Salam untuk Batu Empedu

Salam (Syzygium polyanthum) untuk Batu Empedu, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Hipolipidemik Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Tikus Hiperlipidemia yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental (In Vivo)
    Sampel:
    24 ekor tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol, dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan atorvastatin)
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB/hari dan 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak daun salam dosis 200 mg/kgBB/hari mampu menurunkan kadar kolesterol total dan LDL secara signifikan serta meningkatkan HDL. Temuan ini menunjukkan potensi dalam mencegah pembentukan batu empedu kolesterol melalui modulasi profil lipid.
  2. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Salam dan Potensinya dalam Menghambat Oksidasi Kolesterol Empedu

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Ekstrak etanol 70% daun salam diuji pada sistem oksidasi kolesterol empedu buatan
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25–200 µg/mL, inkubasi 30 menit pada suhu 37°C
    Temuan:
    Ekstrak daun salam memiliki kapasitas antioksidan tinggi (IC50 50 µg/mL) dan secara efektif menghambat oksidasi kolesterol empedu, yang merupakan faktor kunci dalam pembentukan batu empedu kolesterol.
  3. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Salam terhadap Kadar Bilirubin dan Enzim Hati pada Tikus yang Diinduksi Batu Empedu

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental (In Vivo)
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan, diinduksi batu empedu dengan diet lithogenik (1% kolesterol + 0,5% asam kolat)
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kgBB/hari secara oral selama 6 minggu
    Temuan:
    Ekstrak daun salam dosis 300 mg/kgBB/hari menurunkan kadar bilirubin total dan direct serta mengurangi aktivitas ALT dan AST. Hal ini menunjukkan efek hepatoprotektif dan potensi anti-batu empedu melalui perbaikan fungsi hati dan empedu.
  4. Studi Meta-Analisis Efek Tanaman Obat Indonesia terhadap Profil Lipid pada Hiperlipidemia: Fokus pada Daun Salam

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (8 in vivo, 4 klinis) dengan total 480 subjek (manusia dan hewan)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi: 200–500 mg/kgBB/hari pada hewan, 500–1000 mg/hari pada manusia; durasi 4–12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun salam secara signifikan menurunkan kolesterol total dan LDL dengan effect size besar (SMD -1.42 dan -1.18), serta meningkatkan HDL. Temuan ini menguatkan potensi daun salam sebagai terapi adjuvant untuk mencegah batu empedu terkait hiperlipidemia.
  5. Efek Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Ekspresi Gen Terkait Metabolisme Kolesterol Empedu pada Tikus

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Molekuler (In Vivo)
    Sampel:
    20 ekor tikus C57BL/6 jantan, dianalisis ekspresi gen di hati menggunakan qRT-PCR
    Dosis/Durasi:
    400 mg/kgBB/hari secara oral selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak daun salam menurunkan ekspresi gen HMGCR (sintesis kolesterol) dan meningkatkan ekspresi CYP7A1 (konversi kolesterol menjadi asam empedu). Perubahan ini mengurangi risiko pembentukan batu empedu dengan meningkatkan clearance kolesterol.


Cari: