Salam untuk Pneumonia

Salam (Syzygium polyanthum) untuk Pneumonia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Streptococcus pneumoniae Penyebab Pneumonia

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Ekstrak etanol daun salam konsentrasi 10%, 20%, 40%, 80% dan bakteri Streptococcus pneumoniae ATCC 49619
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 10-80% diuji dalam 24 jam inkubasi pada suhu 37°C
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun salam menunjukkan zona hambat signifikan terhadap Streptococcus pneumoniae dengan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) sebesar 20%. Aktivitas antibakteri diduga berasal dari senyawa flavonoid dan tanin yang terkandung dalam ekstrak.
  2. Efek Antiinflamasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Model Tikus Pneumonia yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol, induksi LPS, dosis ekstrak 100, 200, 400 mg/kgBB)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, 400 mg/kgBB diberikan secara oral selama 7 hari sebelum induksi LPS
    Temuan:
    Ekstrak daun salam dosis 200 dan 400 mg/kgBB secara signifikan menurunkan jumlah sel inflamasi dan kadar TNF-α di cairan bronkoalveolar lavage (BAL) pada tikus pneumonia. Efek antiinflamasi setara dengan deksametason dosis 5 mg/kgBB.
  3. Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Bakteri Penyebab Pneumonia Nosokomial

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Ekstrak metanol, etil asetat, dan n-heksana daun salam; bakteri Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, dan Acinetobacter baumannii
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 1%, 5%, 10% diuji dengan metode difusi cakram selama 18-24 jam
    Temuan:
    Ekstrak etil asetat menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi terhadap Klebsiella pneumoniae dengan diameter zona hambat 18 mm. Senyawa aktif yang teridentifikasi meliputi flavonoid, saponin, dan triterpenoid.
  4. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat Indonesia sebagai Terapi Adjuvan Pneumonia: Fokus pada Syzygium polyanthum

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 artikel dari PubMed dan Scopus (2010-2023) yang memenuhi kriteria inklusi, meliputi studi in vitro, in vivo, dan klinis
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada data dosis seragam; rentang dosis ekstrak pada studi hewan 100-400 mg/kgBB/hari selama 7-14 hari
    Temuan:
    Syzygium polyanthum menunjukkan potensi sebagai adjuvan pneumonia melalui aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus pneumoniae dan Klebsiella pneumoniae serta efek antiinflamasi melalui penghambatan sitokin proinflamasi. Namun, belum ada uji klinis pada manusia.
  5. Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Makrofag yang Distimulasi Lipopolisakarida: Potensi untuk Terapi Pneumonia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW 264.7 yang distimulasi LPS (1 µg/mL) dan diberi ekstrak etanol daun salam konsentrasi 12,5; 25; 50; 100 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 12,5-100 µg/mL diberikan selama 24 jam bersamaan dengan stimulasi LPS
    Temuan:
    Ekstrak daun salam pada konsentrasi 50 dan 100 µg/mL secara signifikan menurunkan produksi NO dan TNF-α pada makrofag yang teraktivasi. Ekstrak juga meningkatkan fagositosis bakteri tanpa sitotoksisitas.


Cari: