salam kering dalam 200 mL air, diminum 2 kali sehari selama 28 hari
    Temuan:
    Konsumsi rebusan daun salam 2 kali sehari selama 4 minggu menurunkan skor dispepsia (dengan Gastrointestinal Symptom Rating Scale) sebesar 45% lebih tinggi dibanding plasebo (p<0,01). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Tinjauan Sistematis Aktivitas Farmakologi Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Antiulkus Lambung

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi in vivo dan in vitro yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada (review literatur)
    Temuan:
    Semua studi menunjukkan bahwa ekstrak daun salam memiliki efek gastroprotektif melalui mekanisme antioksidan, anti-inflamasi, dan peningkatan pertahanan mukosa. Namun, sebagian besar studi masih bersifat preklinis dan uji klinis lebih lanjut diperlukan.
  5. Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Tradisional Indonesia dalam Mengobati Gastritis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak terkontrol (total 540 pasien), termasuk 2 studi tentang daun salam
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, umumnya 5-10 gram daun salam dalam rebusan selama 2-4 minggu
    Temuan:
    Daun salam secara signifikan mengurangi skor keparahan gastritis (standardized mean difference -0,72, 95% CI -1,05 hingga -0,39) dengan efek samping minimal. Meta-analisis ini mendukung penggunaan tradisional daun salam sebagai terapi adjuvan maag.
  6. Pengaruh Ekstrak Daun Salam terhadap Sekresi Mukus Lambung dan Ekspresi COX-2 pada Tikus Gastritis Akibat Indometasin

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vivo dengan Analisis Molekuler
    Sampel:
    36 ekor tikus putih jantan galur Sprague-Dawley, dibagi 6 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Dosis 125, 250, dan 500 mg/kg BB, diberikan selama 14 hari, induksi indometasin pada hari ke-10
    Temuan:
    Ekstrak daun salam dosis 250 mg/kg BB meningkatkan ketebalan mukus dan menurunkan ekspresi COX-2 secara signifikan (p<0,05). Hal ini menunjukkan mekanisme anti-inflamasi melalui jalur siklooksigenase.


Cari: