Salam untuk Hipertensi

Salam (Syzygium polyanthum) untuk Hipertensi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Tekanan Darah Tikus Hipertensi yang Diinduksi NaCl dan Prednisolon

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental (In Vivo)
    Sampel:
    30 ekor tikus jantan galur Wistar, dibagi 5 kelompok (kontrol negatif, kontrol positif, dosis 100, 200, 400 mg/kgBB)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, 400 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol daun salam dosis 200 dan 400 mg/kgBB selama 28 hari menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan (p<0,05). Efek antihipertensi diduga melalui mekanisme penghambatan ACE dan peningkatan ekskresi natrium.
  2. Uji Klinis Efek Daun Salam sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Hipertensi Derajat 1: Studi Pendahuluan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    40 pasien hipertensi derajat 1 (usia 40–65 tahun), dibagi kelompok perlakuan (rebusan daun salam) dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    Rebusan 3 gram daun salam kering dalam 200 ml air, diminum 2 kali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang mendapat rebusan daun salam 3 gram/hari selama 4 minggu menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik rata-rata 8,2 mmHg dan diastolik 5,1 mmHg lebih besar dibandingkan plasebo (p<0,01). Tidak ditemukan efek samping serius.
  3. Aktivitas Vasodilatasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Aorta Tikus yang Diisolasi

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro/Ex Vivo
    Sampel:
    Aorta torakal dari 12 tikus Wistar, diinkubasi dengan berbagai konsentrasi ekstrak (0,1–100 µg/mL)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,1–100 µg/mL dalam organ bath selama 20 menit
    Temuan:
    Ekstrak daun salam menunjukkan efek vasodilatasi yang bergantung pada konsentrasi pada aorta yang telah dikontraksikan dengan fenilefrin. Efek ini dimediasi oleh pelepasan NO dan aktivasi saluran kalium.
  4. Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Salam terhadap Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Puskesmas X

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Kuasi-Eksperimen (Pre-Post Test with Control)
    Sampel:
    30 lansia (usia ≥60 tahun) dengan hipertensi derajat 1-2, dibagi 2 kelompok (15 perlakuan, 15 kontrol)
    Dosis/Durasi:
    Rebusan 2 gram daun salam segar dalam 150 ml air, diminum pagi dan sore selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian rebusan daun salam 2 kali sehari selama 2 minggu menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 10,3 mmHg dan diastolik 6,7 mmHg (p<0,05). Kelompok kontrol yang mendapat edukasi diet tidak menunjukkan perubahan signifikan.
  5. Efektivitas Syzygium polyanthum sebagai Antihipertensi: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    7 studi (5 in vivo, 2 klinis) dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis pada studi hewan 100–500 mg/kgBB; pada manusia 2–6 gram/hari selama 2–8 minggu
    Temuan:
    Tinjauan sistematis ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun salam secara konsisten menurunkan tekanan darah pada model hewan dan manusia. Mekanisme utama meliputi penghambatan ACE, vasodilatasi, dan efek diuretik ringan.
  6. Meta-Analisis Penggunaan Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Terapi Hipertensi: Bukti dari Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak dengan total 520 partisipan (usia 35–70 tahun) dari berbagai negara Asia Tenggara
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekivalen 2–5 gram daun kering per hari, durasi 2–8 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi daun salam secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (MD -7,2 mmHg, 95% CI -9,8 hingga -4,6) dan diastolik (MD -4,1 mmHg, 95% CI -6,3 hingga -1,9) dibandingkan kontrol. Heterogenitas sedang (I²=45%).


Cari: